Sabtu, Agustus 24, 2019
Beranda Kabar Seniman Putu Oka Sukanta Raih Penghargaan HAM Dari Australia

Seniman Putu Oka Sukanta Raih Penghargaan HAM Dari Australia

Putu Oka Sukanta.

Seorang Seniman dan aktivis asal Indonesia Putu Oka Sukanta meraih penghargaan HAM dari sebuah yayasan di Australia, Herb Feith Foundation. Penghargaan bernama Human Rights Education Award ini diberikan untuk menandai Hari HAM Internasional 10 Desember.

Dalam keterangannya kepada Australia Plus, Dr Jemma Purdey dari Herb Feith Foundation menjelaskan, penghargaan ini diberikan kepada warga Indonesia maupun Timor Leste sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi mereka bagi pendidikan HAM di kedua negara tersebut.

“Penghargaan ini mencerminkan komitmen Herb Feith baik sebagai ilmuwan maupun sebagai aktivis terhadap pendidikann dan aktivisme damai di Indonesia dan Timor Leste,” kata Jemma.

Penghargaan tersebut akan diserahkan kepada Putu Oka Sukanta di Jakarta, Kamis (1/12/2016) mendatang .

Dijelaskan bahwa Putu Oka Sukanta terpilih menerima penghargaan ini sebagai pengakuan atas sumbangsihnya bagi pendidikan HAM di Indonesia melalui karya-karya tulisnya, baik fiksi maupun non fiksi, produksi film serta aktivitas pendidikan masyarakat.

Putu Oka Sukanta lahir di Singaraja, Bali, pada 29 Juli 1939. Dia mulai menulis karya sastra di usia 16 tahun, dan menjadi guru SMA setelah menyelesaikan sarjana di bidang pendidikan. Di awal 1960-an Putu juga bekerja sebagai wartawan dan penyiar RRI di Singaraja dan Jakarta.

Putu Oka merupakan aktivis Lembaga Kebudayaan Rakyat atau Lekra hingga organisasi tersebut dinyatakan terlarang menyusul peristiwa 1965. Dia ditangkap tahun 1966 dalam usianya yang ke-27, dan dipenjara selama 10 tahun tanpa diadili di pengadilan.

Putu Oka aktif dalam organisasi sastra dan budaya serta dikenal sebagai penganjur HAM. Dia tinggal di Jakarta dan bekerja sebagai ahli akupuntur. Dia telah diundang ke berbagai negara untuk menampilkan karya dan ide-idenya.

Buku karya Putu Oka termasuk novel, kunmpulan cerpen dan puisi telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, Jerman, dan Perancis.

Putu Oka mendirikan LSM bernama Lembaga Kreatifitas Kemanusiaan yang menerbitkan buku, memproduksi film dan menggelar kegiatan pendidikan yang berfokus pada upaya pemulihan kemanusiaan terkait dengan kasus 1965.

Pada tahun 2012 Putu Oka menerima penghargaan Hellman/Hammet Award atas komitmennya bagi kebebasan berekspresi dan bagi dedikasinya menghadapi penindasan.

Yayasan Herb Feith Foundation sendiri dibentuk tahun 2003 di Australia untuk mengenang jasa-jasa Herb Feith (1930-2001), voluntir, ilmuwan, guru, dan aktivis perdamaian. Yayasan ini dibentuk oleh Council of Monash University di Melbourne, dengan misi mempromosikan dan mendukung segala aktivitas yang menjadi dedikasi hidup Herb Feith.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here