Sannia Mareta: Calon Doktor Muda, Perempuan Indonesia Masa Kini

Menyandang almamater Universitas Trisakti sejak tahun 2013 silam sebagai lulusan terbaik Cum Laude Sarjana Teknik Industri dengan GPA 3.96, dara bernama lengkap Sannia Mareta langsung mendapatkan tawaran beasiswa penuh untuk melanjutkan kuliah ke sebuah universitas berasal dari negara Inggris (UK) yang memiliki cabang kampus di China. Tak tanggung-tanggung, Sannia diterima untuk program studi S3 (tanpa melalui program S2) di jurusan Teknik Mesin. Bulan September tahun 2013 inilah menjadi titik awal perjalanan Sannia untuk go internasional, bersama University of Nottingham Nottingham Ningbo China (UNNC).

Membulatkan tekadnya untuk melanjutkan studi S3 ke negeri Tirai Bambu, kedisiplinan Sannia dalam mengerjakan penelitiannya pun membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Terbukti, kerja kerasnya selama hampir 4 tahun masa studi juga membawa Sannia pada kesuksesan di bidang akademis dalam mempublikasikan empat buah artikel dalam konferensi international: INTERNOISE Congress 2014 (Australia); International Symposium on Space Technology and Sciences 2015 (Japan); IEEE International Congress on Mechatronics and Automation 2015 (China); serta ISMA Conference on Noise and Vibration Engineering 2016 (Belgium). Pada Februari 2017, satu buah tulisan telah berhasil dipublikasikan dalam bentuk jurnal internasional, Journal of Vibration and Acoustics (American Society of Mechanical Engineering) dan satu buah lagi akan menyusul untuk dipublikasikan pada Vehicle System Dynamics Journal. “Semua ini bukanlah hal yang mudah untuk digapai, perlu perjuangan dan keyakinan. Doa dari orangtua dan keluarga, serta dukungan dari sahabat-sahabat sekitar adalah yang menjadi sumber kekuatan saya.” Sannia mengakui bahwa proses yang dilalui bukan tanpa hambatan, namun dengan kegigihan semuanya dapat tercapai.

Bahkan di tengah kesibukannya dalam edukasi bersama UNNC, perempuan kelahiran Bogor, 23 Maret 1991 ini masih menyempatkan diri untuk terlibat aktif dalam kegiatan non-akademis. Dalam kesehariannya, Sannia adalah seseorang dengan karakter yang sangat dinamis. Salah satu yang paling berkesan adalah keterlibatannya dalam berbagai kegiatan mempromosikan kebudayaan Indonesia, seperti mengajarkan tarian khas Indonesia serta mementaskannya kepada khalayak ramai. Menguasai lebih dari 10 tarian tradisional Indonesia dan tarian modern seperti Salsa dan Tango, Sannia sudah sering diundang untuk menampilkan keahliannya dalam seni tari, baik itu untuk acara di dalam maupun di luar kampus, seperti pada acara MoU antara UNNC dan Ningbo Experimental School di tahun 2015 dan Ningbo Salsa Flashmob yang diliput oleh media massa setempat. Tidak berhenti sampai di situ saja, Sannia juga berbakat dalam seni tarik suara dan tergabung dalam sebuah band sebagai vokalis bersama teman-teman kampusnya yang berasal dari Nigeria, Indonesia dan Selandia Baru. Band tersebut telah diundang tampil di berbagai acara berskala kecil dan besar, termasuk gala dinner pada International Conference on Bio-Engineering 2016, upacara pembukaan International Students Festival 2016 yang diselenggarakan oleh pemerintahan kota Ningbo serta upacara penyambutan mahasiswa/i baru di UNNC.

Sannia juga menambahkan, “Tinggal di luar negeri bukan berarti kita berhenti berkarya. Justru ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kepada dunia, jati diri kita yang sesungguhnya. Saya bangga sebagai Warga Negara Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global. Saya berharap semoga pemerintah Indonesia bisa terus memperhatikan masyarakatnya di manapun mereka berada serta membudidayakan bibit-bibit unggul yang ada demi kemajuan bangsa. Kita punya banyak SDM yang tidak kalah kehebatannya bila dibandingkan dengan masyarakat di negara-negara maju. Well, semoga talenta masyarakat Indonesia dapat difasilitasi dan tidak disia-siakan oleh negara.”

Setelah diselidiki, ternyata Sannia telah menguntai banyak prestasi gemilang semenjak di Indonesia; seperti menjadi Duta Kampus Universitas Trisakti, Finalist Kontes Ratu Bunga Indonesia 2012 dan Juara Olimpiade Fisika dan Matematika tingkat kabupaten ketika masih duduk di bangku SMP/SMA. Ia juga pernah dinobatkan sebagai “Juara Favorit dan Juara Persahabatan” dalam kontes final 5 besar penyiar radio tahun 2008. Kini, di negeri Tiongkok pun, Sannia berhasil dianugerahi peringkat kedua di perlombaan inovasi bidang teknologi (PhD Innovations Competition). Bersama dengan rekan satu timnya, Sannia menciptakan “smart glove” yang ramah bagi pengguna kendaraan dan pekerja di bidang industri. Ia juga bahkan direkrut sebagai Graduate Teaching Assistant untuk mengajar mahasiswa/i tingkat S1 serta berkesempatan melakukan part-time work sebagai Global Student Experience Student Supervisor di bidang Digital Marketing bagi UNNC. Pada bulan November 2016 lalu, Sannia juga menerima penghargaan beasiswa “Dream Scholarship” di bidang teknologi dari President Professor Yang Fujia setelah melalui proses seleksi yang kompetitif.

“Yang penting cintai apa yang kita lakukan, itu kuncinya. Saya pribadi, dari kecil, memang terbiasa untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri saya. Hobi saya banyak dan saya suka semuanya equally, sains dan seni! Tanpa kedua hal ini, saya tidak akan merasa lengkap. Everyone is special, find out what we really love itu adalah langkah awal mencapai kesuksesan.” Ungkap Sannia, membagikan rahasia dibalik pencapaiannya.

Selain itu, Sannia juga dikenal oleh teman-temannya sebagai pribadi yang senang bersosialisasi dan pandai dalam berkomunikasi. Ia juga menjadi sumber inspirasi bagi adik-adik kelasnya untuk mencapai kesuksesan dalam bidang akademis. Simak dua buah komentar mengenai Sannia berikut ini.

{Christof Kurniawan, S1 International Business and Management, year 4} – “Sannia adalah sosok yang cukup berpengaruh bagi anak-anak muda Indonesia, khususnya di UNNC. Relasi dengan para mahasiswa di sini juga salah satu bukti bahwa Sannia memiliki interpersonal skills yang sangat baik. Dua kata buat menggambarkan kepribadian Sannia, mature and wise.”

Pada bulan Juli 2017 mendatang, Sannia akan secara resmi mendapatkan gelar Doktor pada usianya yang baru menginjak 26 tahun. Dibalik prestasinya, Sannia ternyata punya cita-cita yang mulia lho.

“Setelah lulus ya? Cita-cita yang utama sebenernya adalah ingin menjadi UN Ambassador, bahkan one day, hopefully saya bisa menjadi orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Sekjen PBB. Tujuannya simple, saya adalah Duta Bangsa Indonesia, dan saya ingin melebarkan sayap Indonesia ke mata dunia dengan pendidikan dan keterampilan yang saya miliki. Dengan menjadi Duta PBB, saya ingin bisa membawa pengaruh positif terhadap dunia. For example, untuk menghadapi permasalahan education, poverty, gender equality, arts and cultures; there are so much more that we can contribute to the world. It is our responsibility, everyone’s duty to be exact. Semoga saja in the near future, saya bisa mewujudkannya,” Jelas Sannia yang fasih berbahasa Inggris, Mandarin dan Perancis tersebut di akhir wawancara.

Semangat patriotisme yang luar biasa ya, Sannia. Congratulations dan semoga sukses selalu di masa mendatang! (Indah Morgan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here