Torehkan Prestasi Di Kancah Internasional, Dua Ilmuwan Perempuan Indonesia Diapresiasi Jokowi

Kiprah ilmuwan Indonesia kembali diakui oleh dunia. Untuk kesekian kalinya, Tri Mumpuni kembali mendapatkan penghargaan atas kerja kerasnya menghadirkan listrik di puluhan titik daerah-daerah terpencil di Indonesia.

Sebelumnya, perempuan kelahiran Semarang, 6 Agustus 1964, ini, pernah mendapatkan sejumlah penghargaan internasional.

Beberapa di antaranya, Climate Hero 2005 dari World Wildlife for Nature, Ashden Awards 2012, dan Magsaysay Awards 2012.

Kini, namanya masuk ke dalam jajaran The World’s 500 Most Influential Muslim 2021.

Dalam daftar itu, ia menjadi salah satu tokoh Indonesia yang namanya tercantum bersama sejumlah tokoh Indonesia lainnya, termasuk Presiden Joko Widodo.

Tri Mumpuni, yang akrab disapa Puni ini, masuk tokoh muslim berpengaruh versi The Muslim 500 untuk kriteria Sains dan Teknologi bersama 21 tokoh muslim lainnya dari berbagai negara dunia.

Melalui akun Twitter-nya, Presiden Joko Widodo menyebut hal ini menjadi kabar gembira dan mengapresiasi prestasi para ilmuwan Indonesia.

Selain Tri Mumpuni, ia juga menyebut Adi Utarini, guru besar Universitas Gadjah Mada, yang masuk dalam 10 ilmuwan berpengaruh dunia versi Nature.

Adi Utarini masuk daftar Nature’s 10: Ten People Who Helped Shape Science in 2020 dari jurnal ilmu pengetahuan Nature. Sedangkan Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA), Tri Mumpuni masuk 22 Most Influential Muslim Scientists dalam daftar The 500 Most Influential Muslims yang diterbitkan Royal Islamic Strategic Studies Centre.

“Prof. Adi Utarini memimpin uji coba perintis dari sebuah teknologi yang dapat membantu memberantas demam berdarah, penyakit yang menyerang hingga 400 juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Hasil penelitian Prof. Adi Utarini dan tim berhasil mengurangi kasus demam berdarah hingga 77 persen di beberapa kota besar di Indonesia,” kata dia.

Untuk Tri Mumpuni, kata Jokowi telah mengembangkan masyarakat mandiri di kawasan terpencil melalui pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). Hingga saat ini, IBEKA telah membangun 65 PLTMH di desa-desa terpencil.

“IBEKA adalah fasilitator yang menggunakan pendekatan pembangunan PLTMH untuk membangun modal sosial rakyat,” kata dia.

Atas karya Adi Utarini dan Tri Mumpuni, dia mengapresiasi prestasi keduanya. Dia berharap Adi Utarini dan Tri Mumpuni menginspirasi generasi muda di Inonesia.

“Semoga menjadi teladan dan inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk semakin giat menekuni ilmu pengetahuan dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan kehidupan umat manusia,” ucap dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here