Volume Perdagangan Indonesia dan Meksiko Meningkat 2 Kali Lipat di Masa Pandemi Saat Ini

Dengan adanya berbagai kendala yang dihadapi dunia dikarenakan pandemi COVID19, volume perdagangan Indonesia dan Meksiko bisa meningkat 2 kali lipat. Hal ini didasarkan pada pengalaman yang dimiliki Indonesia dan Meksiko pada tahun 2009 – 2010. Pada tahun 2009, volume perdagangan Indonesia dan Meksiko hanya berkisar sedikit di atas US$ 500 juta, namun angka tersebut meningkat tajam menjadi hampir US$ 1 miliar pada tahun 2010. Hal ini disebabkan dikarenakan pada sekitar tahun-tahun tersebut Amerika Serikat dan Eropa sedang mengalami krisis ekonomi dan keuangan yang berkepanjangan.

Dikarenakan Amerika Serikat dan Eropa merupakan pasar tradisional Indonesia dan Meksiko, maka dengan kondisi tersebut kedua negara mulai mencari pasar alternatif lain dalam hal ini Indonesia mendapatkan Meksiko dan sebaliknya. Kondisi perekonomian dunia saat ini bisa kembali menjadi batu pijakan bagi Indonesia dan Meksiko untuk kembali menengok potensi yang dimiliki keduanya sebagai pasar dan sumber import non tradisional. Pandangan di atas disampaikan oleh Duta Besar Cheppy T. Wartono, Duta Besar RI  di Mexico City, dalam acara webinar/talkshow yang diselenggarakan oleh RED Procex, sebuah asosiasi bisnis di Meksiko, bekerja sama dengan KBRI Mexico City.

Dalam webinar yang berjudul “Abriendo Puertas en Mercados No Tradicionales” (Membuka Pintu Pasar Non Tradisional), Dubes Cheppy Wartono menyampaikan bahwa terlepas dari berbagai kendala yang dimiliki, Indonesia dan Meksiko mempunyai potensi yang sangat besar untuk menjadi mitra dagang yang lebih kuat. Hal ini juga dibuktikan dengan relatif stabilnya nilai perdangangan Indonesia dan Meksiko pada tahun 2020. Di saat nilai perdagangan dunia mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2020, data Kementerian Perdagangan RI menunjukkan bahwa nilai pedagangan Indoneia – Meksiko periode Januari – November 2020 mencapai US$ 1,108 miliar, hanya mengalami penurunan sebesar 0,18% dari periode yang sama tahun 2019. 

Untuk itu KBRI Mexico City bekerja sama dengan RED Procex akan terus mendorong para pelaku bisnis Indonesia dan Meksiko untuk saling melihat potensi yang dimiliki sehingga dapat membuka lebih banyak peluang bisnis antar kedua negara. Salah satu upaya yang akan dilakukan oleh RED Procex adalah dengan menyelenggarakan trade/busines mission ke Indonesia pada tahun 2021 ini. Direncanakan trade/business mission ini akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2021, sekaligus untuk menghadiri Trade Expo Indonesia 2021 serta Indonesia – Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Forum  2021.

RED Procex merupakan organisasi yang menggabungkan lembaga-lembaga nasional, bi-nasional, internasional, Kedutaan Besar asing dan institusi lainnya di Meksiko dengan tujuan untuk mendorong dan mempromosikan produk, jasa dan investasi di bidang perdagangan internasional dengan menjalin jaringan bisnis yang erat di tingkat global. Saat ini RED Procex memiliki jaringan dengan lebih dari 20.000 pengusaha Meksiko, di mana hal ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia dalam mencari partner maupun counterpart untuk memasuki pasar Meksiko.​

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here