Sosok Diaspora Amerika yang Memulai dari Usaha Kecil Hingga Karya Dipakai Kylie Jenner

Sosok Delsy Gouw (26) mulai menekuni bisnis crochet-nya ‘Memorial Day’ pada bulan November 2020 dari apartemennya. Belum ada satu tahun, karyanya sudah dipakai di kalangan selebriti Amerika Serikat.

Yang sudah pernah mengenakan karya Delsy termasuk Kylie Jenner, Bella Hadid, Kaia Gerber, Rihanna, dan juga Ella Emhoff – model dan anak tiri Wapres AS Kamala Harris.

“Yang paling kaget, bener-bener deg-deg-an, itu Bella Hadid,” ujar Delsy kepada VOA Indonesia lewat Zoom. “Soalnya dia yang nge-DM (direct message) saya.”

Namun, Delsy – yang lahir di Amerika Serikat dan sempat besar di Bogor – mengaku paling bangga karyanya dipakai penyanyi Rihanna karena sudah jadi penggemar berat sejak kecil.

Kisah Karya Dipakai Kylie Jenner, ‘Seperti Mimpi’

Delsy mengaku Kylie Jenner memakai bikini Memorial Day sebagai cerita pengalaman favoritnya. Video cerita ini juga viral di TikTok.

“Banyak perasaan campur aduk,” kata perempuan yang kini tinggal Brooklyn, New York ini.

Delsy menceritakan suatu malam Senin pukul 01:00 pada bulan Maret 2020, ia dapat email dengan subject “KJ” tepat sebelum ia tidur – yang ternyata datang dari stylist atau penata gaya Kylie Jenner.

“Langsung melek!” kata Delsy. “Isi emailnya, Kylie mau bikini. Tapi mereka perlu bikini itu tiba hari Selasa, jam 8 pagi (di Los Angeles). Saya di New York, malam Senin.”

Los Angeles berlokasi sekitar 4.500 kilometer dari New York.

Awalnya Delsy tidak yakin bisa memenuhi permintaan ini. Namun, kakak Delsy mendorongnya untuk membuat bikini untuk Kylie Jenner.

“Biar sampainya (tepat waktu), saya harus kirim hari Senin jam 10 pagi,” ujar Delsy. “Dan waktu itu sudah Senin jam 1 pagi, saya cuma punya waktu 9 jam.”

Delsy katakan satu set bikini memakan waktu sekitar 6 jam. Setelah berkomunikasi terkait warna dan ukuran dengan stylist Kylie Jenner, Delsy pun menyetujuinya. Ia lakukan pesanan itu sepanjang malam, tanpa tidur.

“Beresnya itu jam 9, dan (jasa pengiriman) FedEx pick up jam 10,” Delsy cerita. “Buru-buru banget. Biasanya yang dibungkus rapih, ini saya langsung lempar ke tas paket, dan saya lari ke FedEx.”

“Rasanya kayak mimpi!”

Delsy tidak melihat karyanya dipakai hingga dua bulan kemudian, sampai-sampai dia mengira Kylie Jenner tidak suka bikininya atau barangnya rusak di perjalanan.

Kylie Jenner akhirnya memasang foto dengan bikini karya Delsy pada bulan April.

“Nggak di-tag, nggak apa-apa. Yang penting masuk IG-nya, yang penting dapat publisitas,” kata Delsy, “Banyak juga publikasi yang mau sebut nama brand saya.”

Keluar dari pekerjaan, mendalami crochet

Delsy belajar crochet dari ibunya di usia 9 tahun. Sempat berhenti, Delsy kembali crochet saat pandemi, dan hasil karyanya ia pasang di Instagram Memorial Day – yang waktu itu belum ia jadikan bisnis.

Delsy memilih nama ‘Memorial Day’ karena hari lahirnya jatuh bersamaan dengan hari libur nasional AS Memorial Day pada tahun 1995. Hari libur itu memperingati anggota militer AS yang gugur saat bertugas.

Delsy lalu mulai menjual hasil karya crochet ke teman-temannya, dan akhirnya ke publik.

Di masa itu juga ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan kantorannya, dan menjadikan bisnis Memorial Day pekerjaan penuh waktunya.

“Hari terakhir di kantor, sudah bilang ‘bye-bye,’ saya dapat DM (dari Bella Hadid),” kata Delsy.

“Terus langsung nangis, gitu. Seperti merasa, mungkin ini pertanda saya memang harus keluar dari kantor.”

Terinspirasi makanan Indonesia

“(Gaya Memorial Day) sangat norak, menurutku,” kata Delsy sambil tertawa. “Sangat terang, ‘lantang,’ dan ekspresif.”

Delsy katakan ia terinspirasi dari kuliner Indonesia yang penuh warna, tapi ‘tidak selalu keren.’

“Kayak kerupuk,” ujar Delsy. “Sangat menarik dilihat. Nggak ‘keren,’ tapi itu malah menginspirasi saya.”

“Kayak kue nampan, kue cubit, kue ape … Yang biasanya kita lewatin begitu saja, tapi ternyata keren juga.”

‘One-Woman Team’ di New York

Delsy, yang baru lulus bulan Mei lalu dari Fashion Institute of Technology jurusan advertising and marketing communications, menjalani bisnisnya dari apartemennya di Brooklyn, New York.

Jabatan dan tugas Delsy termasuk pendiri, creative director, operasional dan logistik.

Delsy lakukan semua aspek bisnis sendiri di New York – dari produksi hingga pengiriman.
Delsy lakukan semua aspek bisnis sendiri di New York – dari produksi hingga pengiriman.

“Saya suka buat bercandaan, saya (zodiaknya) Gemini,” katanya. “Biasanya dibilang orang Gemini itu banyak kepribadiannya. Pas banget, it’s me.”

“Dari awal sampai akhir, it’s a one-woman team di sini, di Brooklyn.”

Semua karya Memorial Day adalah buatan tangan. Satu topi memakan waktu sekitar 5 hingga 6 jam, dan dipasang harga sekitar $150 – $175 (Rp2,2 juta – Rp2,5 juta).

Sementara satu set bikini memakan waktu 6 jam, dan harganya $195 (Rp2,8 juta).

Bisnis kecil di AS, dibantu ibu dan kakak dari Bogor

Delsy sempat mencari pabrik manufaktur lokal di New York untuk membantu produksi, tapi ia mengaku belum ada yang cocok.

Baru-baru ini, Delsy mengajak ibunya untuk membantu produksi topi Memorial Day dari Bogor.

Isnayanti, Ibu Delsy, membantu bisnis Memorial Day dari Bogor, Indonesia.
Isnayanti, Ibu Delsy, membantu bisnis Memorial Day dari Bogor, Indonesia.

Kakak Delsy juga turut membantu terkait operasional dan logistik – termasuk mengirim topi yang dibuat ibu ke Amerika Serikat. Setiap dua minggu, mereka mengirim 24 topi ke AS.

“Sangat senang dan bangga sekali,” kata Isnayanti, ibu Delsy secara tertulis kepada VOA. “Delsy mampu membangun sebuah bisnis yang memang sejalan dengan passion-nya.”

“Dua, ada jalan di saat COVID ini, saya bisa bekerja di rumah,” tambahnya.

Tantangannya: jarak dan perbedaan waktu, terutama saat mereka perlu berkomunikasi.

“Jadi ketika mama lagi ada problem di productionnya … kayak nunggu-nungguan,” kata Debby Andita Gandasaputra, kakak Delsy.

“Besok baru dibalas (Delsy), besoknya lagi baru aku balas. Video call juga kan kadang putus-putus.”

Dari kiri ke kanan: Debby, Isnayanti, dan Delsy.
Dari kiri ke kanan: Debby, Isnayanti, dan Delsy.

Namun Debby mengaku sangat senang dirinya dan sang ibu bisa membantu bisnis Delsy meski dari jauh.

“Mama kan sebenernya juga sudah usia di mana dia udah nggak bisa kerja,” kata Debby. “Jadi mama juga ada penghasilan, karena digaji sama Delsy. Jadi nggak diam nganggur.”

Isnayanti mengajarkan Delsy cara crochet waktu ia berusia 9 tahun.
Isnayanti mengajarkan Delsy cara crochet waktu ia berusia 9 tahun.

“Aku juga senang lihat Delsy punya banyak stok untuk usahanya. So, it’s like a win-win situation for me, senang lihat keluarga saya sukses.”

Lapangan Kerja Bagi Perempuan di Indonesia

Untuk jangka panjang, Delsy berencana memproduksi dan menjual karya crochet yang lebih beragam lagi – dari taplak meja hingga pakaian.

“Kayak Supreme, tapi Supreme-nya crochet, gitu.”

Namun, Delsy – yang berencana kembali ke Indonesia – punya tujuan jangka pendek melibatkan perempuan di Indonesia dalam bisnisnya.

“Terutama mereka yang tidak bisa bekerja secara fisik,” Delsy menjelaskan. “Nggak ada banyak kesempatan bekerja bagi perempuan yang lebih tua di Indonesia.”

“Jadi saya ingin cari tahu cara menjangkau mereka yang tidak bisa cari pekerjaan, punya keinginan dan keterampilan crochet, dan mereka juga bisa bekerja dari rumah.”

Ibu dan kakak Delsy juga sampaikan harapan mereka, bisnis Delsy terus maju.

“Bisa mencapai cita-citanya untuk membuka lapangan pekerjaan di Indonesia, dan diberikan kesehatan. Aamiin,” kata Isnayanti.

“Terus aku tahu banget dia pengen Harry Styles pakai topi dia, of course I want that for her, too,” ujar Debby.

Lalu, apa pesan Delsy untuk pengusaha kecil menengah, terutama di bidang fashion?

“Fokus pada karyamu, fokus pada terus membuat diri jauh lebih baik lagi,” katanya. “Karena kalau kamu terlalu fokus dengan buat orang lain terkesan, buat selebriti terkesan, kayaknya you get lost.”

“Kayak tujuan kamu jadinya bukan tentang brand kamu, tapi jadi ‘ngejar’ selebriti.”

Satu lagi pesan Delsy: percaya insting.

“Terkadang kamu masih bangun pukul 01:30, mungkin nggak punya waktu untuk bikini. Tapi kalau insting bilang kamu harus, terkadang kamu just gotta do it.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here