SIAPA GUL BABA

Foto Istimewa (Maharani)

Oleh :

Maharani

Kiranya sudah cukup banyak tulisan mengenai Gul Baba, di Dunia sastra Moeslem, Turki, Hungaria dan di sejarah Eropa siapa yang tak mengenal Gul Baba. Jika ada yang belum pernah mendengar dengan senang hati mari kita berbagi. Sebagaimana kita sudah ketahui Presiden Turki, Erdogan baru baru ini telah mengembalikan fungsi museum Hagia Sophia, di Istambul menjadi masjid pada pertengahan Juli 2020 yang beritanya telah menghentak Dunia, Keputusan kontroversial tersebut sekaligus menginspirasi penulis, mengingatkan kejayaan Utsmaniyah Turki di Eropa dan angin timur berhembus membawa penulis ingat peran dan jasa sosok Gul Baba ini.

Foto istimewa (Maharani)ì

Nah, membahas tokoh ini erat kaitannya dengan kota Budapest, Ibukota Hungaria yang menjadi pusat penting kebudayaan, seni, pendidikan, ilmu pengetahuan dan pariwisata. Budapest berasal dari 2 kata Buda dan Pest (yang berarti tungku api), memang kenyataan banyak tersebar sumber air panas alami, termasuk beberapa peninggalan jaman Uttoman yang terus dilestarikan oleh Hungaria sebagai daya tarik wisata. Lalu apa kaitannya, Hungaria merupakan negara salah satu saksi kejayaan Utsmaniyah (1541-1686). Erat dengan catatan sejarah masuknya Islam ke sana pengaruh Utsmaniyah/Ottoman yang berpusat di Istanbul. Hungaria tempat gugurnya Sultan Sulejman (the Magnificent) dalam pertempuran di Szigetvar, Hungaria 1566.

Foto Istimewa (Maharani)

Gul Baba dikenal sebagai Jafer, seorang ilmuwan yang rajin, pejuang, juga seorang penyair darwis Utsmaniyah Bektashi dan pendamping dan pelindung Sultan Sulejman Agung yang mengambil bagian dalam sejumlah kampanye di Eropa sejak masa pemerintahan Mehmed II. Beliau bertindak sebagai imam bagi semua pasukan Ottoman, juga sastrawan yang banyak menulis puisi puisi dan karya Miftah Al Ghaib, Gul Baba mengabdikan seluruh hidupnya bagi kekuasaan Ottoman dibawah Sultan Mehmet Al Fatih, Selim I dan Sulejman Qanuni. Menurut Sejarawan Bosnia, Ismail Balic dalam ”Traces of Islam in Hungary” orangtua Gul Baba, Ana Gelincik, Kutb’ül Arifin Veli’üddin İbn Yalınkılıç berasal dari Marsiwan (Asia Minor). Sayangnya ketika kekalahan dari pasukan gabungan Habsburg melenyapkan sebagian besar karya karya besarnya.

Foto Istimewa (Maharani)

Gul Baba seorang anggota gerakan Islam yang dikenal sebagai darwis Bektashi yang berkembang di seluruh Kekaisaran Ottoman. Mereka mempraktikkan tasawuf, cabang mistik Islam. Dalam urutan Bektashi, Baba berarti pembimbing spiritual yang berpengalaman. Seorang baba memiliki peringkat di atas darwis dan di bawah peringkat tertinggi. Kedudukan ini juga erat kaitannya dengan Janissary, prajurit infanteri elit Sultan yang merupakan mesin perang Ottoman. Gul Baba selain menjadi teman dekat Suleiman, memberi bimbingan spiritual selama kampanye militernya, juga seorang pejuang yang dikenal membawa pedang kayu besar di tangannya selama pertempuran bersama Suleiman ketika Ottoman Turki menduduki Buda.

Foto Istimewa (Maharani)

Di Buda, Gul Baba segera memulai menggalang sebuah pusat keagamaan di kota, tetapi pada 21 Agustus 1541 tiba-tiba meninggal. Kematian Gul Baba, seperti sebagian besar hidupnya diselimuti misteri. Pada hari terakhir pengepungan Buda, ketika hadapi tentara Habsburg akhirnya dikalahkan setelah tiga setengah bulan. Gul Baba tewas dalam pertempuran di sekitar tembok kota. Gul Baba telah pingsan dan meninggal setelah memberikan doa pertama pada saat itu upacara Muslim yang diadakan di Gereja Bunda Maria (sekarang Gereja Matthias), yang langsung pada waktu itu diubah menjadi Masjid Agung.

Foto Istmewa (Maharani)

Gul Baba juga sering diartikan dengan ”Bapa Gundul”, merujuk pada kepala para darwis yang gundul. Para darwis Muslim ini adalah perwakilan dari persaudaraan Sufi, menjalani kehidupan asketik rela menerima kemiskinan. Mereka dihormati karena pengetahuan, puisi, dan spiritualitas mistik mereka. Dipercayai mereka menjadi lebih dekat dengan Allah melalui meditasi, doa, tarian, yang paling terkenal adalah para darwis keliling (mevlevik). Tidak hanya itu, selama perang, para darwis mengangkat pedang dan ikut serta dalam kampanye sebagai pejuang yang tercantum dalam sejarah Benteng di kota Eger (Egri Var Hungaria).

Gul Baba seorang pemimpin agama utama, seorang biarawan dan teman masa kecil Sultan Sulejman. Kesetiaan dan jasa-jasanya kepada Ottoman menuai hasil sehingga diangkat menjadi martir/ orang suci dan pelindung kota Budapest. Setelah menaklukkan Hongaria Sultan Sulejman menghadiahkan komplek mausoleum yang megah di dalam komplek luas di daerah elit di Budapest. Sekarang dapat dilihat bangunan pusara/thomb Gul Baba yang dapat kita saksikan masih berdiri dengan megah setelah hampir 5 abad kemudian.

Restorasi Makam

Pada tahun 1883, semasa kejayaan Kekaisaran Astro-Hungaria menyita seluruh properti peninggalan Utsmaniyah termasuk Musoleum Gul Baba dan bangunan pesantren. Namun sejak dibawah pengawasan Pemerintah Hungaria, Musoleum Gul Baba dan pesantren tarekat darwis dikembalikan ke fungsi asalnya. Sehingga secara bertahap dalam waktu singkat, tempat ini berubah bukan saja sebagai destinasi wisata tetapi sekaligus menjadi daerah tujuan peziarah Muslim. Tanah kawasan komplek tersebut adalah milik János Wagner, yang memelihara situs tersebut dan mengizinkan akses ke peziarah Muslim yang datang. Pada tahun 1885, pemerintah Ottoman menugaskan seorang insinyur Hongaria untuk merenovasi makam tersebut. Pekerjaan selesai pada tahun 1914, dan sejak saat itu dinyatakan sebagai monumen nasional. Situs ini direstorasi lagi pada 1960-an dan renovasi terakhir selesai pada tahun 2018 dan diserahkan dan peresmiannya oleh Presiden Turki Erdogan pada bulan Oktober 2018.

Makam Gul Baba

Foto Istmewa (Maharani)

Selama hampir lima abad, makamnya tetap terpelihara dengan baik, dan menjadi tempat ziarah disamping menjadi tujuan wisata kota Budapest yang penting. Meskipun terjadi perubahan besar di kekaisaran, penguasa, agama, dan ideologi, makam Gul baba yang terkenal dengan sebutan “The Father of Roses”, legenda menebutkan Gul Baba adalah orang pertama yang memperkenalkan mawar ke daerah tersebut, yang akhirnya tumbuh lebat di sana sehingga di sebut Rozsa domb atau bukit mawar. Gul Baba sendiri berarti Bapak Mawar. Sekitar makamnya di Budapest disebut Rozsadom ( Bukit Mawar).

Foto Istimewa (Maharani)

Makam Gul Baba terletak di dalam komplek Pusat Kebudayaan Turki, letaknya berdekatan dengan pesantren tarekat Darwis di Mecset Utca, Budapest Rozsadomb (daerah ter elit di Budapest) atau kita sebut Jalan Masjid, dan dari jauh sudah terlihat sebentuk kubah, atap dari Mausoleum Gul Baba. Di depan kompleks makam ini terdapat patung Gul Baba kreasi Metin Yurdanur pematung Turki terkenal, Gul Baba sedang berdiri dengan tangan kanan bersedekap di dada mengenakan jubah dan kepalanya ditutupi surban, serta janggut panjang pun menghiasi wajahnya. Makam dibangun oleh pasha ketiga Buda, Jahjapasazáde Mehmed, antara 1543-1548 dan sebuah biara Turki juga dibangun di sebelahnya. Bangunan makam dengan denah segi delapan ini merupakan tempat ziarah terkenal sampai kini.

Foto Istimewa (Maharani)

• Pada pertengahan tahun 1600-an, komplek makam tersebut juga dikunjungi oleh Evlija Celebi, seorang sejarawan Turki penulis Seyâhatnâme dan penjelajah dunia yang bahkan pada kunjungannya sempat menorehkan beberapa puisi dadakan di dinding turbe. Evilija juga menceritakan pada upacara Sholat jenazah bahwa Salat al-Janazah Gul Baba dihadiri oleh lebih dari 200.000 moeslem.

Foto Istimewa (Maharani)

• Sampai sekarang wisatawan Mancanegara setiap hari mengunjungi türbe nya menjadi tempat ziarah sebagai bukti pelestarian peninggalan sejarah yang penting. Berbagai “Ayat-ū Mukattaat” dari Alquran dijalin di atas peti jenazahnya. Tulisan glasir keramik dengan kaligrafi Islam simetris di dinding türbenya terlihat: “Lā-ʾIlāha-illā’al-Lāh” di kanan, dan “Muhammadū’n-Rasul ū’l-Lāh” di kiri, pada gambar di atas; dan Allah-Basmala-Muhammad dari kanan ke kiri pada gambar di bawah ini. Belakangan, dinyatakan sebagai monumen pada tahun 1914. Pekerjaan renovasi terbaru selesai pada musim gugur 2018 dan diresmikan oleh Presiden Erdogan di Budapest pada awal Oktober 2018 lalu..

Makna bangunan berbentuk segi delapan

Foto Istimewa (Maharani)

Dalam beberapa catatan sejarah, bintang segi delapan sering digunakan beberapa budaya di seluruh dunia. Tidak hanya dalam seni budaya, bahkan simbol ini juga digunakan sebagai ikonografi religius dengan makna tersendiri. Beberapa contoh bintang segi delapan terlihat dalam arsitektur kuno, artefak, astrologi, dan di tempat ibadah. Astrologi yang sudah berkembang sejak periode kuno juga menjelaskan segi delapan, menggambarkan empat sudut ruang yaitu delapan garis mewakili simbolis Utara, Selatan, Timur, Barat, dan emapt sudut yang berada diantaranya. Suku Maya Quetzalcoatl menggunakan Az Tzul Ahaw, sebuah simbol yang diyakini mewakili Dewa Venus.

Simbol Bintang Segi Delapan Dalam Literatur Agama Bintang Al-Quds (Najmat al-Quds) merupakan adaptasi dari simbol Rub el Hizb yang secara khusus terkait dengan al-Quds (Yerusalem). Desain bintang berujung delapan terinspirasi oleh rencana lahan segi delapan dari Bani Umayyah berupa Kuil Kubah Batu (Dome of the Rock), dibangun untuk memperingati status Yerusalem sebagai kiblat pertama atau arah doa dalam Islam. Dalam lukisan Tanah Suci (Holy Land) tahun 1455, Jerusalem terlukis sudut pandang dari barat. Dimana Kubah Batu masih mempertahankan bentuk segi delapan, dibagian kanan Al-Aqsa ditampilkan bangunan gereja

• Renovasi, peresmian hingga Sekarang

Foto Istimewa (Maharani)

Pekerjaan renovasi terbaru dikerjakan oleh Perusahaan bangunan Magyar Nemzeti Vagyonkelező Zrt dan ZÁÉV Építőipari Zrt.Proyek ini di bawah dan didanai oleh Török Együttműködési és Koordinációs Ügynökség (TIKA) dimulai pada tahun 2016 dan selesai tahun 2018 dan penyerahannya dilaksanakan pada waktu kunjungan Presiden Turki Erdogan pada bulan Oktober 2018.

Foto Istimewa (Maharani)

Pada kesempatan peresmian, Kepala negara Turki Erdogan yang didampingi oleh PM Hungaria, Orban Viktor, Erdogan percaya tidak ada seorang pun di Hongaria yang tidak mengenal Gül Baba, yang meninggal di bukit ini 477 tahun yang lalu. Terlepas dari tahun-tahun yang telah berlalu, kepribadiannya tidak pernah dilupakan, dan hari ini nilai-nilai yang diwakilinya, keberanian, pengorbanan diri, rasa keadilan dan rasa hormat telah menjadi simbol sejarah penting. Ditambahkan, Erdogan terinspirasi oleh Gül Baba, langkah-langkah yang diambil untuk memperkuat persahabatan Hongaria-Turki tidak hanya di bidang budaya tetapi juga di bidang ekonomi. Gul Baba lebih dari sekedar tokoh sejarah, beliau adalah orang Suci yang paling langka, seseorang yang kekuatan misteriusnya dapat berbicara selama berabad-abad, baik kepada yang percaya maupun para pengamat.

Foto Istimewa (Maharani)

Recep Tayyip Erdogan menambahkan bahwa sosok Gül Baba dikenang abadi dengan rasa hormat, pengertian, dan persahabatan antar budaya yang berbeda. Karya, nama, dan kebijaksanaannya hidup di sini, di taman yang indah ini, berkat rasa hormat dan cinta yang dia rasakan untuknya di Turki dan Hongaria. Dengan menumbuhkan warisan intelektual Gül Baba, juga tugas generasi mendatang untuk melestarikannya. Batu nisan dan bangunan terkait, serta renovasi taman, berhasil menggabungkan dan sebagai perlambang tradisi dengan modernitas.

Yayasan Gul Baba

Foto Istimewa (Maharani)

Sejak dibuka untuk umum setelah renovasi tahun 2018, Komplek moderen ini, Yayasan Gul Baba Gül Baba Heritage Foundation’s ( http://www.gulbabaalapitvany.hu/) selalu dikunjungi oleh para peziarah dan pengunjung umum maupun turis yang tertarik dengan Sejarah Utsmaniyah di Hungaria dengan Gul Baba nya. Tujuannya terutama mempererat hubungan budaya antara bangsa Hungaria dan Turki. Segala kegiatan budaya, seni dan tari, pameran lukisan, kegiatan untuk anak anak selalu diadakan di komplek tersebut dengan teratur.

Foto Istimewa (Maharani)

Lukisan Sufi dan Makam oleh penulis Maharani terkait Ottoman/Utsmaniyah

Penulis yang juga seorang pelukis asal Malang sedang berencana mengadakan pameran lukisan di komplek Pusat Kebudayaan Gul Baba terkait dengan lukisan seri Sufi dan sejarah kejayaan Utsmaniyah di Hungaria. Insyaallah mohon doa restu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here