Tidak Tercantum dalam PGS, Susu Kental Manis Tidak Layak Untuk Diminum

Diantara banyak jenis susu, susu kental manis adalah jenis yang paling tidak dianjurkan untuk diminum rutin setiap hari, terutama oleh anak-anak. Sebab, susu kental manis memiliki kandungan gula lebih tinggi dibanding susu jenis lain.

Prof.Dr.Ir. Dodik Briawan, nutritionist dari SEAFAST Center, IPB mengatakan susu kental manis mengandung 40 – 50% gula sehingga tidak baik bila dikonsumsi oleh anak. “Susu kental manis itu sedikit sekali pengaruhnya terhadap kebutuhan gizi anak, dan juga bukan susu yang tercantum dalam pedoman gizi seimbang,” ujar Dodik dalam edukasi tentang gizi anak yang disampaikan kepada sejumlah parenting blogger, Selasa (19/9) lalu.

Pedoman Gizi Seimbang (PGS)  yang diterapkan di Indonesia mengacu pada Nutrition Guide for Balanced Diet, yaitu hasil kesepakatan konferensi pangan sedunia pada tahun 1992. PGS dimaknai sebagai susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dalam konsep PGS, susu masuk ke dalam kelompok lauk pauk yang dapat digantikan dengan jenis makanan lain bila sama nilai gizinya. “Karena itu, bila memang secara ekonomis harga susu pertumbuhan dirasa tidak terjangkau, gantilah kebutuhan nutrisi anak dengan pangan lokal lainnya, tidak perlu anak diberi susu namun malah beresiko untuk anak seperti susu kental manis,” jelas Dodik.

Susu kental manis pertama kali diproduksi di Amerika pada abad ke-18. Karena sifatnya yang tahan lama, susu kental manis digunakan sebagai bekal tentara Amerika yang sedang terlibat perang saudara. Proses pembuatannya dengan cara menguapkan sebagian air dari susu segar (50%) kemudian ditambah dengan gula 45-50%. Proses evaporasi tersebutlah yang menyebabkan produk ini tahan lebih lama dibanding susu lainnya.

Di negara-negara maju pada umumnya masyarakat sudah tidak mengkonsumsi susu kental manis sebagai minuman. Sebagian kecil mengkonsumsi susu kental manis sebagai campuran dessert atau sebagai bahan campuran makanan. Hal itu disebabkan kandungan gizi susu kental manis yang rendah.

Sementara di Indonesia, konsumsi susu kental manis cenderung meningkat. Data rata-rata konsumsi per kapita seminggu beberapa macam bahan makanan penting dari badan pusat statistik (BPS) menunjukkan bahwa konsumsi SKM meningkat sebesar 1,7% pada tahun 2012-2015. Data dari Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2016 menunjukan susu kental manis adalah susu yang paling banyak di konsumsi oleh masyarakat Indonesia, baik di kota maupun desa. Dilihat dari pengeluaran rumah tangga, susu kental manis paling banyak (73%) dikonsumsi oleh masyarakat dengan belanja rumah tangga dibawah 2,5 juta perbulan.

Aktivis Diaspora Indonesia, Indah Morgan yang pernah bermukim di Australia dan Tiongkok ini turut mengkhawatirkan kebiasaan masyarakat Indonesia yang masih memberikan susu kental manis sebagai minuman untuk anak. “Diluar negeri masyarakat sudah teredukasi bahwa susu kental manis tidak untuk anak-anak. Tidak hanya susu kental manis, edukasi tentang makanan dan minuman yang dikemas dalam kaleng menjadi penting mengingat kaleng terbuat dari alumunium, yang jika sudah terbuka lebih beresiko,  jadi konsumen harus lebih hati-hati” ujar Indah. Aktivis yang juga penulis ini mencontohkan, jika kaleng kemasan sudah rusak, atau berdesir saat dibuka, bisa jadi adalah indikasi bahwa makanan tersebut sudah rusak.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here