Tim Tari SIKK Raih Medali di Borneo Arts Festival 2017

Tim Tari Sekolah Indonesia Kota Kinabali (SIKK) berhasil membawa nama harum bangsa dengan meraih prestasi pada lomba tari kreatif “Borneo Arts Festival 2017” yang diselenggarakan di Pulau Labuan, 29 September – 1 Oktober 2017. Tari kreasi berjudul “Sumpah Prasasti” yang ditarikan oleh murid SIKK mendapatkan peringkat ke-6 dari 19 peserta yang berasal dari Sabah, Sarawak, dan Semenanjung, Malaysia.

Penyerahan penghargaan disampaikan langsung oleh YB Datuk Rozman Datuk Haji Isli, Anggota Parlemen untuk WP Labuan, yang juga Ketua Perbadanan Labuan.

Kepala Sekolah SIKK, H. Istiqlal, yang didampingi pelatih tari, Dwi, menjelaskan bahwa Festival 2017 ini bertema “Tourism through Arts”. Selain Tim Tari dari SIKK, turut juga berpartisipasi beberapa seniman dari Indonesia yang menampilkan konser gambus, pameran seni lukis dan lomba fotografi.

Mengomentari capaian anak-anak didiknya pada ajang festival ini, Kepala SIKK, H. Istiqlal, menyatakan bahwa sebenarnya penampilan anak-anak SIKK dari aspek kreativitas, koreografi, tata busana, tata musik, keselarasan dan artistiknya sudah sangat baik. Dia menegaskan bahwa meskipun belum berhasil membawa pulang penghargaan tertinggi dari ajang festival ini, setidaknya hal ini akan lebih menambah wawasan dan memacu kreativitas para peserta anak didik, terutama dalam bidang seni budaya.

Sementara itu, Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Akhmad DH Irfan, pada kesempatan terpisah mengatakan bahwa keikutsertaan Tim Tari dari SIKK dalam Festival di Labuan termasuk upaya mempromosikan budaya Indonesia sehingga KJRI perlu mendukungnya. Mengenai Tim Tari SIKK belum meraih juara pertama di festival, Konjen Irfan punya pendapat lain bahwa kalah dan menang dalam sebuah kompetisi bukan masalah karena walaupun Tim Tari SIKK hanya meraih juara ke 6 (hanya mendapat penghargaan perunggu), tetapi masyarakat penonton sudah diperkenalkan tentang seni tari dan budaya Indonesia.

“Mereka para penonton di Labuan kan sudah dapat menyaksikan dan menghargai indahnya seni tari Indonesia. Saya dapat laporan Tim Tari SIKK telah mendapat tepuk tangan gemuruh. Jadi soal menang hanya tinggal tunggu waktu saja dan Tim Tari perlu latihan lagi lebih keras di tahun mendatang,” ujar Konjen Irfan.

Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Kota Kinabalu, Cahyono Rustam, yang mendampingi Tim Tari SIKK menjelaskan bahwa Borneo Arts Festival (BAF) adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Jabatan Pelancongan, Kebudayaan dan Kesenian Perbadanan Labuan. Festival budaya tahunan ini diikuti oleh kelompok seni/seniman dari negera-negara BIMP-EAGA (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Phillipine).

BAF 2017 ini juga diikut oleh sejumlah seniman/budayawan dari luar BIMP-EAGA, antara lain dari Singapura, Turki, dan Iran. BAF 2017 yang berlangsung selama 3 hari menampilkan 23 jenis kegiatan, yaitu lomba tari kreatif, lomba tari zapin, konser gambus, konser rebana, peragaan busana tradisional, pameran seni lukis, fotografi serta pameran produk-produk ekonomi kreatif UMKM.

Terpilih sebagai penerima pengharaan utama (platinum) pada lomba tersebut adalah kelompok tari “Gerini Tari” SMK Medamit, Sarawak, diikuti oleh Stadansa dari Kota Kinabalu.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here