Tingkatkan Islam Moderat, Puluhan Santri MAJT Raih Beasiswa ke Cina

FOTO BERSAMA: Para santri MAJT yang akan menempuh studi S2 dan S3 di berbagai perguruan tinggi di China foto bersama dengan para pengurus MAJT dalam upacara penlepasan di aula Masjid Agung Jawa Tengah.

Masjid Agung Jawa Tengah memang menjadi masjid tertua dan terindah di Jawa tengah, namun ternyata para santri memiliki kemampuan meraih ilmu hingga ke mancanegara, salah satunya hingga ke negeri Cina,

Badan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) saat ini telah bekerja sama dengan masjid di Cina guna memperbaiki manajemen pengelolaan serta menelurkan program keagamaan dan kebudayaan keislaman yang inovatif.

Dengan adanya kesamaan-kesamaan mendasar antara Indonesia-China sehingga perlu dilakukannya kerjasama sister mosque dengan masjid di China. Secara karakteristik, kesamaan-kesamaan tersebut antara lain bahwa keduanya merupakan negara yang memiliki penganut muslim yang cukup besar. Selain itu, kedua negara bersepakat untuk membangun kesepahaman di bidang sosial dan budaya.

Tujuan lain, paling tidak kerjasama itu sebagai langkah untuk membangun mutual understanding di bidang sosial, budaya dan pendidikan. Maka, untuk mengimplementasikan upaya itu pemerintah China menyetujui dilakukannya pertukaran pelajar/mahasiswa di bidang pendidikan.

Pemerintah China merespon positif keinginan MAJT dengan menawarkan beasiswa pendidikan bagi kader putra maupun putri melalui rekomendasi masjid. Seiring dengan hal tersebut, MAJT lalu mengirimkan sembilan orang sarjana yang terdiri dari perwakilan masjid serta dari pondok pesantren di lingkup Provinsi Jawa Tengah.

Hingga saat ini MAJT telah menerima 17 santri yang telah lulus S2 dari negeri Cina, dan belum lama ini sebanyak 8 santri telah berangkat ke Cina untuk menempuh pendidikan, beberapa jurusan dari berbagai Universitas di tempati santri tersebut diantaranya Jiangxi Normal university, China Ocean University, Shandong University, Heilongjiang University, Northeast University, dan jurusan yang diminati Hukum, Psikologi, ekonomi, kajian agama, matematika, bisnis administrasi serta politik internasional.

Menurut Ahmad Zuhri selaku pengurus dewan pelaksana pengelola MAJT tentang pentingnya menjalin kerjasama dengan negara luar agar kegiatan itu tak hanya berhenti sampai di sini. Banyak manfaat yang di dapat asal mampu mengembangkannya dengan baik dan profesional dan juga bagian dari upaya turut serta menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah secara umum. “Selain itu program ini diharapka bisa mempererat hubungan dan kerja sama Indonesia-China di bidang sosial-budaya, juga untuk menebarkan kedamaian serta kesejahteraan bagi lingkungan sekitar dan pertukaran pikiran tentang pengelolaan kehidupan beragama dan dengan sister mosque, nantinya memungkinkan ada pertukaran muslim China dan Indonesia, Antarmasjid bisa bergantian mengadakan pameran kebudayaan atau lainnya, yang berguna bagi umat Islam kedua negara.”ujarnya kepada Kabarrantau

Ahmad Zuhri juga menjelaskan pentingnya meningkatkan kader muslim Indonesia, “kami berharap dapat tumbuh kader islam moderat dan berharap agar semakin banyak santri di Jawa Tengah bisa belajar ke Luar negeri untuk meningkatkan SDM dan sekaligus sebagai penyebar islam Indonesia yang moderat”ujar Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayattulah ini.