Tim Pelajar U-18 Indonesia Raih Runner Up pada Asian School Football U18 Championship

​Nyanyian lagu Indonesia Raya menghenyakkan khalayak yang tengah mengobrol santai dengan sesama hadirin yang menandai dimulainya resepsi diplomatik kali ini. Iringan lagu kebangsaan Iran Sorood-e-Melli yang mengikutinya semakin menambah keheningan dan keharuan para hadirin yang merefleksikan kedekatan emosional kedua bangsa, Iran dan Indonesia.

“Hubungan sosio-budaya kedua negara berada dalam level yang sangat baik. Upaya mensinergikan potensi perbedaan antara Indonesia sebagai negara sunni terbesar dan Iran sebagai negara Syiah terbesar di dunia telah membuahkan kerjasama erat kedua bangsa”, ujar Dubes Dian dalam kalimat pembukanya.

“Harus diakui bahwa hubungan ekonomi kita memasuki fase yang sangat menantang, kedua negara memiliki potensi yang bersifat komplementer yang belum tereksplorasi secara maksimal karena banyaknya hambatan eksternal”, imbuhnya.

Turut hadir memeriahkan resepsi diplomatik ini H.E. Mr. Mahmod Faezi, Menteri Informasi dan Komunikasi yang juga merangkap sebagai Menteri Ilmu Pengetahuan, Riset dan Teknologi Iran. Dalam sambutannya, seraya mengamini ungkapan Dubes Dian, sang menteri dengan nada serupa menyampaikan bahwa “Hubungan Indonesia-Iran tidak saja sangat baik dalam tataran bilateral, namun juga regional dan internasional.”

Kehadiran seorang Menteri pada resepsi ini menandai terpelihara eratnya hubungan baik kedua negara, setelah pada resepsi tahun lalu, H.E. Mohammad Ali Jannati, Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran yang juga baru dilantik pada kabinet Rouhani turut hadir memeriahkan resepsi serupa.

Tercatat di bidang Iptek, Indonesia cukup banyak memetik pelajaran berharga dari Iran, dalam kerangka kerjasama Organisasi Konferensi Islam (OKI), akhir-akhir ini Indonesia mengirim 2 orang ilmuwannya untuk belajar teknologi stemcell di salah satu kampus terkemuka di tanah Persia. Pemerintahan kedua negara juga baru saja menandatangani pembaharuan Perjanjian Kerjasama Iptek di sela-sela kunjungan H.E. Muhamamd Hatta, Menristek RI ke Tehran akhir Juni lalu.

Di penghujung sambutannya, sang Menteri menegaskan “Hubungan kedua negara sangat baik, namun harus terus ditingkatkan. Dirgahayu RI ke-69”, pungkasnya.

Suguhan tarian Pendet dan Sekar Jagat yang ditampilkan oleh Muthia Herianda juga menjadi agenda utama. Berbalut busana daerah Bali, Muthia telah berhasil menyihir ratusan hadirin dengan decak kagum akan kepiawannya dalam menari dan keindahan harmoni musik tradisional pulau dewata yang mengiringinya.

Meski dilaksanakan secara sederhana di tengan minimnya anggaran yang tersedia, resepsi kemerdekaan yang dihelat KBRI Tehran kali ini telah berhasil menjadikannya sebagai ajang silaturahmi kalangan diplomatik dan Friends of Indonesia yang bersuka ria di tengah suguhan kuliner dan budaya nasional kebanggan kita.

Dirgahayu Indonesia !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here