Tips Mengatasi Lelah dan Mengantuk Saat Mengemudi

Hindari mengantuk saat berkendara

Selama ini orang menilai kelelahan dan mengantuk di saat mengemudi tak terlalu bahaya, Hal ini sudah sering dialami banyak orang. Dalam kasus-kasus yang cukup ekstrem, rasa ngantuk saat nyetir mobil atau mengendarai motor bisa menyebabkan kecelakaan yang berujung pada kematian.

Data yang dihimpun oleh National Sleep Foundation di Amerika Serikat mencatat ada sekitar 100.000 kasus kecelakaan yang disebabkan oleh pengemudi yang mengantuk di jalan setiap tahunnya. Pasalnya, beberapa penelitian dan kejadian kecelakaan yang terjadi selama ini membuktikan bahwa kelelahan yang memicu rasa kantuk telah menjadi penyebab 37 persen dari total 100 kejadian kecelakaan di Amerika Serikat setelah mabuk yang mencapai 59 persen.

Anda bisa menghindari hal serupa terjadi pada Anda atau orang tercinta karena kelelahan atau mengantuk saat berkendara. Lantas bagaimana cara mengatasi bila rasa kelelahan mendera kala Anda di tengah perjalanan jauh? berikut ini berbagai tips untuk melawan ngantuk saat menyetir mobil atau motor.

1. Jangan mengemudi lebih dari tiga jam

Mengemudikan mobil selama tiga jam terus menerus tanpa henti menyebabkan saraf sensorik dan motorik seseorang yang menenggak minuman beralkohol dengan kandungan 40 persen. Hal itu bisa terjadi karena kedua saraf tersebut mengalami ketegangan karena orang yang bersangkutan dituntut untuk konsentrasi memperhatikan jalan dan kondisi mobil.

2. Istirahat sejenak dan olah raga ringan

Cara lain menghilangkan kelelahan dan mengantuk adalah beristirahat. Bila dalam perjalanan Anda sudah mulai merasakan tanda-tanda kelelahan dan kantuk sebaiknya menghentikan kendaraan dan beristirahat.

Berbaring atau tidurlah selama 30 menit atau minimal 20 menit. Setelah itu, sempatkan untuk berolah raga ringan sekitar 5 menit dengan urutan bagian tubuh paling atas yaitu kepala, bahu, lengan tangan, bahu, lutut, dan tungkai. Selain itu, aliran darah pun lancar.

3. Jangan banyak mengkonsumsi karbohidrat

Selain beristirahat setelah mengemudi selama tiga jam, hal lain yang patut dihindari adalah mengkonsumsi karbohidrat terutama nasi dan roti gandum. Sebab, zat tersebut berpotensi memicu rasa kantuk.

Hal itu bisa terjadi karena L-Tryptophan atau asam amino esensial di karbohidrat akan diubah menjadi niacin dan vitamin B. Sementara niacin memproduksi serotonin.

Terlebih pada saat yang bersamaan, asam amino lainnya juga masuk ke dalam darah. Pada saat itulah, kandungan L-Tryptophan semakin besar sehingga rasa kantuk pun menjadi-jadi.

Sebagai ganti karbohidrat selama perjalanan, makanlah buah atau coklat. Vitamin dalam buah tidak saja menyegarkan otot-otot dan menguatkan syarat motorik tetapi juga baik untuk menguatkan syaraf sensorik di tubuh.

Adapun cokelat mengandung zat fenol antioksidan. Zat tersebut selain menangkal racun di dalam tubuh yang terbawa di makanan yang dikonsumsi, juga menjaga sel-sel otot tubuh termasuk syaraf motorik dan sensorik.

4. Minumlah kopi bila terpaksa

Namun satu hal yang patut dicatat adalah, kafein yang ada di kopi bukanlah menyehatkan atau membuat sel-sel tubuh kita bugar atau sehat. Zat tersebut sejatinya justru menimbulkan zat yang tidak bersahabat bagi tubuh dan zat dan hormon yang ada di tubuh bereaksi melawannya.

Hal itu bisa terjadi karena kafein yang ada di kopi merangsang produksi asam lambung. Sementara, zat asam tersebut menjadi media yang subur bagi tumbuhnya beberapa bakteri racun.

Oleh karena itu, pada saat itulah tubuh melakukan perlawanan secara otomatis. Beberapa zat anti racun di dalam tubuh bekerja ekstra keras. Pada saat itulah orang yang minum kopi merasa tubuhnya kembali bugar.

5. Minta ditemani saat mengemudi

Kalau Anda kurang tidur, kurang istirahat, atau sedang  kelelahan berat, hindari mengemudi seorang diri. Apalagi jika jaraknya cukup jauh. Ajaklah seorang teman atau anggota keluarga yang bisa menemani Anda sepanjang jalan. Dengan begitu, Anda bisa mengobrol bersamanya jika Anda mulai mengantuk. Dia juga bisa menjadi ‘polisi’ kalau Anda sudah mulai kehilangan kewaspadaan, terkantuk-kantuk, atau hampir tertidur. Akan lebih baik lagi jika orang yang menemani Anda bersedia untuk bergantian mengemudi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here