Serukan Perdamaian Dunia, Peringatan HUT RI ke-72 di Roma

Negara Indonesia dan Italia akan terus mempererat kerja sama dalam mengupayakan perdamaian dunia. Hal ini melengkapi berbagai kerja sama yang telah lama terjalin di berbagai bidang antara kedua negara. Untuk itu, Indonesia mohon dukungan dalam pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019-2020. Demikian inti sambutan Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani dalam acara Resepsi Diplomatik memperingati HUT RI ke-72 di Roma (27/9) dalam laman Kemlu.go.id.

“Keharmonisan hidup di tengah masyarakat dengan beragam latar belakang budaya dan keyakinan, menjadikan Indonesia sebagai negara yang patut dihormati. Italia, sebagai pendiri dan pendukung Uni Eropa, juga mengapresiasi peran Indonesia yang senantiasa berkomitmen untuk aktif menjadi motor penggerak di ASEAN sekaligus mengupayakan solusi permasalahan global”, demikian disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Italia, Benedetto della Vedova, di depan para undangan. Wamenlu Vedova, merupakan tamu kehormatan dalam acara yang dihadiri lebih dari 400 anggota korps diplomatik dan mitra kerja KBRI Roma tersebut.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, yang tengah berada di Roma untuk mengikuti pertemuan multilateral mengenai isu kelautan, juga menyempatkan diri untuk hadir dalam acara. Menteri Susi Pudjiastuti bahkan ikut didaulat ke atas panggung oleh Betty Bariati, warga Indonesia di Milan, untuk bersama-sama menyanyikan lagu Suwe Ora Jamu. Pertunjukan spontan ini pun disambut meriah.

Berbagai pertunjukan seni budaya Indonesia yang ditampilkan juga memperoleh sambutan hangat. Permainan gitar klasik dari gitaris Italia, Giordano Passini, dengan lantunan musik Bali yang dibawakan Gamelan Gong Cenik berpadu harmonis dengan suara merdu Betty Bariati. Sedangkan Enrico Masseroli, warga negara Italia yang menekuni seni budaya Bali, menarikan Tari Baris dan Tari Jauk Manis lengkap dengan topeng khasnya, menambah eksotis suasana.

Parade busana batik dengan desain kontemporer koleksi Batik Chic Gallery dari Jakarta yang diperagakan oleh model-model setempat dan Indonesia, juga menarik perhatian para tamu. Adapun kumpulan dokumentasi tentang Indonesia dari fotografer Italia, Giuseppe Bigliardi, yang dipasang di seluruh sudut ruang acara serta sajian khas Indonesia turut menambah minat mereka yang hadir. Meskipun pada malam yang sama tengah dilaksanakan pula resepsi peringatan hari nasional dari beberapa negara lain, banyak yang tidak beranjak bahkan hingga acara selesai.

“Saya selalu senang hadir dalam resepsi peringatan hari nasional Indonesia, karena acara bukan hanya bersifat seremonial belaka namun juga selalu hadir pertunjukan seni budaya Indonesia dengan pesan yang kuat” ujar Thomas Seeds, diplomat dari Kedutaan Besar Inggris di Roma.

Perpaduan karya antara seniman Indonesia dan Italia dalam acara yang diberi tema “Indonesia: La vita a colori – Una collaborazione per la pace / Indonesia: Kehidupan dalam ragam warna – Sebuah kolaborasi bagi perdamaian dunia” tersebut memang disengaja dalam rangka menegaskan harmonisnya kehidupan masyarakat kedua negara hingga bermuara pada kerja sama di berbagai bidaung tersebut. Selain itu, pertemuan musik klasik kontemporer dengan seni tradisi Indonesia memberikan nuansa kehangatan interaksi budaya yang meskipun berbeda-beda namun dapat beriringan bersama.

Pentingnya kebersamaan pun disampaikan melalui lantunan lagu “We are the World” yang dinyanyikan oleh Betty Bariati diiringi permainan saksofon Charles Hutapea di penghujung acara. Latar belakang video kampanye Indonesia sebagai anggota Dewan Keamanan PBB, yang menampilkan dokumentasi upaya Indonesia untuk turut aktif menjaga perdamaian dunia, sukses menciptakan suasana meriah nan akrab. Para tamu undangan dan pengisi acara bersama-sama ikut menyanyikan lagu yang menyerukan perdamaian dunia ini, seakan mengingatkan kita semua untuk selalu bersama-sama menjaga kedamaian dunia dimanapun berada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here