Teliti Nanas, Mahasiswa Indonesia Raih Penghargaan Internasional

Karena meneliti Nanas dijadikan Produk Masker, berhasil menghantarkan Tim mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) dengan menorehkan prestasi di ajang internasional. Kali ini prestasi membanggakan berhasil diraih pada ajang Malaysia Technology Expo 2017 (MTE 2017), di Putra World Trade Centre, Kuala Lumpur Malaysia, 16-18 Februari 2017, dengan memperoleh Gold Medal, Special Award dari Kroasia sekaligus the Best Award.

Tim mahasiswa Indonesia yang beranggotakan Mhd. Hamzah Fansuri dan Rosnalia Widyan, mampu bersaing dengan peneliti-peneliti dari berbagai negara seperti Malaysia, Iran, Kroasia, Vietnam, dan Taiwan.

Disampaikan Rosnalia Widyan, penyelenggaraan event oleh Malaysian Association of Research Scientists (MARS) ini didukung oleh beberepa kementerian di Malaysia, yakni Ministry of Science Technology and Innovation, Ministry of Higher Learning Malaysia, Ministry of Education dan International Trade and Industry.
”Terdapat 335 tim yang turut serta pada ajang ini. Jumlah ini terbagi dalam tiga klaster yakni kategori untuk junior, youth dan ketegori yang diikuti oleh para dosen,” ujar Rosnalia Widyan.


Rosnalia Widyan menuturkan, MTE 2017 merupakan salah satu event besar di Malaysia yang digelar setiap tahun. Event ini juga menjadi ajang para investor mencari para ilmuan dan teknologi hasil penelitian yang bisa dikomersilkan. “Tim kamipun juga sempat diwawancarai  dan ditawari oleh salah satu investor yang hadir,” tuturnya.

Produk Masker Nanas (Masnas) menurut Rosnalia Widyan, bahan utamanya terbuat dari serat daun nanas.  Dari daun nanas kemudian diambil seratnya, lalu diproses sampai memperoleh serat yang benar-benar halus. Setelahnya di buat benang dan dijadikan kain, kemudian baru dibuat masker.

Lebih lanjut dipaparkan Rosnalia Widyan, tujuan awal dari penelitian yang ia lakukan bersama tim adalah ingin membuat masker kesehatan. Artinya tidak hanya membuat masker biasa, tetapi ada proses imobilisasi pada permukaan maskernya dengan karbon aktif yang tujuannya untuk mengadsorpsi polutan. Selanjutnya juga penggunaan logam titanium yang fungsinya untuk membunuh bakteri.

“Masnas ini merupakan inovasi baru yang berfungsi sebagai isolator panas dan dapat mengurangi panas. Nanas sendiri dibuat dengan mengekstraksi menggunakan dekotikator untuk mendapatkan serat yang kemudian di proses menjadi kain untuk membuat Masnas,” jelasnya.

Rosnalia Widyan menambahkan, dalam event MARS kami tidak hanya sekedar membawa produk, tetapi produk yang benar-benar telah diuji. Dalam produk yang dipamerkan ini sudah mengantongi dua nomor paten, yakni paten metode dan juga paten produk (Dalam proses mendapatkan No HKI). ”Dua berkas paten kami bawa dan satu lagi proposal bisnis plan, dan hal ini menjadi poin penting penilaian oleh dewan juri,” ujarnya.

Diungkapkan Rosnalia Widyan, penelitian Masnas ini telah dilakukan sejak bulan Oktober 2016 sampai Januari 2017. Ia berharap, untuk pengembangan ke depan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sehingga permukaan masker dapat lebih halus lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here