Tiga Pemuda Indonesia Pelopori Komunitas Pelajar ASEAN di Turki

“Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda mampu mengubah dunia”, begitulah salah satu ungkapan bapak proklamator Indonesia yang sangat terkenal, Ir Soekarno. Beliau begitu percaya akan kekuatan pemuda yang mampu menjadi sosok perubahan. Kata-kata ini juga terbukti dengan banyaknya pemuda Indonesia yang mampu menjadi sosok perubahan dunia.Seperti yang dilakukan oleh ketiga pemuda Indonesia yang berada di negeri dua benua ini. Adalah Farhan Kurnia Mayendri, Gesta Fauzia Nurbiansyah, Adli Hazmi bersama 1 pelajar Malaysia lainnya yang telah berhasil menginisiasi terbentuknya komunitas pelajar ASEAN di Turki. Ketiganya adalah penerima beasiswa pemerintah Turki (Turkiye Burslari) yang kini menempuh pendidikan Strata-2 di universitas yang berbeda. Farhan saat ini sedang menempuh S2 di Hacettepe University, Ankara jurusan Ekonomi sedangkan Gesta dan Adli kini menempuh pendidikan di Necmettin Erbakan Universitesi-Konya.

Penginisiasian terbentuknya komunitas pelajar ASEAN ini didasari oleh minimnya pengetahuan orang asing mengenai ASEAN, terutama di Turki.

“Kami ingin supaya ASEAN dikenal luas dimanapun kita berpijak, khususnya di Turki ini. Selain itu di Eropa khususnya belum ada komunitas pelajar ASEAN di lingkup country level, kami ingin membawa semangat ASEAN tersebut”. Ungkap Gesta kepada GNFI.

Di Turki terdapat beberapa organisasi pelajar yang aktif seperti Perhimpunan Pelajar Indonesia di Turki (PPI Turki) yang berdiri tahun 2010, Thailand Students Association in Turkey (TSAT) dan Malaysia Students Association in Turkey (MASAT) yang berdiri tahun 2012 dan Filipino Students Association in Turkey (FSA) yang berdiri tahun 2016.

Pada tanggal 23 Maret lalu, sebuah deklarasi terbentuknya komunitas ini berhasil dilakukan di kantor Yurtdisi Turkler ve Akraba toplulugu (YTB). Deklarasi ini juga ditandatangani oleh perwakilan organisasi pelajar yakni Nur Izzah Binti Fakharuldin (Presiden MASAT) yang juga merupakan salah satu inisiator terbentuknya komunitas ASEAN di Turki berkewarganegaraan Malaysia, Darliz Aziz (Ketua PPI Turki), Kyle Christian Manejero (perwakilan FSA) dan  Fadel Chehae (ketua TSAT).

Farhan, Gesta dan Adli inisiator komunitas pelajar ASEAN di Turki
Farhan, Gesta dan Adli inisiator komunitas pelajar ASEAN di Turki

“Komunitas pelajar ASEAN ini adalah embrio penting untuk pergerakan dan pengembangan pelajar ASEAN di Turki. Tujuan adanya komunitas ini adalah untuk memperkuat hubungan antar pemuda ASEAN di Turki, membawa semangat ASEAN dan sebuah wadah untuk membuat program yang baik demi masa depan ASEAN”, ungkap Farhan.

Deklarasi ini dikemas dalam program seminar dengan tema besar “Demokrasi” oleh Director of the Training and Technical Cooperation Department of Statistical Economic and Social Research and Training for Islamic Countries (SESRIC), Serenli, Msc. Ia berbicara mengenai budaya demokrasi beserta tantangannya. Dalam pidatonya, Serenli percaya bahwa parlemen, pemerintah dan institusi-institusi terkait memiliki pekerjaan yang esesnsial dalam pembentukan budaya demokrasi. Ia juga mengatakan bahwa pendidikan demokrasi seharusnya diimplementasikan sedari dini untuk membentuk budaya demokrasi yang baik

Dalam helatan yang sama terdapat pembicara lainnya, yakni Adhe Nuansa WIbisono pelajar Indonesia yang kini menempuh pendidikan Strata-3 jurusan Keamanan Internasional di Polis Akademi- Ankara. Ia berbicara mengenai kondisi demokrasi di Indonesia dan Pancasila sebagai pondasi penting negara yang keberadaannya tidak bisa digantikan.

Mr. Erilic sebagai key note speaker
Mr. Serenli sebagai key note speaker

Pembicara kedua yakni Anwar Komaa, pelajar Thailand yang menempuh study Strata 3 jurusan Hubungan Internasional di Dokuz Eylul University. Ia berbicara tentang dinamika monarki yang berada di Thailand. Termasuk didalamnya apa yang terjadi pada tahun 1974 di Thamassat University yang mana pada waktu itu terdapat pertarungan antara orang yang mendukung demokrasi dengan yang mendukung Monarki.

Pembicara ketiga yaitu Imaduddin Rabbani bin Zulbahar pelajar asal Malaysia yang kini menempuh program master di Medeniyet University, Istanbul jurusan International Ottoman Studies. Ia berbicara mengenai situasi dan konflik yang terjadi di Malaysia pada masa perjuangan demokrasi.

Program ini dihadiri oleh fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara, Hafid Apriliyan Santosa dan Minister Counselor kedutaan Malaysia di Ankara.

Penandatanganan deklarasi komunitas pelajar ASEAN di Turki
Penandatanganan deklarasi komunitas pelajar ASEAN di Turki

Terlaksananya program ini adalah hasil kerjasama dan dukungan dari YTB, PPI Turki, PPI Ankara, PSAT, MASAT dan FSA.

“Sebagai pemuda kita harus menyadari bahwa kita adalah cikal bakal pemimpin masa depan, dan saya berharap adanya komunitas ASEAN di Turki ini mampu memberikan kontribusi positif baik untuk ASEAN maupun pemuda ASEAN kedepannya”, tutup Adli.

Farhan Kurnia Mayendri memberi pidato tentang ASEAN
Farhan Kurnia Mayendri memberi pidato tentang ASEAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here