Uniknya Kampung Tokyo di Pedalaman Bogor

-DI TENGAH PERKEBUNAN TEH: Dusun Malani alias rumah Tokyo memiliki 24 rumah yang berbahan kayu dan bambu.

Ada yang Unik di Pedalaman Bogor yang begitu banyak menyimpan peninggalan sejarah dan budaya. Salah satu yang masih terjaga kelestariannya adalah Dusun Malani. di Sebuah perkampungan asri di tengah perkebunan teh Nirmala Agung, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Dusun itu populer disebut Rumah Tokyo lantaran gaya arsitekturnya unik.

Malani adalah deretan 24 rumah panggung di lahan 3.700 meter persegi yang dihuni 53 kepala keluarga. Lokasinya cukup jauh dari pusat pemerintahan Kecamatan Nanggung. Jaraknya tak kurang dari 20 kilometer. Akses yang tersedia hanya jalanan menanjak dan berbatu selebar 2 meter yang membelah hutan pinus dan kebun teh. Tidak boleh coba-coba mendaki tanpa menggunakan kendaraan empat langkah.

Namun, semua lelah dalam perjalanan terbayar lunas dengan pemandangan hamparan kebun teh dan uniknya kampung tersebut. Seluruh rumah yang bermaterial kayu dan anyaman bambu memanjakan mata. Diiringi merdu gemericik air sungai yang begitu jernih dan mengalir mengelilingi Malani.

Selain bentuknya yang unik, kampung itu memiliki budaya yang menarik. Warga yang mayoritas petani teh Nirmala Agung itu memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram dengan tradisi religi. Bentuknya berupa atraksi muda-mudi yang memainkan alat musik tradisional seperti calung, angklung, gondang, dan degung. ’’Kami turun-temurun tinggal di sini sejak orang tua masih hidup. Bentuk bangunan sedikit pun tidak berubah. Sejak dibangun pada zaman Belanda, bentuknya masih sama seperti awal pembangunan,” tutur Ketua RT 02, RW 04, Dusun Malani, Sabri, 65.

Keunikan Malani, lanjut dia, 24 rumah dibangun dengan posisi saling berhadapan. Jika ada rumah yang rusak, pemiliknya tak bisa asal memperbaiki. Agar tradisi tetap terjaga, perusahaan kebun teh mengatur rehabilitasi dan dilakukan seluruh warga secara bergotong-royong. ’’Kami melapor terlebih dulu kepada perusahaan. Selanjutnya, rumah kembali dibangun. Sebab, semua warga di sini bekerja sebagai pemetik teh,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here