Remaja Atlet Pencak Silat Asal Lombok Ini Raih Juara Dunia

Beberapa waktu lalu Atlet indonesia Zohri menjadi perhatian besar usai jadi juara dunia nomor 100 meter di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia. Pemuda asal Nusa Tenggara Barat itupun diguyur bonus dari pemerintah.Namun selain Zohri, ada juga remaja lain dari Lombok yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Yuliana (17) malah lebih dulu mencatatkan prestasi, kala tampil di Kejuaraan Dunia Pencak Silat Junior 2018 di Songkhla, Thailand, pada April lalu.

Yuliana yang merupakan atlet pencak silat binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) KONI NTB meraih dua gelar sekaligus. Yang pertama adalah gelar juara kelas remaja putri kategori A dengan berat badan 39-43 kg, lalu juga memenangi gelar Atlet Pencak Silat Terbaik.

Yuliana sendiri hanya satu dari total tujuh atlet Indonesia yang meraih emas di kejuaraan tersebut. Ada pula Khoirudin Mustaqim, Hidayat L, Kurnia Fatma, Triana Ragil, dan terakhir pasangan Fadia Salsabila dan Nadya Putri L yang turun di sektor ganda.

Tak cuma emas, Indonesia juga meraih empat perak dan empat perunggu. Kejuaraan ini sendiri diikuti total 385 atlet dari 19 negara.

Yuliana bersama Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Sekda NTB), Ir. H. Rosiady Sayuti, M.Sc., Ph.D. Foto: Lintasntb.com
Yuliana bersama Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat

Ditanya tentang prestasi yang pernah diraihnya di Thailand, Yuliana yang akrab dipanggil Yuli merasa bangga karena telah mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Yuli terharu berhasil mengibarkan bendera Indonesia di negeri asing.

“Saya sangat bangga karena selama ini memang itu yang saya cita-citakan sejak bergelut di olahraga pencak silat. Selain bisa membawa nama Indonesia, saya juga ‘kan membawa nama daerah,” ungkapnya.

Yuliana saat menerima piala juara I dunia. Foto: istimewa/Radar Lombok
Yuliana saat menerima piala juara I dunia. Foto: istimewa/Radar Lombok

“Saya sempat terharu waktu dipasangkan bendera merah putih di pundak saya saat penganugerahan gelar juara satu,” ungkapnya kepada detikSport, di rumahnya di Dusun Terajon, Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB, Minggu (22/7/2018).

Yuli sebelumnya sudah meraih berbagai prestasi di kejuaraan tingkat nasional. Di antaranya medali emas Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Remaja di Jakarta tahun 2016, Juara I Kejurnas PPLP di Manado tahun 2016, Juara I Kejuaraan Sirkuit Bali-Lombok 2016, medali emas Popwil Jawa Timur 2016, medali emas Kejurnas PPLP NTB tahun 2017, medali perunggu Popnas Semarang tahun 2017, meraih juara I medali emas pada Popda NTB tahun 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here