Presiden Sri Lanka Berikan Penghargaan Kepada Warga Negara Sri lanka Keturunan Indonesia

​Presiden Sri Lanka, Maitripala Sirisena memberikan penghargaan “Investiture Ceremony 2017” kepada warga negara Sri Lanka yang dianggap berjasa bagi negara Sri Lanka (20/3). Penghargaan tersebut diberikan kepada 90 orang warga negara Sri Lanka yang dianggap telah berjasa di berbagai bidang.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Sirisena telah menganugerahkan penghargaan “Kala Keerthi”, yakni penghargaan atas prestasi dan sumbangsih luar biasa di bidang seni, budaya dan drama kepada G. Kartini Drahaman Mohamed, seorang warga negara Sri Lanka keturunan Sumenep, Madura, Indonesia.

G. Kartini Drahaman Mohamed merupakan satu-satunya keturunan Indonesia yang mendapat kehormatan penghargaan tersebut atas sumbangsihnya dalam bidang seni dan budaya, khususnya budaya Melayu di Sri Lanka.

Sementara itu KBRI Colombo sangat mengapresiasi dan turut berbangga atas penganugerahan gelar kehormatan terhadap G. Kartini Drahaman Mohamed dari pemerintah Sri Lanka.

Sosok G. Kartini Drahaman Mohamed lahir di Colombo, Sri Lanka, pada 20 Mei 1944 dan merupakan puteri dari Bapak Dr. M.P.D Rahaman, seorang penulis Sri Lanka keturunan Indonesia. Apabila ditelusuri lebih jauh, G. Kartini Drahaman Mohamed merupakan keturunan dari Baba Yunus Salahodin (Sri Lanka : Baba Ounus Saldin), bagian dari keluarga kerajaan Sumenep Madura yang diasingkan ke Ceylon (Sri Lanka) oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1869. Baba Yunus Salahodin juga dikenal sebagai tokoh pendiri “Alamat Lankapuri” (Berita dari Sri Lanka) dan “Wajah Selong” (Cahaya Ceylon), yakni suratkabar berbahasa Melayu beraksara Jawi pertama di Sri Lanka pada abad ke-19 yang mempromosikan sekaligus melestarikan budaya Melayu bagi komunitas masyarakat Melayu di Sri Lanka.

Data dari Badan Statistik Sri Lanka menyebutkan bahwa pada sensus tahun 2012 jumlah populasi warga negara Sri Lanka keturunan Melayu (Sri Lankan Malay) mencapai 44.130 jiwa. Mereka merupakan keturunan dari orang-orang Melayu dan Indonesia yang bermigrasi secara sukarela maupun diasingkan ke Sri Lanka oleh pemerintah kolonial Belanda dan Inggris di abad ke-18 dan 19. Komunitas Melayu di Sri Lanka masih melestarikan kebudayaan Melayu mereka secara turun temurun. Ikatan darah dan sejarah ini dimanfaatkan oleh KBRI Colombo guna mempererat dan mempromosikan hubungan sosial budaya Indonesia – Sri Lanka, antara lain dengan membangun komunitas Friends of Indonesia yang memiliki ketertarikan khusus pada pariwisata, budaya, persahabatan dan bisnis seperti Sri Lanka-Indonesia Friendship Association/SLIFA dan Sri Lanka-Indonesia Business Council/SLIBC.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here