Tarian dan Busana Indonesia Menarik Perhatian Pengunjungan di Pameran Pariwisata APAVIT 2021

Setelah vakum selama 1 tahun karena pandemi, Asosiasi Biro Perjalanan Peru (APAVIT) kembali menyelenggarakan Pameran Pariwisata Tahunan di taman Parque Reducto No. 2, Miraflores. Tahun ini kegiatan diselenggarakan dalam bentu workshop dan Pameran bertema Reactivaton 2021.

Pameran yang diikuti oleh lebih dari 50 ekshibitor dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata Peru, Julia Isabel Alvarez Novoa dan Presiden APAVIT, Ricardo Acosta. Indonesia yang ikut berpartisipasi sejak tahun 2018, kali ini tampil dengan booth Indonesia, seminar mengenai destinasi wisata oleh Duta Besar RI untuk Peru, Marina Estella Anwar Bey dan Bonna Tours serta pementasan tarian.

“Indonesia adalah negara yang kaya akan keindahan alam, seni dan budaya yang tidak terlupakan,” ungkap Dubes RI dalam sambutannya pada seminar desinasi wisata. Dubes RI juga mengajak pengunjung seminar datang ke Indonesia untuk mengetahui mengenai keanekaragaman tersebut.

General Manager Bonna Tours yang sekaligus Vice President Apavit, Patricia Campos, menyampaikan pengalamannya ketika berkunjung ke Indonesia pada tahun 2019. Difasilitasi KBRI Lima, Beliau mengunjungi Indonesia dalam rangka program Familiarization Trip (FamTrip) yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Seminar ditutup dengan tarian tradisional Serampang Dua Belas yang ditampilkan oleh 6 orang mahasiswa yang merupakan warga negara Peru. Pengunjung yang menyaksikan tarian tersebut sangat terkesan dan memberikan apresiasinya bertepuk tangan dengan meriah. Booth Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI Lima juga menampilkan video dan informasi tentang destinasi pariwisata Indonesia di berbagai provinsi. Booth Indonesia juga dihiasi 2 pasang mannequin berbusana tradisional minang telah menarik banyak perhatian pengunjung baik operator tur maupun wisatawan yang berkeinginan untuk berfoto bersama busana yang ditampilkan.

Selama 2 hari pelaksanaan pameran, booth Indonesia telah dikunjungi lebih dari 150 orang. Sebagian besar pengunjung menginginkan informasi terkait regulasi kunjungan ke Indonesia dalam masa pandemi, khususnya mengenai dibuka atau tidaknya Indonesia bagi wisatawan asing dan bebas visa.