Tiga Siswa Indonesia Raih Prestasi Internasional di Ajang AYL Japan

Siswa Indonesia dari SMAN 2 Cibinong (SMAVO) berhasil mengharumkan nama Kabupaten Bogor sampai ke kancah internasional. Tiga siswa sukses membawa pulang prestasi internasional di ajang Asia Youth Leadership (AYL) 2020.

Kepala SMAN 2 Cibinong, Elis Nurhayati menerangkan kepada Radar Bogor, kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dengan AEON 1% Club Japan mengadakan program pertukaran pelajar setiap tahun, yakni Asia Youth Leadership. Asia Youth Leadership 2020 diselenggarakan secara daring karena ada pandemi. Ketiga siswanya berhasil melalui tahapan-tahapan yang sudah ada dari program tersebut.

“Dengan prestasi dunia itu, SMAVO yang pada tahun ini menerapkan Sekolah Jabar Masagi diharapkan turut berkontribusi dalam upaya pemerintah Kabupaten Bogor untuk menjadi kabupaten termaju di Indonesia dan melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1, mewujudkan program Provinsi Jawa Barat, yaitu Jabar Juara Lahir Batin,” ungkapnya kepada Radar Bogor, Selasa (22/12).

Ia menerangkan, Indonesia mengirimkan tujuh orang sebagai delegasi perwakilan. Tiga diantaranya merupaman siswa SMAN 2 Cibinong, yaitu M Putra Ramadhan, Zaima Firoos Likan, dan Fatiha Farah Santi Dewi.

Program pertukaran pikiran antar pemuda di Asia itu mempertemukan pemuda dan pemudi dari sembilan negara, yakni Indonesia, Jepang, Kamboja, Cina, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam. Program itu melakukan dua tahap seleksi.

Tahap pertama, dengan membuat video tentang motivasi dan alasan peserta ikut pertukaran pelajar. Selanjutnya, peserta diminta untuk mengirim CV yang dilanjutkan dengan wawancara secara daring pada tahap kedua.

Para peserta seharusnya berangkat ke Jepang dan melaksanakan pertukaran pelajar secara langsung. Namun karena adanya pandemi dan kewajiban untuk melaksanakan protokol kesehatan, tahun ini keberangkatan diurungkan. Pelaksanaan AYL 2020 ini akan dilakukan secara daring dengan zoom conference pada 17-19 Desember.

“Dari 9 negara, terpilih 67 perwakilan yang dibagi menjadi 10 kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 7-8 orang yang berasal dari negara yang berbeda. Pada pelaksanaan nanti, para delegasi akan bertukar pikiran tentang tema yang diambil yaitu ‘What We Can Propose Experiencing COVID 19 Related Confusion in terms of Education” terang Elis.

Pada akhir kegiatan peserta diharapkan melakukan presentasi dari setiap kelompoknya untuk memberikan pernyataan tentang penyelesaian mereka pada kebimbangan di dunia pendidikan karena dampak dari Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here