Sosok Marsha Timothy Sukses Meraih Penghargaan Film di Spanyol

Penampilan Marsha Timothy dalam film Marlina si pembunuh dalam empat babak Film Indonesia berhasil mengharumkan tanah air dengan berhasil meraih Best Actress dalam ajang Sitges Internasional dalam Fantastic Film Festival di Catalonia, Spanyol pada 5-15 Oktober 2017.

Saat ditemui JawaPos di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat belum lama ini, Marsha Timothy menyebut, memerankan tokoh utama Marlina punya sederet tantangan yang menuntun kerja keras. Apalagi tokoh yang dimainkannya itu cenderung sadis sepanjang film.

Marlina adalah wanita berdarah Sumba yang menjadi korban percobaan pemerkosaan. Dia pun kemudian memenggal kepala perampok yang sempat memasuki rumahnya. Kepala tersebut perampok itu dibawa dalam perjalanannya.

“Banyak banget (tantangan) dari awal reading, agak susah, dan harus mengupas karakter Marlina. Dari awal baca dan berminggu-minggu belum menemukan karakter itu,” kata Marsha Timothy.

“Kesulitannya juga banyak. Dari mulai mendalami karakter, menunggang kuda, belajar mengendarai motor trail, dan ini tantangan baru,” imbuhnya.

Istri Vino G Bastian itu rela melewati semua tantangan tersebut untuk mendalami karakter sebagai Marlina. Tidak berhenti di situ, kapasitas akting Marsha Timothy juga diuji saat harus menjalani adegan membunuh seseorang.

“Sepanjang setiap scene, saya menemukan (tantangan) berbeda, yang lebih saat scene membunuh itu. Harus sesuai dengan teknis, antara emosi, dan pemikiran teknis agak susah,” jelasnya.

Seperti diketahui, kemenangan Marsha Timothy di Sitges International Fantastic Film Festival 2017 disampaikan langsung oleh Mouly Surya selaku sang sutradara.

“Marsha Timothy menangkan penghargaan juri internasional bergengsi sebagai aktris terbaik dari Sitges International Fantastic Film Festival, yang diselenggarakan pada tanggal 5-15 Oktober di Spanyol. Ia terpilih di antara unggulan lain termasuk Nicole Kidman, Masami Nagasawa, dan Monika Balsai,” tulis Mouly Surya di akun media sosial Instagram.

“Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak berkompetisi di Sitges dengan 34 film termasuk diantaranya The Killing of a Sacred Deer (Yorgos Lanthimos), Blade Of The Immortal (Takashi Miike), Before We Vanish (Kiyoshi Kurosawa). Film Jupiter’s Moon karya Kornél Mundruczó terpilih sebagai film terbaik. Film Marlina juga mendapatkan Special Mention di kategori Focus Asia,” imbuhnya.

Sementara itu, Marsha Timothy tampaknya sangat terkejut menerima penghargaan Best Actress dari Sitges International Fantastic Film Festival 2017. Ibu satu anak ini pun langsung mengucap syukur atas prestasi yang mengharumkan nama Indonesia ini.

“Im honored and humbled to accept this award… Alhamdulillah,” ujar Marsha Timothy.

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak adalah film berlatar Sumba, Indonesia yang menceritakan kehidupan seorang perempuan bernama Marlina. Tokoh tersebut diperankan oleh aktris Marsha Timothy. Dia adalah korban pemerkosaan yang kemudian membalas dendam terhadap perampok yang berjumlah 7 orang. Dalam perjuangan mencari keadilan, Marlina membawa kepala dari bos perampok, Markus yang dipenggal.

Selain Marsha Timothy, film Marlina turut dibintangi oleh Dea Panendra sebagai Novi, dan Yoga Pramata sebagai Franz.

Setelah berkeliling di banyak festival dunia, film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak juga akan segera tayang di Indonesia. Film itu beredar mulai 16 November 2017 di bioskop tanah air.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here