Wisata Desa Jambu Sulap Air Sungai Sejuta Ikan

Sungai kini banyak yang tidak terdapat ikan disamping banyak sungai desa keadaannya kritis karena sampah yang dibuang sembarangan. Namun di Desa Jambu, Kayenkidul kini telah dikelola menjadi ikon wisata ikan. Warganya pun menyadari pentingnya sungai bagi kehidupan.

Celotehan suara anak-anak membahana di sekitar kandang bebek dan di bawah barongan bambu yang sejuk itu. Mereka terlihat asyik mengisi waktu liburannya dengan bermain air. Tidak sekadar bermain, di kali irigasi itu ternyata terdapat ikan-ikan nila hilir mudik meraih pakan-pakan yang disebarkan bocah-bocah itu.

Dengan girangnya mereka pun antusias saat ikan-ikan berwarna merah muda menyambar makanan mereka. saat di sambangi Jawapos berlibur dengan suasana desa yang asri ini ada di wisata sungai sejuta ikan di Desa Jambu, Kecamatan Kayenkidul.

Walaupun baru dirintis dua bulan setengah lalu. Namun peluang wisata yang digagas Kepala Desa (Kades) Jambu Agus Joko Susilo tersebut kini mulai hits bagi traveler atau di media sosial di Kediri dan sekitarnya.

Selain suasana asri, pengunjung dapat menikmati objek sungai penuh dengan ikan. Suasana itu pun menjadi objek yang pas untuk berfoto. “Ya tidak jarang para pengunjung datang hanya untuk berfoto-foto. Tapi di liburan sekolah kali ini cukup ramai yang datang,” ungkap Agus.

Namun, menurut dia, bukanlan wisata yang menjadi titik akhir pembentukan wisata sungai sejuta ikan ini. Tetapi lebih pada bagaimana mengajarkan masyarakat peduli terhadap ekosistem air seperti sungai. Terlebih khusus untuk warga Desa Jambu sendiri agar lebih sadar.

Karena sebelum dibangunnya wisata alam ini banyak warganya yang kurang mengerti akan pentingnya sungai bagi kehidupan. “Seperti buang sampah ke sungai inilah yang kita harapkan bisa dikurangi setelah adanya wisata ikan ini,” terang kades yang menjabat sejak 2014 lalu itu.

Dengan membersihkan satu titik sungai yang menjadi objek wisata ikan tersebut. Agus pun dengan tim wisatanya menyebar sekitar lima ribu ekor nila. Ikan itu dibelinya dari pusat pembibitan di Desa Surowono, Kecamatan Badas. Dengan ikan-ikan yang lucu tersebut sedikit demi sedikit warga sungkan membuang sampah ke sungai.

“Mereka jadi eman dengan ikan-ikannya kalau tetap buang sampah ke sungai,” imbuhnya.

Tidak hanya efek sampah di sungai yang berkurang karena warganya mulai sadar. Dengan upaya menormalisasi sungai tersebut. Membuat yang awalnya sepanjang sungai di Desa Jambu menjadi jamban umum. Dengan banyaknya kotak-kotak kain dari banner bekas untuk tempat buang air besar (BAB) tersebut. Kini sepanjang sungai di Desa Jambu pun sudah bersih dari jamban-jamban yang mengotori pemandangan sungai.

“Dulu ya banyak sekali Mas, istilahnya kalau warga sini sebut krobongan (jamban, Red) itu,” terang pria 43 tahun ini.

Terlebih Agus menambahkan, walaupun rata-rata sudah lama rumah-rumah warganya telah memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) untuk buang air besar (BAB). Namun karena sudah kebiasaan mereka BAB di sungai. Ini karena menurut mereka lebih nyaman.

Kini dengan adanya wisata sungai sejuta ikan pun warga sudah berangsur-angsur memilih BAB di MCK rumahnya masing-masing. Karena kembali lagi, mereka sungkan dengan adanya wisata ini. “Lama-lama warga pun mendukung,” ungkapnya.

Dengan wisata ikan tersebut yang membuat warganya sedikit demi sedikit menyadari pentingnya sungai bagi kehidupan. Kini dengan banyaknya pengunjung yang datang juga menjadi pundi-pundi penghasilan warga sekitar.

Bagaimana tidak, beberapa warung di sekitar sungai pun ramai pengunjung. Selain itu, ada beberapa warga membungkusi pakan konsentrat untuk ikan dalam wadah plastik yang dijual ke pengunjung.

“Lumayan Mas dibungkusi plastik lalu per bungkusnya dijual Rp 2 ribu,” terang Agus.

Tidak sedikit para pengunjung yang membawa anak-anak mereka pun sekali datang membeli sepuluh bungkus untuk ditebarkan di sungai ini. Untuk merasakan dikelilingi sejuta ikan saat memberi pakan ikan tersebut. Dengan mengawali sungai sejuta ikan di satu titik ini. Agus menargetkan sedikit demi sedikit semua sungai yang ada di desanya akan dibersihkan dan ditaburi ikan.

“Kami ingin lingkungan yang sehat dan sungai yang bersih tercipta dengan adanya wisata sejuta ikan ini,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here