UNESCO Tetapkan 13 Geopark Baru, 2 dari Indonesia

Dewan Eksekutif UNESCO baru saja menganugerahkan status UNESCO Global Geoparks pada 13 geopark di dunia. Ada 2 dari Indonesia.

Setiap tahun, Dewan Geoparks Global UNESCO yang berada langsung di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) rutin menerima kiriman aplikasi geopark dari sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia.

Untuk tahun ini, Dewan Geoparks Global UNESCO yang didukung langsung oleh Dewan Eksekutif UNESCO baru saja mengakui 13 geopark baru untuk periode 2018-2021.

Dilihat detikTravel dari situs resmi UNESCO, Rabu (2/5/2018), predikat itu pun baru saja disahkan oleh Dewan Eksekutif UNESCO pada 17 April 2018 lalu.

Indonesia pun boleh berbangga. Dua geopark Indonesia masuk dalam 13 geopark yang menyandang status UNESCO Global Geoparks, yakni Geopark Rinjani (Lombok) dan Geopark Ciletuh (Sukabumi).

Pengakuan tersebut menambah daftar UNESCO Global Geoparks di Indonesia, dari yang sebelumnya 2 menjadi 4. Sebelumnya, Geopark Batur (Bali) dan Geopark Gunung Sewu (Jawa Tengah) sudah terlebih dulu menyandang status tersebut.

Selain 4 yang telah tembus, pihak Indonesia pun diketahui tengah memperjuangkan Danau Toba di Sumatera Utara untuk masuk dalam jajaran UNESCO Global Geoparks.

Berikut adalah daftar lengkap dari 13 UNESCO Global Geoparks yang terbaru:

1. Beaujolais, Prancis
2. Cao Bang, Vietnam
3. Ciletuh, Indonesia
4. Conca de Tremp-Montsec, Spanyol
5. Famenne – Ardenne, Belgia
6. Guangwushan-Nuoshuihe, China
7. Huanggang Dabieshan, China
8. Izu Peninsula, Jepang
9. Mudeungsan, Korea Selatan
10. Ngorongoro Lengai, Tanzania
11. Perce, Kanada
12. Rinjani, Indonesia
13. Satun, Thailand

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here