Press Briefing Dengan Media Nasional Perkembangan Penanganan COVID-19

Selamat siang rekan-rekan media…

Mudah-mudahan  semua  dalam  keadaan  sehat…senang dapat  kembali  bertemu  untuk  menyampaikan  updates mengenai penanganan COVID-19….tentunya  yang memiliki kaitan dan dari perspektif politik luar negeri..

Teman-teman Media yang saya hormati…

Dalam  beberapa  waktu  belakangan  ini….diskusi  mengenai pengembangan  vaksin…dan  atau  obat…yang  terjangkau bagi rakyat semua negara ..semakin mengemuka.

Sasaran utama diplomasi kita adalah…mendorong kerjasama internasional  untuk  mewujudkan  vaksin  dan/atau  obat tersebut.

Menurut  data  WHO,  saat  ini  lebih  dari  120  vaksin  tengah dikembangkan  di seluruh  dunia…  dan  6  diantaranya  dalam proses uji klinis.

WHO baru  saja luncurkan inisiatif  Access to COVID-19 Tools Accelerator… untuk percepat pengembangan dan produksi vaksin…

Pada  saat  vaksin  sudah  selesai  dikembangkan  atau  obatobatan yang saat ini sedang banyak dilakukan uji klinis telah selesai….maka  pertanyaan  selanjutnya  adalah  apakah semua  negara  memiliki  akses  terhadap  vaksin  dan  obatobatan tersebut…dengan harga yang terjangkau.

Pertanyaan ini sangat relevan mengingat adanya rejim paten internasional…yang  dapat  digunakan  untuk  memonopoli teknologi terhadap  inovasi  …yang  hasilnya nanti  diperlukan oleh semua umat manusia di dunia.

Oleh karena itu, diplomasi Indonesia aktif dalam memperkuat multilateralisme…dengan  tujuan  utama  mewujudkan  akses yang  berkeadilan  (equitable)  bagi  negara-negara berkembang terhadap vaksin dengan harga terjangkau.

Untuk  itu,  Indonesia  akan  terus  mendorong  pemanfaatan semua  fleksibilitas  yang  tersedia  dalam  rejim  paten internasional  (WTO  dan  WIPO)  dan  menjajaki  langkahlangkah inovatif lainnya untuk mengatasi tantangan tersebut.

Message  seperti  ini  yang  secara  konsisten  saya bawakan…termasuk  semalam  dalam  pertemuan  Ministerial Coordination  Group  on  COVID-19  (MCGC)…dimana semalam  sekitar  11  Menteri  Luar  Negeri berpartisipasi…antara  lain Kanada,  Jerman,  Perancis,  UK, Australia, Indonesia, Singapura, Afrika Selatan, Brazil, Turki dan Peru.

  • Pertemuan  MCGC  semalam  membahas  mengenai multilateralisme.

Dalam  pertemuan  MCGC  tersebut…saya  tekankan  kembali bahwa  multilateralisme   tidak  boleh  hanya  diartikan  dalam bentuk  pernyataan-pernyataan  (statements),  namun  juga diperlukan  tindak  lanjut  dan  kerjasama  konkrit. Multilateralisme hanya akan mendapatkan kepercayaan jika dapat dirasakan manfaatnya bagi dunia.

Oleh karena itu…semalam saya sampaikan tiga hal:

  • pertama …terkait komitmen untuk menjamin lancarnya flow  of  goods  selama  pandemi.    Dalam  kaitan  ini, Indonesia  akan  sampaikan  non-paper  mengenai kerjasama  konkrit  yang  dapat  dilakukan.  Duta  Besar Indonesia di Ottawa akan menjadi ujung tombak diskusi mengenai non-paper Indonesia tersebut.
  • kedua…mengenai  vaksin.  Posisi  Indonesia  saya sampaikan kembali …dan juga diangkat oleh beberapa negara, antara lain Afrika Selatan , Singapura dan Peru.
  • ketiga…mengenai  perlindungan  dan  pemberdayaan perempuan selama pandemi…hal ini juga diangkat oleh Menteri Luar Negeri Australia.
Mengenai  obat-obatan….Indonesia  sendiri  sudah bergabung  dalam  inisiatif  Solidarity  Trial  WHO…  yang ditujukan  untuk  mencari treatment  yang paling efektif  untuk pengobatan COVID-19…
Solidarity  Trial  ini  dilakukan  melalui  perbandingan  antara pelaksaan  treatment  yang  standar  dengan  treatment  yang menggunakan  4  jenis  obat-obatan  yang  sedang  diujicobakan.
Sudah lebih 100 negara yang ikut dalam solidarity trial ini.
4 obat-obatan yang diuji-cobakan, yaitu:
  •  remdisivir;
  •  liponavir/ritonavir
  • liponavir/ritonavir  dikombinasikan  dengan   interferon
  • beta 1-a; dan
  • chloroquine atau hydroxychloroquine.
Disamping  itu,  dari  koordinasi  yang  dilakukan  dengan berbagai  pihak,  kita  juga  memperoleh  informasi  bahwa berbagai kerja  sama di skala nasional dan internasional saat ini  secara  intensif  dilakukan  untuk  pengembangan  vaksin maupun uji coba obat untuk covid-19:
  • Kimia Farma  dengan  Gilead Science,  tengah menjajaki penggunaan remdisivir,   yang saat ini sedang menunggu hasil uji klinis di Amerika Serikat;
  • Biofarma  dengan  Lembaga  Eikjman,  dalam pengembangan  plasma  darah  untuk  membantu  pasien yang memiliki gejala sedang;
  • Biofarma  dengan  Kemristek  dan  Lembaga  Eijkman telah  membentuk  konsorsium  untuk  pengembangan vaksin.  Konsorsium  ini  juga  akan  berkolaborasi  dengan mitra-mitra internasional.
Rekan-rekan Media…
Selain isu mengenai vaksin dan obat seperti yang telah saya sampaikan  tadi…..ijinkan saya  juga  menyampaikan  up-date mengenai dua hal yaitu:
  • Terkait  kolaborasi  internasional  dengan  berbagai negara dalam rangka penanganan COVID-19, dan
  • perlindungan WNI di luar negeri.
KOLABORASI INTERNASIONAL
Terkait  dengan  kolaborasi  Indonesia  dengan  berbagai negara:
  • Hingga tadi malam (28/04)…Indonesia telah lakukan kerjasama dengan    94 pihak  internasional  …yaitu dengan  9 negara sahabat, 9 entitas organisasi internasional, dan 76 entitas non-pemerintah.
  • Minggu ini…kelengkapan seperti alat medis, APD, masker, hand sanitizer dan alat tes PCR…juga telah tiba…antara lain berasal dari  ….RRT, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab…
  •  Khusus Kerja sama Indonesia-UAE…kerja  sama dilakukan secara lebih inovatif.  Selain membawa dukungan peralatan medis, pesawat cargo UAE juga membeli berbagai produk UMKM  Indonesia.  Inovasi  seperti  ini  penting  dilakukan sebagai bagian upaya  mitigasi  dampak ekonomi  covid-19 bagi Indonesia.    Isu ini juga saya bahas dengan Menlu UAE pada  tanggal  27  April  2020…sebagai  tindaklanjut pembicaraan Presiden dengan Putra Mahkota UAE  pada tanggal 29 Maret yang lalu.
  •  Inovasi  kerjasama ekonomi juga dilakukan antara kedubes RI Singapura dengan  Grup Temasek…antara lain melalui pengadaan  bedding  sets,  matras  tempat  tidur,  selimut, reusable  masks  dll….yang  akan  digunakan  Singapura untuk melengkapi fasilitas tempat karantina mereka
PERLINDUNGAN WNI
Terkait perlindungan WNI di luar negeri….beberapa hal yang ingin saya sampaikan.
Pertama  mengenai  jumlah  WNI  yang  dinyatakan  positif terkena COVID-19….
Hingga hari ini jumlah WNI positif COVID-19 berjumlah  597 dengan rincian…
  • Yang sehat 182 orang
  • Yang masih dirawat 383 orang
  • Yang meninggal dunia 32 orang.
Kedua….  Mengenai  bantuan  kebutuhan  mendasar  WNI yang paling rentan terdampak Covid19 di luar negeri.
  • Untuk  klaster  WNI  di  Malaysia,  hingga  kemarin  bantuan sembako yang telah diberikan lebih dari 200 ribu tepatnya 204,545 (Perwakilan: 141.782 dan  organisasi  masyarakatIndonesia di Malaysia: 58.763).
  • Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada organisasi masyarakat Indonesia di Malaysia yang telah terus  bekerja sama dengan  perwakilan Indonesia  di Malaysia baik dalam rangka  menyediakan  paket  sembako  maupun  di  dalam distribusinya.
  • Untuk  klaster  WNI  di  luar  Malaysia..  kita  juga memberikan paket bantuan sembako… dan barang yang diperlukan  untuk  antisipasi  COVID-19  [masker,  hand sanitizer, disinfektan dll]… dengan jumlah total 36.541
  • Untuk kawasan Timur Tengah misalnya … total paket sembako yang telah diberikan berjumlah 15.471 paket.
  • Untuk kawasan Amerika 12.917
  • Untuk kawasan Eropa 3.228
  •  Untuk kawasan Afrika 75
  • Untuk kawasan Asia 4.170
  • Untuk kawasan Australia 680
  • Untuk  Klaster  Jemaah  Tabligh  di  13  negara  [1.148 orang]..setidaknya kita telah memberikan sekitar kepada 1,196  paket sembako di 3 negara konsentrasi JT WNI yaitu di India, Pakistan dan Bangladesh.
  • Yang  perlu  saya  tekankan  sekali  lagi  adalah  bahwa  kita akan  terus  berusaha  semaksimal  mungkin  untuk membantu  WNI  yang  paling  memerlukan,  tentunya pemberian  sembako  ini  sangat  tergantung  dari  situasi
    masing-masing  daerah,  karena  masing-masing  daerah situasinya  berbeda-beda.  Perlu  juga  saya  sampaikan
    bahwa  Indonesia  adalah  satu  dari  sangat  sedikit  negara yang  memberikan  bantuan  sembako  bagi  warga negaranya. Dan pemberian  bantuan  ini  juga  sepenuhnya dilakukan  dengan  komunikasi  dengan  Kementerian  Luar Negeri masing-masing negara.
Ketiga….update mengenai  kepulangan mandiri WNI dari luar negeri…terutama dari Malaysia dan ABK
  • Per 28 April…sebanyak 68,129  WNI yang telah kembali keIndonesia  melalui  repatriasi  mandiri.,,,yaitu  melalui  jalur laut (69% atau 46.915), jalur darat (18% atau 12.390) dan udara (13% atau 8824).
  •  11.505  ABK  yang  telah  kembali  melalui  repatriasi mandiri.  Ke  depan,  diperkirakan  18  kapal  pesiar  akan melakukan pemulangan sekitar 2.339 WNI ABK.
  • Pagi  hari  ini,  kapal  pesiar  Explorer  Dream  tiba  di Pelabuhan Tanjung Priok membawa 359 WNI ABK.
  • Selain  itu…1.381  WNI  (selain  Malaysia  dan  ABK)  telah kembali secara mandiri dengan difasilitasi oleh perwakilan kita diluar negeri.
Terkait  dengan  kepulangan  WNI  ini,  protokol  kesehatan tetap  dilakukan  secara  ketat…terutama  pada   saat ketibaan.
Masalah  protokol  kesehatan  bagi  ketibaan  WNI…secara khusus  dibahas  dalam  Rakor  tadi  pagi  yang  dipimpin  oleh Menko  PMK.  Protokol  Kesehatan  ini  tentunya  menjadi kewenangan dari Kementerian Kesehatan.
Di  dalam  rakor  Menko  PMK  tadi  pagi,  Pak  Mendagri  juga menyampaikan  adanya  upaya  pemberdayaan  pada  level desa yaitu pelaksanaan karantina mandiri di level desa pada saat  yang  bersangkutan  tidak  mampu  melakukan  karantina mandiri di rumah.
Keempat…penanganan  JT  di  beberapa  negara  khususnya INDIA.
Sebelumnya…  tercatat  1,148  WNI JT di 13 negara.  Beberapa JT WNI yang sudah kembali yaitu…
  • 8 orang  yang yang berkegiatan di Maroko telah kembali keIndonesia pada 26 April lalu.
  • 6 orang dari Thailand pada tanggal 20 April lalu;
  • 5 orang dari Yordania pada tanggal 21 April lalu;
  • Saat ini…Jumlah JT yang masih berada di luar negeri berjumlah 1.129.
Dari  jumlah  JT  WNI  tersebut,  dapat  kami  sampaikan terdapat 105 JT WNI yang terpapar Covid19 yaitu:
  • 30 WNI JT di Pakistan positif mengidap COVID-19…18 diantaranya telah sembuh.
  • 75  WNI  JT  di  India  positif  mengidap  COVID-19…44  di antaranya telah sembuh.
  • Sedangkan  1.047  dinyatakan  sehat  atau  belum  ada informasi mereka terpapar.
Terkait  WNI  JT  di  India…Bapak  Presien  telah  melakukan komunikasi dengan Perdana Menteri India, Presiden kemarin telah mengangkat WNI JT. Keduanya sepakat menugaskan Menteri  Luar  Negeri  kedua  negara  untuk  menindaklanjuti pembicaraan kedua Pemimpin tersebut.
Sebagaimana  yang  pernah  saya  sampaikan  sebelumnya…saya  terus  melakukan  komunikasi  dengan  Menteri  Luar Negeri Indonesia. Perwakilan Indonesia di India secara aktif juga memantau dari dekat dan berkoordinasi dengan otoritas India mengenai keselamatan dan keamanan peserta JT asal Indonesia.  Perwakilan  kita  juga  melakukan  komunikasi dengan wakil-wakil  JT  Indonesia  dan  juga  melakukan pendampingan hukum dan konsuler…terutama bagi mereka yang menghadapi masalah hukum.
Terakhir terkait WNA yang terkena Covid19 di Indonesia.
– Saat ini terdapat 566 kasus Covid19 WNA di Indonesia:
  • 98 orang positif
  • 306 orang ODP
  • 144 orang sembuh
  • 15 orang meninggal dunia
– Kementerian  Luar  Negeri  terus  berkomunikasi  dengan Perwakilan  negara-negara  tersebut  untuk  memberikan update bagi warga negaranya masing-masing.
Sekian yang dapat saya sampaikan dalam press briefing hari ini.
Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here