SPE UGM-SC Raih Penghargaan Student Chapter Excellence Award 2020

Society of Petroleum Engineers Universitas Gadjah Mada–Student Chapter (SPE UGM-SC) berhasil meraih penghargaan sebagai Student Chapter Excellence Award 2020. Raihan penghargaan ini tentu membanggakan banyak pihak sebab event tahunan yang diberikan Society of Petroleum Engineers (SPE) International hanya diberikan kepada 20 persen student chapter dari seluruh dunia dengan penilaian laporan tahunan yang diajukan oleh setiap student chapter.

Handika Lazuardi, Presiden SPE UGM-SC tahun 2019/ 2020, mengatakan SPE UGM-SC berhasil meraih penghargaan setelah bersaing dengan 411 student chapter dari seluruh dunia. Penilaian penghargaan berdasarkan program kerja organisasi selama setahun yang meliputi industry engagement, operations and planning, community involvement, professional development, dan inovasi dari program organisasi.

“Ada beberapa nilai plus dalam laporan yang diajukan SPE UGM-SC kali ini meliputi inovasi program kerja, peningkatan jumlah anggota sebanyak 82 persen, dan peningkatan intensitas program training. Kepengurusan yang berasal dari beberapa departemen berbeda, Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik dan Geofisika Fakultas MIPA yang tergabung dalam tim ini menjadi salah satu faktor pendorong terciptanya inovasi program kerja yang bermanfaat bagi para anggota,”ujar Handika dikutip dalam laman UGM.

Nirwan Ashari, mahasiswa program studi Geofisika, FMIPA UGM 2017, menambahkan penghargaan yang diterima kali ini adalah untuk kepengurusan SPE UGM – Student Chapter periode 2019. Untuk kepengurusannya terdiri dari 3 departemen yaitu Teknik Kimia dan Teknik Geologi Fakultas Teknik serta Geofisika dari FMIPA UGM.

“Ini kompetisi tahunan untuk menilai kinerja dari masing-masing chapter dengan parameter sbg berikut Industry Engagment, Comunity Involvement, Planning and Operations, Innovations, dan Professional Development selama satu tahun kepemgurusan,”terangnya.

Untuk industry engagement atau interaksi antara mahasiswa dalam konteks boards SPE UGM dan Industri maka yang dinilai penerapannya. Misalnya company visit dengan mengundang profesional dari suatu company untuk menjadi pembicara dalam suatu course/guest lecture/seminar.

“Juga kerja sama dalam bentuk sponsorship ataupun menjadi juri dalam event tahunan kami yang setidaknya berskala Asia-Pasific,”ucapnya.

Lantas penilaian dalam hal planning and operations, kata Nirwan, bagaimana SPE UGM merancang dan mengeksekusi program yang efektif, relevan, dan mampu memberi benefit terhadap Boards maupun membernya selama satu tahun kepengurusan. Hal ini tentu terkait dengan penyusunan timeline program kerja di awal dan bagaimana implementasinya.

Selanjutnya parameter community involvement maka parameter yang dinilai adalah bagaimana SPE UGM dapat memberi dampak yang baik terhadap suatu komunitas/lingkungan sosial, minimal untuk Jogja dan sekitarnya. Di tahun 2019 SPE UGM mengadakan penanaman 200 bibit mangrove di sepanjang garis Pantai Baros, Bantul, SPE Goes to School untuk menyosialisasikan materi tentang energi kepada siswa SD di sekitar Pantai Baros dan melaksanakan program blood donation bekerja sama dengan RS Dr. Sardjito.

“Untuk profesional development, parameter yang dinilai seberapa mampu SPE UGM menyiapkan para Boards dan Membernya untuk siap masuk kedalam dunia industri setelah lulus dari dunia perkuliahan dengan melalui berbagai pelatihan-pelatihan yang diisi oleh former dari SPE UGM yang saat ini sudah bekerja di Dunia Perindustrian Indonesia, khususnya Oil and Gas,” ungkap Nirwan, yang kini menjabat sebagai Presiden SPE UGM-SC tahun 2020/ 2021.

Nirwan menambahkan untuk parameter terakhir yaitu innovation maka poin-poin yang diperlihatkan adalah seberapa mampu SPE UGM berinovasi melalui program-programnya sesuai dengan perkembangan terkini. Program-program ini tentu dengan melihat berbagai problem yang ada di masyarakat sehingga memiliki kemampuan adaptif untuk para boardsnya agar mampu berkembang setiap tahunnya.

“Jadi, jika SPE UGM dinobatkan masuk 20 persen student chapter terbaik karena mampu mengaplikasikan parameter-parameter tersebut,” imbuhnya.

Nirwan berharap SPE UGM bisa mempertahankan penghargaan ini di tahun berikutnya. Apalagi mampu naik lagi ke tingkat penghargaan tertinggi yaitu SPE International agar mampu mengharumkan nama UGM di kancah internasional.

“Kita pun berharap bisa lebih intens berinteraksi dengan pihak kampus agar program-program yang kami rencanakan juga bisa mendapat dukungan dari kampus khususnya dalam pendanaan. Sebab, semenjak SPE UGM berdiri belum ada pengalokasian dana khusus yang diberikan baik dari fakultas maupun dari UGM,”harapnya.

Ir. Salahuddin, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM selaku dosen pembimbing mengatakan Society of Petroleum Engineers (SPE) adalah organisasi nirlaba berskala global yang didirikan di tahun 1957 dengan lebih dari 150 ribu anggota profesional dari 143 negara yang terdiri dari insinyur perminyakan, saintis, peneliti, dan manajemen industri. SPE juga menggapai generasi muda dunia melalui 411 student chapter dengan 69 ribu anggota.

Menurutnya, student chapter yang berhasil menjalankan misi SPE bagi para anggotanya layak untuk diberikan penghargaan (Student Chapter Award). Penghargaan dimaksud supaya setiap student chapter senantiasa terlibat dengan industri migas, memiliki keterampilan menjalankan organisasi, melakukan pengabdian sosial, menumbuhkan sikap profesional dan kinerja yang membuahkan inovasi.

“Student Chapter Award diberikan setiap tahun kepada 25 persen  stundent chapter dari seluruh dunia. Saya salut untuk SPE Student Chapter UGM atas kerja keras 57 anggotanya selama tahun 2019 dan  berhasil masuk ke peringkat Excellence,”tuturnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here