Xirka, Chipset dan SIM Card Karya Anak Bangsa

Impian Indonesia untuk memiliki perusahaan chipset dan SIM card sendiri, mulai terwujud sejak 2008 lalu. Xirka Silicon Technology adalah yang pertama melakukannya, dan kini di tahun 2020 mereka semakin berkembang.

Dilansir dari detikINET, dalam bekerja Xirka menggandeng Pusat Antar Universitas (PAU) Mikroleketronika Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam merancang chip.

Perancangan chipset Xirka dilakukan oleh putra-putri bangsa di Setrasari, Bandung, yang merupakan tempat pusat penelitian dan pengembangan Xirka.

Chipset Xirka | Foto: elektronika.stei.itb.ac.id

SIM card produksi Xirka sendiri sudah dikembangkan sejak 2012. Kemudian di bulan Maret 2015 statusnya siap diluncurkan secara massal. Kapasitas produksinya mencapai 100 juta unit per tahun.

“Secara teknikal sudah dicoba di beberapa operator dan sudah dapat berfungsi dengan baik,” ujar Kepala PAU Mikroelektronika ITB, Trio Adiono, pada detikINET.

BACA JUGA: Perkenalkan, Mesin QR-EDC Pertama Buatan Indonesia!

Kemudian CEO Xirka, Sylvia Sumarlin, menambahkan rancangan SIM card Xirka telah disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan operator dalam negeri. Ini menjadikan produk tersebut memiliki beberapa keunggulan dibandingkan produk impor sejenis, terutama dalam hal keamanan.

Di SIM card Xirka telah ditanam securityengine seperti DES, 3DES, Secured Memory Bus, True Random Generator dan beragam fitur keamanan lainnya

Keunggulan lainnya adalah prosesor yang menjamin dapat berkomunikasi dengan BTS berbagai operator dengan standar GSM.

“SIM card ini juga dilengkapi Internal Flash Memory sebesar 136 KByte untuk berbagai aplikasi. Saat ini juga sedang ditambahkan berbagai fitur masa depan, yang memungkinkan melakukan berbagai transaksi elektronik menggunakan mobile device, seperti bisa ditambahkan NFC (Near Field Communication) untuk mobile payment,” imbuh Sylvia.

SIM card bikinan Xirka | Foto: xirkachipset.com

Produk-produk Xirka

PT. Xirka Silicon Technology telah menelurkan berbagai produk. Di bulan Mei 2017 contohnya, Xirka merilis chipset SCard XCT136. Chipset ini bisa dipakai untuk kartu identitas mahasiswa.

“Chipset SCard adalah tipe smartcard. Sedangkan kalau untuk industri smartphonemaka kita menyediakan SIM card-nya dan chipset NFC untuk pendukung aplikasi smartphone,” terang Sylvia, di bulan Mei 2017.

“Qualcomm dan Xirka adalah sama-sama desainer chipset, namun Qualcomm mendesain khusus untuk otak di dalam smartphone. Xirka mendesain SIM card yang digunakan untuk smartphone,” lanjutnya.

Sylvia juga mengaku saat itu sudah ada vendor smartphone yang mau diajak kerja sama memakai chipset Xirka. Namun, ia enggan membeberkan siapa nama vendor tersebut.

BACA JUGA: Teknologi 5G Hadir di Jakarta Tahun ini?

Selain chipset untuk smartphone, Xirka juga membuat chipset untuk peralatan rumah tangga. Contohnya pengontrol kulkas, TV, AC, dan lain sebagainya. Ada juga SIM card 4G/WiMax.

Untuk smartcard-nya, produk Xirka telah dipakai universitas-universitas ternama di Indonesia, di antaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas Hassanuddin, Universitas Indonesia, Universitas Telkom dan Universitas Riau.

Kemudian yang terbaru di bulan Agustus 2019, Xirka bekerja sama dengan ITB untuk mengembangkan industri design house chippertama di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here