Sixer Voice Choir Ukir Prestasi Nasional dan Internasional

TERUS BERPRESTASI: Pada even bertajuk 8th Brawijaya Choir Festival 2017 yang dihelat di Malang pada 5–9 April lalu, Sixer Voice Choir membawa pulang gold medal Folklore Category dan silver medal Mix Youth Category.

Indonesia dengan prestasi Sixer Voice Choir (SVC) Siswa SMAN 6 Surabaya patut berbangga. Pada event bertajuk 8th Brawijaya Choir Festival 2017 yang dihelat 5–9 April lalu, tim SVC meraih gelar juara. Tim itu berhasil membawa pulang penghargaan untuk dua kategori. Yakni gold medal Folklore Category dan silver medal Mix Youth Category.

Perolehan gelar itu bukan kali pertama. Pada berbagai kompetisi yang diikuti sebelumnya, SVC juga meraih prestasi membanggakan. Bahkan di ajang internasional. Misalnya, pada 2012 tim SVC meraih Gold Diploma II dalam 1stInternational Xianghai Prize 2012 kategori Mixed Youth Choir di Guangzhou, Tiongkok. Sebelumnya, Gold Diploma II Malaysian Choral Eisteddfod 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia, juga berhasil diraih.

Ketua SVC Aldi Zulkarnaen Alamsyah kepada Jawa pos mengatakan, keberhasilan SVC di berbagai kompetisi tak lepas dari usaha dan doa. SVC, papar dia, selalu berpegang pada latihan. ”Bahkan, latihan ibarat hidup dan mati,” katanya. Dalam seminggu, latihan bisa dilakukan Senin hingga Jumat sepulang sekolah. Bahkan kian intensif menjelang kompetisi.

Latihan dilakukan sepulang sekolah. Bisa juga dilaksanakan setelah pukul 18.00 hingga 20.00. Tim SVC berupaya terus berprestasi. Berbagai event lomba diikuti. ”Yang sekiranya pas,” tegasnya.

Saat berlatih, tidak ada kata main-main. Banyak hal yang harus diperhatikan. Bahkan, ada aturan yang sudah ditentukan untuk singer. Misalnya, berpantang mengonsumsi makanan yang mengandung MSG, berminyak, dan pedas serta minuman bersoda dan dingin. ”Air dari lemari es juga tidak boleh
, apalagi es batu,” katanya.

Tiap anggota harus memegang teguh aturan itu. Bagaimana jika anggota diam-diam melanggar? Aldi mengatakan, yang dilatih adalah kejujuran. Setiap anggota diminta untuk jujur. ”Pada akhirnya, ada juga yang mengaku,” tuturnya.

Jika melanggar, imbuh dia, ada denda. Namun, menurut Aldi, bukan masalah denda uang yang menjadi poin utamanya, melainkan komitmen setiap anggota. Yang selalu diingatkan kepada tim adalah apa yang ingin diraih dari sebuah lomba. Jika ingin berhasil, tim harus menjaga komitmen. ”Kalau melanggar-melanggar gitu, ya buat apa. Kami lebih ke tirakatnya (kesungguhan berusaha, Red),” ucapnya.

Disiplin menjadi kata kunci yang ditanamkan kepada setiap anggota. Misalnya saat latihan. Jika anggota datang tidak tepat waktu, ada denda. ”Tapi tidak banyak, soalnya nggak mau didenda,” tuturnya. Semua ponsel juga dikumpulkan. Demikian juga tentang perizinan. ”Izinnya terbatas.Satu bulan satu kali di luar akademik dan kesehatan,” terangnya.

Yang pasti, Aldi bersyukur karena bisa bergabung dalam SVC. Sebab, banyak manfaat yang bisa diperoleh. Menurut siswa kelas XI itu, paduan suara bukan sekadar bernyanyi. Tapi juga bertanggung jawab atas apa yang dipelajari. Misalnya, me-review materi yang sudah diajarkan oleh pelatih. Yang tak kalah penting adalah melatih disiplin. ”Antaranggota tim harus menjaga kerja sama dan kekompakan,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here