Rancang Produk Asuransi, Tim FMIPA UI Masuk Enam Besar Kompetisi Internasional

Mahasiswa Program Studi Sarjana Ilmu Aktuaria FMIPA UI angkatan 2018 yang tergabung dalam Tim Triple C berhasil raih prestasi pada ajang kompetisi tingkat internasional “2021 Student Research Case Study Challenge” yang diselenggarakan oleh The Society of Actuaries (SOA). Hal tersebut diumumkan dilaman resmi SOA beberapa hari lalu tepat setelah penyelenggaraan babak final pada hari Kamis (8/4/2021). SOA merupakan persatuan aktuaris terkemuka yang berbasis di Amerika Serikat.

Tim FMIPA UI yang terdiri atas Adrianus Jan Felix, Frederick Arga Jetro, Justine Kael Tanady, Kevin Harijanto, dan Vincent Phandiarta membawa nama Universitas Indonesia masuk jajaran 6 besar setelah lolos sebagai salah satu dari 17 tim di babak semi final. Pada kompetisi berbasis riset ini, tim diwajibkan merancang suatu proposal berisi gagasan baru yang mengacu pada permasalahan atau isu-isu terkini yang terjadi di dalam dunia asuransi untuk menemukan solusi atas berbagai permasalahn tersebut melalui pengembangan asuransi parametrik.

Dalam asuransi parametrik, pembayaran kepada tertanggung tidak bergantung pada kerugian penderita, melainkan pada terjadinya satu atau lebih “peristiwa pemicu” dari kondisi kesehatan yang terukur.

Salah satu anggota tim, Frederic Arga Jetro mengungkapkan tim Triple C dalam gagasannya menawarkan sebuah produk asuransi terhadap penderita Sindrom Metabolik (Sindrom X). Sindrom metabolik adalah suatu kumpulan risiko yang disebabkan oleh setidaknya tiga dari lima penyakit berikut: obesitas perut, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, trigliserida serum tinggi, dan rendahnya serum lipoprotein densitas tinggi (HDL). Sindrom metabolik dapat mengarah kepada diabetes mellitus tipe II dan penyakit kardiovaskular.

“Pada produk ini, kami memberikan pembayaran berdasarkan banyak penyakit yang terkena pada kumpulan risiko tersebut. Pemilihan ide ini didasari oleh dua alasan. Pertama, melihat tingginya permintaan dari penyakit ini yang ada di dunia dan negara yang direferensikan pada pemicu masalah kompetisi ini. Kedua, adanya keterlibatan risiko tertentu dalam penentuan sindrom, yang sesuai dengan tema yang diangkat tahun ini.” ungkap Arga kepada tim humas FMIPA UI.

Terkait persiapan lomba, Arga beserta tim diberikan waktu selama kurang lebih dua bulan hingga batas akhir pengunggahan proposal. Selama persiapan, timnya secara solid melakukan berbagai kegiatan diantaranya riset studi kasus, melakukan identifikasi, mengembangkan model dengan metrik akurasi yang sesuai, memilih dan menganalisa sumber data potensial, memformulasikan solusi, serta memberikan rekomendasi.

Semua gagasan itu dikemas dalam sebuah proposal produk asuransi yang akan mereka tawarkan kepada dewan juri. Perjuangannya tak henti sampai disitu. Saat timnya dinyatakan lolos untuk melaju ke tahap selanjutnya, mereka langsung mempersiapkan presentasi tahap final hanya dalam waktu tiga hari saja. Menurutnya waktu yang sangat singkat itu menjadi tantangan yang paling dirasakan karena ia dan timnya tetap harus membagi waktu antara persiapan kompetisi dengan jawal kuliah dan kegiatan laiinya.

“Tantangan yang dihadapi dalam mengikuti kompetisi tersebut tentunya adalah waktu kami yang tetap harus berkuliah dan melakukan kegiatan lainnya, penyusunan proposal yang cukup rumit, dan juga bekerja sambil belajar mendapatkan hal yang baru. Itu menjadi tantangan yang menarik bagi kami”. ujarnya.

Meski belum berhasil memasuki finalis tiga besar, Tim Triple C cukup bangga atas pencapainnya. Baginya yang terpenting adalah motivasi untuk mengikuti kegiatan tersebut harus diwujudkan sebagai pembuktian bahwa kompetensi mahasiswa ilmu akturia UI setara dengan mahasiswa dari universitas lain di kancah internasional.

“Motivasi kami untuk mengikuti kompetisi ini adalah sebagai pembuktian bahwa mahasiswa Ilmu Aktuaria dapat menerapkan ilmu yang didapatkan di kelas serta berprestasi pada ajang internasional. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Ilmu Aktuaria di Indonesia, khususnya di Universitas Indonesia, memiliki kualitas yang setara dengan mahasiswa di seluruh dunia. Kedua, kami ingin mengembangkan potensi yang kami miliki serta mendapatkan ilmu yang baru agar menjadi bekal dalam mempersiapkan karir sebagai aktuaris di masa depan.” kata Arga menambahkan.

Meski belum menembus posisi 3 besar. Namun prestasi para mahasiswa FMIPA UI mendapat apresiasi dari Dr. Rokhmatuloh, M.Eng. Pejabat Dekan FMIPA UI mengatakan bahwa  mahasiswa jurusan ilmu aktuaria FMIPA UI harus kritis dan sensitif terhadap hal-hal yang terjadi serta isu-isu yang berkembang baik secara nasional maupun internasional yang memungkinkan terjadinya perubahan pada kebutuhan maupun proses bisnis industri asuransi di masa mendatang.

Apalagi saat ini, kata Dr. Rokhmatuloh, M. Eng., ilmu aktuaria bersifat multidisiplin artinya dapat disinergikan dan dikolaborasikan dengan bidang ilmu lain yang relevan untuk memberikan solusi permasalahan yang terjadi pada industri secara global. Ia juga memastikan, bahwa FMIPA UI terus mendorong prestasi para mahasiswanya baik di bidang akademik maupun non akademik dengan memberikan fasilitas terbaik dan apresiasi lebih.

“Pencapaian ini bagi kami sangat luar biasa, tim triple c telah melalui proses yang cukup kompleks. Meski belum mencapai 3 besar namun ini adalah awal yang sangat baik, mengingat ini adalah keikutsertaan yang pertama kali bagi tim FMIPA UI. Pencapaian tim triple C ini kami apresiasi setinggi-tingginya untuk menjadi dorongan bagi tim-tim selanjutnya”. Ujar Dr. Rokhmatuloh, M. Eng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here