Silaturahmi Masyarakat Indonesia Dengan Konjen RI Shanghai, Siti Nugraha Mauludiah

Suasana meriah masyarakat Indonesia di Keqiao Shaoxing yang menghadiri acara Silaturahmi Masyarakat Indonesia dengan KJRI Shanghai cukup meriah, dan pertemuan tersebut yang pertama kali dilaksanakan sejak KJRI Shanghai 4 pada 15 maret 2012 lalu, dalam acara silaturahmi kali ini dihadiri oleh 100 orang yang bekerja sebagai profesional seperti Designer dan Tracer disekitar Kota Shanghai, acara tersebut juga diisi dengan pagelaran musik serta makan bersama dengan pihak KJRI.

“Acara Silaturahmi masyarakat Indonesia dengan pihak Konjen RI tersebut selain bertujuan untuk menjalin silaturahmi juga untuk mempererat hubungan WNI dengan phak KJRI Shanghai,”ujar Konsul ekonomi KJRI Shanghai Nidya Kartika Sari

Nidya Kartikasari juga menjelaskan bahwa akan ada kelanjutan acara dalam bentuk ramah tamah yang khusus membahas transfer knowledge dari para pelaku bisnis yang tergabung dalam persatuan Indonesian Chamber of Commerce China dan masyarakat indonesia yang ada di Shaoxing untuk mengelaborasi kemungkinan menjadi pribadi yang mandiri dalam arti tidak tergantung kepada employer sepenuhnya dan menjadi self employed.

Setiap masyarakat Indonesia yang ada di Luar Negeri wajib untuk melaporkan keberadaanya ke KBRI/KJRI, dan KJRI Shanghai meliputi wilayah kerja Jiangsu, Shanghai Zhejiang, Anhui, dan Jiangxi.

Hal ini memastikan bahwa perlindungan WNI akan maksimal sesuai tugas dari kantor perwakilan RI di Luar Negeri, Menurut Siti Nugraha Mauludiah yang baru menjabat sebagai Konjen RI di Shanghai berpendapat ajang silaturahmi ini menjadi suatu ajang pertemuan warga negara Indonesia dengan pihak KJRI, “pihak KJRI akan membantu semaksimal mungkin WNI yang berada di Shanghai, apa saja sih kendala yang dihadapi WNI disini dengan metode dialog diharapkan muncul problem yang dialami dan solusi dan hak-hak perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia di Shanghai”ujarnya.

Mengkritisi maraknya tenaga kerja indonesia Ilegal di China, Siti Nugraha Mauludiah juga menjelaskan problem yang umumnya dialami tenaga kerja asal Indonesia karena adanya penipuan, “perlunya TKI di berikan pengetahuan tentang kontrak kerja serta hak-hak yang sudah seharusnya didapat oleh TKI dan menjadi kewajiban KJRI untuk melindungi warga INdonesia di negara luar baik legal maupun non legal”ungkap Konjen RI yang baru menjabat selama 3 bulan tersebut. (Indah Morgan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here