Warga Suriname Nikmati Nuansa Yogya dan Batik di Indofair 2017 Suriname

​Nuansa Yogya dan Batik di Indofair 2017 Suriname

Ada yang unik di negara Suriname yang mayoritas warganya merupakan keturunan Indonesia, antusiasme warga terlihat saat ada Pagelaran Tari Bondoboyo yang diselenggarakan di Indofair Suriname pada tanggal 1 November 2017 lalu. Indofair merupakan kegiatan tahunan promosi bisnis dan budaya Indonesia oleh KBRI Paramaribo yang tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-17, dan berlangsung hingga tanggal 5 November 2017.

Acara yang diselenggarakan oleh KBRI Suriname, Selain tari Bondoboyo, malam itu juga dipentaskan tari batik Kidung Aksoro oleh rombongan kesenian Pemerintah DIY yang dipimpin oleh Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X. Rombongan juga akan pentas secara khusus di Malam Seni Yogyakarta pada tanggal 3 November 2017 dengan pementasan tari Golek Ayun-Ayun, tari Medley Kerakyatan, Cokekan dan Dramatari Jongrang.

Pembukaan Indofair kali ini dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Suriname Soewarto Moestadja, Permanent Secretary Kementerian Perindustrian Suriname Reinar Ravales, kalangan pengusaha dan diplomatik serta tokoh masyarakat Jawa di Suriname.

Wagub DIY dalam sambutan sebagai pembuka Indofair menekankan pentingnya aspek budaya yang mendasari penyelenggaraan Indofair. Dalam kerangka itulah Yogyakarta datang dengan misi seni dan budaya sebagai salah satu realisasi komitmen kerjasama yang telah dimulai 12 tahun yang lalu, saat Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengunjungi Suriname.

Pada kesempatan Indofair tahun ini, juga hadir delegasi Kementerian Perindustrian RI yang dipimpin oleh Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah. Delegasi Kemenperin RI hadir untuk menjajaki peluang pasar dengan memfasilitasi produk-produk furnitur dari HIMKI Solo, untuk dipamerkan pada Indofair.

Demikian pula Alleira Batik yang ikut memeriahkan pembukaan Indofair dengan peragaan busana bertemakan “Beauty in Harmony”. Menurut Zakaria Hamzah selaku Direktur Alleira Batik, dengan tema ini Alleira Batik berharap bisa jadi pilihan fesyen, terlebih dengan pilihan bahan yang disesuaikan dengan iklim di iklim Suriname. Menariknya lagi, dalam peragaan busana ini juga dipertunjukkan koleksi batik klasik adiluhung dari Keraton Pakualaman.

Selain batik dan furniture, produk-produk Indonesia lainnya yang dipromosikan di Indofair seperti kopi dan teh khas Indonesia, obat-obatan herbal, serta produk-produk dan kerajinan. Berbagai jajanan Indonesia dan khas Jawa juga dijajakan oleh stand-stand makanan yang memadati Indofair, seperti sop buntut, bakso, saoto, es dawet  dan sebagainya.

Antusiasme masyarakat dari berbagai penjuru Suriname Indofair 2017 ini sangat tinggi, terbukti dari jumlah pengunjung yang mencapai ribuan orang untuk menikmati suguhan hiburan dan makanan yang tersedia. “Hal ini karena Indofair telah dikenal masyarakat Suriname sebagai “melting pot” atau tempat meleburnya berbagai suku di Suriname baik Hindustan, kulit hitam, Jawa, Tionghoa dan lainnya untuk saling bertemu dan bersilaturahmi,” pungkas Dubes RI untuk Suriname Dominicus Supratikto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here