Putri Widyanti Harlina Raih PhD Guna Tingkatkan Pengolahan Telur Nasional

Putri Widyanti Harlina

Putri Widyanti Harlina mendalami PhD di bidang Ilmu Telur dan Teknologi, diawali pada tahun 2009, dirinya mengambil program “Double Master Degree” yang diselenggarakan oleh Beasiswa Unggulan (BU) Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang bekerja sama dengan Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang. Program Double Degree tersebut merupakan program kerjasama antara universitas di Indonesia dan universitas di luar negeri, untuk mengambil program tersebut Putri belajar satu tahun di Indonesia kemudian dilanjutkan penelitian dan study selama dua tahun di Universitas di luar negeri yaitu di Huazhong Agricultural University Wuhan Tiongkok.

Sebagai putri Brebes yang terkenal dengan telur asinnya, maka ketika mengajukan proposal penelitian untuk program Double Degree tersebut Putri mengajukan tema tentang pengolahan telur. Harapannya ilmu tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan industry pengolahan telur di daerah Brebes, dan itu menjadi cita-cita besar putri. Awalnya pesimis mengingat teknologi yang masih sangat minim ditambah literature penelitian mengenai pengolahan dan teknologi telur masih sangat jarang di Indonesia. Namun hal inilah yang justru memotivasi dirinya untuk menggali ilmu lebih dalam mengenai teknologi pengolahan telur.

Ketika mendapatkan kesempatan melanjutkan belajar di Tiongkok, putri senang sekali dan berpikir saat itu semoga ini menjadi jalan pembuka dari mimpinya. dengan mendalami penelitian tentang pengolahan dan teknologi pangan khususnya tentang pengolahan dan diversifikasi produk telur. Setelah melalui serangkaian penelitian selama dua tahun, putri akhirnya berhasil mempresentasikan thesis S2 dihadapan komite yang semuanya adalah professor lulusan dari Amerika. Sayadan putri berhasil mempelajari teknologi pengemasan diversifikasi produk telur sehingga produk telur tersebut mempunyai daya simpan lebih dari 180 hari di suhu ruang yang tidak mengurangi kualitas fisiokimiawi, mikrobiologi, nutrisi maupun organoleptis. Seperti yang kita semua ketahui kendala penyimpanan produk telur adalah masa penyimpanan yang relatif singkat (14 hari) dan dengan penurunan kualitasnya.

Pada tahun 2012 tepatnya bulan Juni, Putri Widyanti Harlina berhasil menyelesaikan study master dan mendapatkan gelar Master of Engineering (M.Eng) dari Huazhong Agricultural University, diikuti pada bulan Oktober ditahun yang sama saya mendapatkan gelar master yang kedua dari Universitas Diponegoro dengan gelar Master of Sains (M.Si).
Saya mempunyai passion yang kuat dalam bidang ini, karena selain cita-cita kecil saya ingin menjadi tenaga pendidik dan pengajar juga cita-cita besar yang saya impikan yaitu meningkatkan industry pengolahan telur di Indonesia maka pada tahun 2013 saya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, PhD. Saya mengambil PhD dengan jurusan Egg Processing and Technology di National R&D Center of Egg Processing, College of Food Science and Technology, Huazhong Agricultural University, Wuhan, Tiongkok. Di tahun kedua PhD,

Selama dalam menyelesaikan studi PhD, Putri Widyanti Harlina juga telah menerbitkan karya penelitian di Jurnal Internasional yang bereputasi (Journal of Food Processing and Preservation-SCI Journal) dengan judul Effect of Garlic Oil on Lipid Oxidation, Fatty Acids Profiles and Microstructure of Salted Duck Eggs.
Bersama dengan kolega di laboratorium, kami sedang menyusun sebuah buku tentang ilmu telur dari segi mikrobiologinya. Semoga buku ini segera terbit sehingga dapat bermanfaat bagi akademisi maupun non akademik.

selain itu Putri juga telah mempresentasikan makalah penelitian tentang telur di hadapan puluhan peneliti dari berbagai negara di dunia di International Conference Egg Science and Technology di Tiongkok.

Di Tiongkok diungkapkan Putri, teknologi pengolahan telur sudah sangat maju. Industri pengolahan telur yang mereka punya, bukan skala rumahan namun sudah pada skala industry modern yang ditunjang dengan penggunaan teknologi yang mutakhir. Hal ini berbeda di Indonesia, pengolahan telur masih dalam skala rumahan. Saya ingin sekali suatu saat nanti Indonesia mempunyai teknologi yang mutakhir dalam pengolahan telur dan dalam skala industry yang besar sehingga dapat meningkatkan kesejaterahan masyarakat lokal sekaligus mampu bersaing secara global. dan itu menjadi impian putri, semoga dengan ilmu pengolahan telur yang dimilikinya dapat memberdayakan dan dapat meningkatkan potensi pengolahan telur di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here