Siswi SMA Indonesia Raih Medali di Festival Seni Internasional 2021

Nama Indonesia kembali tersorot dan dikenal lewat pencapaian dan prestasi dari berbagai bidang. Tidak hanya akademik di bidang sains, ataupun kejuaraan olahraga melalui multi event sekelas Olimpiade Dunia, kali ini prestasi membanggakan berhasil diraih di bidang seni dalam bentuk karya poster.

Adapun seni poster yang mengantarkan nama Indonesia sebagai pemenang, merupakan hasil karya dari seorang siswi tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) bernama Naisyilla Nurina Rahmawati, yang berhasil meraih medali emas di ajang International High Schools Arts Festival (IHSAF) 2021.

IHSAF merupakan gelaran di mana hasil karya Naisyilla dilombakan bersama dengan 500 karya poster serupa. Karya-karya tersebut diketahui berasal dari 14 negara yang tersebar dari Benua Asia, Eropa, dan Afrika.

IHSAF sendiri merupakan acara yang diselenggarakan oleh International Foundation for Arts and Culture (IFAC), yang tahun ini menjadi tahun ke-22 gelaran tersebut berlangsung dan didakan secara daring pada tanggal 4-15 Agustus 2021, dengan berpusat di Tokyo, Jepang.

Melansir laman resmi IFAC, sebenarnya ada sebanyak 14 ribu karya seni buatan pelajar tingkat SMA dari berbagai negara dikirimkan. Dari belasan ribu karya tersebut, kemudian dipilih 500 karya terbaik untuk selanjutnya dipamerkan pada salah satu galeri seni paling bergengsi di Jepang, yaitu Pusat Seni Nasional Tokyo.

Naisyilla dan makna poster hasil karyanya

Pelajar Indonesia berprestasi, Naisyilla Nurina Rahmawati | Dok Kemendikbudristek.

Naisyilla merupakan siswi dari SMAN 14 Jakarta yang diketahui sudah memiliki minat dan bakat pada bidang seni sejak duduk di bangku SMP. Disebutkan, bahwa dirinya sudah dua kali berpartisipasi dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

Pertama, di tingkat Jakarta Timur saat dirinya duduk di bangku kelas 7 dan kedua, di tingkat provinsi DKI Jakarta pada tahun 2018 dan meraih juara kedua saat ia duduk di bangku kelas 8.

Berkat pencapaiannya tersebut, Naisyilla berhasil mendaftar SMA melalui jalur prestasi non akademik dengan sertifikat lomba FLS2N sehingga Ia kembali terpilih sebagai perwakilan sekolahnya pada FLS2N jenjang SMA, dan berhasil meraih medali emas pada tingkat nasional. Kesempatan tersebut yang mengantar Naisyilla dan hasil karyanya menjadi wakil dari Indonesia di ajang IHSAF 2021.

Bicara soal hasil karya yang dibuat untuk gelaran IHSAF kali ini, Naisyilla dalam posternya menyiratkan pesan bahwa prestasi tidak sebatas hanya mengejar juara dan piala, tetapi kebermanfaatan bagi sesama juga menjadi sebuah prestasi yang mulia.

Pesan untuk terus semangat juga disampaikan Naiysilla terutama karena dunia masih harus berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Lewat tema yang diangkat tersebut, dirinya mendapatkan apresiasi dari Chairman IFAC, Mr. Haruhisa Handa.

Pencapaian yang berhasil diraih oleh Naiysilla pun mendapatkan apresiasi dari Kepala Puspresnas, Kemendikbud-Ristek, Asep Sukmayadi.

“Kami mengapresiasi para pelajar yang telah berhasil meraih prestasi pada kejuaraan tingkat Internasional, salah satunya International High Schools Arts Festival (IHSAF),” tutur Asep.

Asep juga menyatakan, dengan minat dan bakat seni yang berkembang dalam diri setiap pelajar di Indonesia diharapkan dapat menjadi pemacu untuk berkarya di waktu yang akan datang. Dengan demikian, talenta seni yang cemerlang dapat terus tumbuh dan berkembang di tanah air.

Keikutsertaan Indonesia dalam ajang IHSAF

Bukan kali pertama, Indonesia sendiri sejatinya menjadi salah satu negara yang aktif mengirimkan hasil karya dan perwakilan dalam gelaran IHSAF sejak tahun-tahun sebelumnya. Sebagai contoh di tahun 2020 lalu, Indonesia diwakili oleh siswi bernama Nila Eleora Putri Sianturi, yang juga memiliki catatan prestasi gemilang di bidang seni nasional.

Nila merupakan siswi asal SMAN 68 Jakarta yang berhasil meraih medali emas FLS2N tahun 2019 dalam bidang poster kategori putri.

Sebagai perwakilan Indonesia di tahun tersebut, Nila diketahui membuat karya poster yang menyerukan tema ‘Jangan Biarkan Mereka Terlalu Lama Tidur di Jalan’ (Don’t Let Them Lay on the Streets for Too Long).

Tema tersebut memberikan makna bahwa masalah terbesar di masyarakat adalah anak jalanan, anak-anak yang miskin dan tidak memiliki rumah serta hidup di jalanan.

Melihat potensi besar yang juga dimiliki pelajar Indonesia dalam bidang Sains, Asep menilai bahwa hal ini dapat dijadikan sebagai kesempatan tidak hanya untuk memperkuat hubungan persahabatan dan memperluas jaringan. Tetapi juga untuk memajukan kerja sama global dalam pembangunan pendidikan, seni dan budaya dunia yang berkelanjutan