UGM Menjuarai Kompetisi Olimpiade Kedokteran Internasional

UGM Juara Umum Olimpiade Kedokteran Internasional (foto: UGM)

Prestasi Mahasiswa Indonesia layak diacungi jempol, pasalnya Delegasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) berhasil meraih juara umum International Indonesian Medical Olympiad (IMO) di Universitas Pelita Harapan, 12-16 Oktober. Tim UGM berhasil mengantongi satu medali emas nasional, dua medali perak nasional, dan satu medali perunggu internasional.

Penghargaan Medali emas berhasil diraih Arinal Chairul Achyar dan Kadek Dwi Wira Sanjaya dari kategori Uroreproduction. Sedangkan dua medali perak berhasil diperoleh Maria Fransiska Pudjohartono dan Marcellus dari kategori digestive serta Bernadeta Fuad Paramita Rahayu dan Danny Agus Pramana Wahyudi di kategori muskoskeletal. Selain itu, medali perunggu internasional dipersembahkan oleh Jessica dan Audric Kenny Tedja pada kategori tropical infection.

“Sangat bersyukur delegasi FK UGM dapat menyabet gelar juara umum pada kompetisi bergengsi ini,” kata Audric Kenny, Selasa (18/10) di Kampus FK UGM, yang dikutip dari laman ugm.ac.id.

Audrey mengatakan, Kompetisi IMO diikuti 628 delegasi yang terbagi dalam 314 tim dari 68 kampus kedokteran di Indonesia, Filipina, serta Malaysia. Kompetisi tahunan yang diadakan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) ini mempertandingkan enam kategori lomba meliputi dua kategori tingkat internasional dan empat kategori internasional. Kategori internasional yakni Neuro-Psikiatri dan Tropical Infection, sedangkan kategori tingkat nasional yaitu Digestive, Cardio-Respiratory, Musculoskeletal, dan Urogenital-Reproductive.

Dalam kompetisi IMO, seluruh peserta harus melalui tiga tahapan seleksi lomba yaitu babak penyisihan, semifinal, dan final. Dalam babak penyisihan setiap tim diberikan 120 soal pilihan ganda dan 20 soal yang menguji kemampuan identifikasi anatomi, histologi, mikrobiologi, dan pemeriksaan penunjang kesehatan.

Sementara, sebanyak 12 tim terbaik yang lolos ke semifinal kembali berkompetisi mengerjakan 60 soal pilihan ganda. Serta, juga dihadapkan dengan pasien simulasi untuk melakukan pemeriksaan, edukasi pasien, dan peresepan obat. Berikutnya, pada babak final 5 tim terbaik diminta untuk melakukan presentasi berdasarkan kasus yang diberikan oleh dewan juri. Disamping itu, dalam final dilaksanakan lomba cepat-tepat untuk menentukan tim terbaik. Bravo Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here