Rusia dan Indonesia Selenggarakan Dialog Bilateral Hak Asasi Manusia Ke-11

 “Adalah harapan kami agar Dialog Bilateral HAM Rusia dan Indonesia akan terus menjadi wadah kerja sama bagi kedua negara dalam melakukan promosi dan pelindungan nilai-nilai HAM di tingkat bilateral maupun multilateral,” tegas Direktur HAM dan Kemanusiaan, Achsanul Habib, dalam pidato pembukaannya pada Dialog Bilateral Hak Asasi Manusia (HAM) antara Rusia dan Indonesia ke-11 yang dikutip laman Kemlu RI.

Dialog tersebut diselenggarakan secara hybrid pada 15 Oktober 2021, di mana Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur HAM dan Kemanusiaan, Achsanul Habib, serta Delegasi Rusia dipimpin oleh Direktur Kerja Sama Kemanusiaan dan HAM, Rinat Alyautdinov.

Sebagaimana pelaksanaan Dialog Bilateral HAM dengan negara-negara sahabat yang lain, Dialog HAM Rusia-Indonesia ke-11 kali ini menjadi forum untuk berbagi good practices dalam melakukan pemajuan, pemenuhan, dan pelindungan HAM. Secara spesifik Indonesia dan Rusia berbagi pengalaman terkait upaya-upaya yang dilakukan untuk memajukan, memenuhi, dan melindungi hak atas kesehatan, serta juga hak-hak ekonomi, sosial, budaya; termasuk hak atas pembangunan.

Indonesia kembali menyuarakan keprihatinannya atas fenomena nasionalisme vaksin, obat-batan, serta berbagai peralatan medis lainnya yang merupakan ujung tombak dari mitigasi pandemi COVID-19. Indonesia mengajak Rusia sebagai negara sahabat untuk bersama-sama mendorong komunitas internasional agar mengedepankan prinsip equal, safe, and affordable access dalam melakukan penanganan pandemi. Obat-obatan, peralatan medis, dan vaksin harus dapat diperlakukan sebagai public goods yang mana distribusinya kepada masyarakat dunia harus dipandang sebagai kewajiban negara-negara dalam melakukan upaya pemenuhan hak atas kesehatan.

Kerja sama konstruktif dari kedua negara juga menjadi semakin penting mengingat keduanya merupakan anggota Dewan HAM PBB. Kedua pihak bersepakat untuk bersama-sama terus mengawal kinerja Dewan HAM PBB yang inklusif, tanpa politisasi, dan tanpa standar ganda. Indonesia dan Rusia juga bersepakat untuk terus mempererat upaya bersama untuk menyeimbangkan antara pembahasan kelompok isu hak-hak sipil dan politik dengan pembahasan kelompok isu hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya. Terkait pembahasan HAM di suatu negara, Indonesia dan Rusia akan terus menyuarakan pentingnya pembahasan isu HAM di suatu negara yang melibatkan negara tersebut.

Dialog Bilateral HAM merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mewujudkan diplomasi HAM yang berasaskan dialog tulus dan kerja sama konstruktif. Hal ini diejawantahkan Indonesia pada mekanisme HAM di tingkat bilateral, regional, maupun multilateral. Selama hampir 2 dekade terakhir, Indonesia menyelenggarakan Dialog Bilateral HAM secara rutin dengan sejumlah negara sahabat, seperti Norwegia, Iran, Uni Eropa, Kanada, Swedia dan Rusia . Sebagian dari Dialog HAM dengan negara mitra tersebut bahkan telah dilakukan belasan kali.

Rusia akan menjadi tuan rumah dari Dialog Bilateral HAM Rusia-Indonesia selanjutnya yang akan diadakan di Moskow pada tahun 2022, sekiranya keadaan pandemi sudah memungkinkan untuk dilakukannya pertemuan secara on site.