Polisi Brigadir Febri Raih Penghargaan dari Duta Besar Republik Korea

Prestasi Militansi dalam sebuah tugas, telah menorehkan makna tentang kesuksesan, setidaknya hal tersebut terbukti diraih oleh Brigadir Febri Rijal Syaifuddin, anggota Satuan Intelkam Polrestabes Surabaya yang mendapat penghargaan , Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Mr. Taiyoung Cho pekan lalu.

Dalam penghargaan tersebut tertulis, sebuah apresiasi yang mendalam atas kontribusi Brigadir Febri yang luar biasa terhadap peningkatan persahabatan kerjasama antara kedua Negara, khususnya dalam memberikan pelayanan sosial yang maksimal kepada komunitas warga Korea yang berada di Provinsi Jawa Timur.

Prestasi Febri ini tidak diraih hanya dengan kedipan mata, tapi dengan kerja keras yang ia dapatkan meski dirinya pun tidak pernah menyadari dan bahkan tidak mengira bahwa apa yang dilakukannya selama ini rupanya mendapat apresiasi yang luar biasa dari Repubik Korea.
“Saya nggak nyangka bisa dapat penghargaan, karena saya hanya bekerja dan menjalankan tugas, terlepas mendapat cela’an atau apresiasi, saya terima, karena itu memang sebagai tugas dan kewajiban. Oleh Sebab itu, saya merasa sangat berterimakasih kepada Kedubes Republik Korea, Asisten Konsul Kedubes Korea, dan Asosiasi Korea Jatim, dan tentunya rekan kerja saya di tim POA Polrestabes Surabaya”, ungap Febri pada Surabayaraya.com.

Brigadir Febri Rijjal Syaifuddin, mengawali karir sebagai anggota kepolisian pada tahun 2006 silam. Pria kelahiran Sidoarjo 29 tahun silam ini, awalnya mendaftar di Polwil Besuki, dan masuk menjadi polisi Letting Dregs (2006 Gelombong 1).

Setelah lulus pendidikan, Febri langsung ditugaskan di Satuan Sabhara Polres Surabaya Selatan pada tahun 2006-2008. Selanjutnya di tahun 2008-2009, Febri dipromosikan ke bagian perencanaan dan pengembangan Polres Surabaya Selatan. Sementara tahun 2009-2010, Febri melanjutkan karirnya di IT Center Polres Surabaya Selatan. Sekitar tahun 2010-2012, ia dipindahkan ke unit patrol 821 polsek Tegalsari Surabaya.

Di polsek tegalsari inilah, Febri mengikuti Pendidikan Pengembangan Spesialisasi Bahasa Jepang (Dikbangspes) yang digelar di Jakarta. Ia menjadi satu-satunya delegasi untuk mengikuti studi mewakili polda Jawa Timur. “Saya tertarik mengikuti Pengembangan Spesialisasi Bahasa Jepang, karena menurut saya Bahasa Jepang ini cukup unik untuk dipelajari”, ucapnya.

Febri mengikuti pendidikan selama 3 bulan di Indonesia Police Language. Khusus Bahasa Jepang, diikuti 30 anggota masing-masing perwakilan dari seluruh polda di Indonesia. Dalam kesehariannya, para peserta diwajibkan menggunakan bahasa yang sesuai dengan disiplin ilmu. “Kalau ketahuan tidak menggunakan bahasa Jepang dalam aktivitas sehari-hari, pasti diberi sanksi”, imbuhnya.

Setelah lulus dari pendidikan tersebut, polisi yang menguasai tiga bahasa yakni, bahasa inggris, jepang dan perancis ini juga meraih penghargaan Adi Makaryasa (nilai terbaik). Karena mendapatkan ilmu bahasa Jepang yang bagus di Indonesia Police Language, Febri akhirnya ditempatkan di Satuan Intelkam Polrestabes Surabaya.

Sejak 2013 hingga saat ini, Febri ditempatkan di unit POA (Pengawasan Orang Asing) dimana dalam tim tersebut, diperkuat oleh 5 anggota. Dengan tim yang solid tersebut, Febri mampu menorehkan prestasi dan tentunya dapat mengangkat citra POLRI khususnya Polrestabes Surabaya di mata internasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here