Spensav, Antivirus Buatan Siswa SMP yang Mendunia

Saat menjadi pelajar SMP pada 2009-2010, Muhammad Isfhani Ghiath atau yang biasa disapa Isfha, menciptakan inovasi mutakhir di bidang teknologi. Ia menciptakan Spensav, antivirus yang menjadi runner-up di sebuah kompetisi.

Ajang yang diikuti Isfha adalah Asia-Pasific Information and Communication Technology Alliance Awards 2014. Dilansir GNFI, Spensav buatan Isfha berhasil menyabet juara dua, dan mendapat apresiasi dari Menteri Kominfo saat itu, Tifatul Sembiring.

Spensav kemudian langsung diminati banyak orang, dan tercatat telah diunduh sekitar 500 ribu pengguna. Berkat prestasinya, Isfha juga mendapat hadiah laptop dari Menkominfo, yang sekaligus menjadi laptop pertamanya.

Dilansir dari siaran pers yang diterbitkan Google Indonesia, lelaki kelahiran Sungguminasa, Sulawesi Selatan, 22 tahun yang lalu ini, sudah tertarik terjun ke dunia programming sejak duduk di bangku SD.

Ceritanya ketika menjadi siswa Sekolah Dasar, Isfha tidak sengaja membuat komputer yang disewa ayahnya untuk bisnis percetakan, terkena virus. Ia pun berupaya keras mencari cara untuk mengatasinya, tapi orang tua Isfha justru melarangnya mengoperasikan komputer.

Meski begitu Isfha tidak menyerah. Ia tetap teguh dan belajar otodidak dari internet. Uang jajannya disisihkan tiap minggu untuk ke warnet demi memenuhi hasrat keingintahuannya yang tinggi, agar bisa menjawab hal yang dipertanyakannya selama ini, membasmi virus yang menjangkiti komputer sang ayah.

Isfha kemudian terus menggali ilmu di dunia programming dan mengambil jurusan informatika di STT Terpadu Nurul Fikri. Selain itu Isfha juga memperaktekkan dan melakukan beragam uji coba aplikasi yang diciptakan bersama teman-temannya di Developer Student Clus (DSC).

Kerja keras Isfha akhirnya membuahkan hasil. Selain Spensav, ada dua aplikasi lain yang sedang dikembangkan dan akan segera diperkenalkan ke publik.

Aplikasi pertama namanya Relieve. Aplikasi food sharing yang menghubungkan restoran dengan komunitas food sharing yang nantinya akan membagikan kelebihan makanan kepada tunawisma.

Lalu yang kedua adalag WeBlocker. sebuah aplikasi parental control yang akan memudahkan orang tua memantau aktivitas anaknya selama berselancar di internet baik melalui komputer maupun melalui ponsel pintar.

Tampilan program WeBlocker | Foto: Dok. Google Indonesia

Melalui karya-karyanya itu, Isfha mendapat kesempatan datang ke Google I/O, salah satu impiannya yang akhirnya terwujud.

Isfha menunjukkan bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Dari sebuah kesalahan tidak disengaja, membuatnya kini jadi developer potensial yang mengharumkan nama bangsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here