Petisi Dan Diskusi Kebangsaan Hari Pancasila “PERAN DOKTER INDONESIA DALAM MENJAGA NASIONALISME DAN PLURALISME UNTUK MENEGUHKAN CITA-CITA PERJUANGAN KEMERDEKAAN NKRI”

Pancasila lahir 72 tahun yang lalu sebagai ideologi bangsa yang menerima keberagaman.Merawat Pancasila adalah merawat keberagaman, keberagaman bukan sekedar bingkai pemersatu bangsa, tetapi lebih dari itu keberagaman adalah nilai kemanusiaan yang universal.

Dari keterangan Press Rilis, Bertempat di gedung Stovia, JI. Abdul Rahman Saleh No 26,Jakarta Pusat. dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2017 sebanyak 60 Guru besar dan 500 dokter/dokter gigi menyerukan“Petisi Kebangsaan.”

Terjadinya polarisasi rasa kebangsaan yang cukup ekstrim dewasa ini ditambah dengan banyaknya gejolak yang terjadi di masyarakat yang berakibat lunturnya rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,timbul gagasan di antara para dokter di Indonesia dengan berkaca pada napak tilas peran para pendahulunya dalam Kebangkitan Bangsa tahun 1908 untuk membuat suatu gerakan moral meneguhkan kembali kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhinneka Tunggal lka.

Dokter Bhinneka Tunggal lka (DBTI) adalah suatu gerakan moral di kalangan dokter dan dokter gigi untuk merespon situasi terkini yang menimpa bangsa kita. Dalam memperjuangkan persatuan dalam perbedaan nya gerakan moral ini melebur dengan berbagai kalangan masyarakat yang mempunyai visi dan misi yang sama juga menjunjung tinggi konstitusi dan aturan-aturan yang berlaku serta norma dan etika dalam bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

VlSl Tercapainya kemuliaan,kesejahteraan, kemakmuran,keadilan dan keamanan di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

MISI 1.Turut memperkuat kehidupan masyarakat yang bertoleransi dalam menjalankan keyakinan berKetuhanan Yang Maha Esa
2.Turut meneguhkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air secara adil dan beradab
3.Turut menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dalam semboyan Bhinneka Tunggal
lka
4.Turut berperan dalam pendidikan masyarakat untuk taat azas, sadar, dan patuh hukum.
5.Turut mendorong pencegahan dan pemberantasan paham radikalisme
6.Turut mendorong terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Gerakan moral ini bersIfat non-partisan,non-sektarian, non-aflliasi kepada golongan dan/atau perorangan. Gerakan ini semata-mata berorientasi membela, menjaga serta merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

Pancasila adalah falsafah yang telah terbukti secara historis paling sesuai untuk rakyat Indonesia yang majemuk dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur,sejak berdirinya Budi Utomo,Sumpah

Pemuda,sampai Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.Karena itu Bhinneka Tunggal Ika harus tetap dipertahankan.

Konsep kebhinnekaan adaiah konsep yang sangat lekat dengan profesi kami.Pada hakikatnya Bhinneka Tunggal Ika merupakan roh dari Sumpah Dokter yang menjadi panduan kami dalam merawat bangsa
sesuai profesi kami.

Kami mengajak semua komponen bangsa untuk perduli terhadap kebhinnekaan dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa dari Sabang sampai Merauke.

Sebagai Dokter dan Dokter Gigi yang profesionai, secara individu Dokter dan Dokter Gigi yang tergabung dalam DBTI tetap memegang teguh sumpah dokter serta dokter gigi dan tetap merupakan bagian dari Organisasi keprofesian; IDI dan PDGI.Tetapi secara organisasi DBTI tidak menjadi bagiandari IDI.IDI berkiprah dalam pengembangan profesi sedang grup DBTI berkiprah dalam bidang kebangsaan dan bersinergi dengan kelompok masyarakat Iainnya yang mencintai persatuan,kerukunan bangsa yang cinta Pancasila,dan Bhinneka Tunggai Ika.

Sebagaimana teladan para sejawat terdahulu yang berjuang mempersatukan dan membentuk bangsa Indonesia; Kihajar Dewantoro,Soetomo,Wahidin Soedirohusodo,Tjipto mangunkusumo, Radjiman Wideodiningrat,Angka,M Soelaiman,Goemberg, Johanes Leimena di dokter sebagai anak bangsa punya kewajiban di luar profesinya dan bisa berjuang tanpa meninggaikan kewajiban etiknya saat meniaiankan profesinya.

Memperingati hari lahirnya Pancasila kami berkumpul menyampaikan PETISI KEBANGSAAN dan Mengadakan Diskusi Kebangsaan dengan Tema:
“PERAN DOKTER INDONESIA DALAM MENJAGA NASIONAUSME DAN PLURALISME UNTUK MENEGUHKAN CITA-CITA PERJUANGAN KEMERDEKAAN NKRI”

Bersama: Yudi Latih. MA. PhD Direktur Eksekutif Reform Institute,DR.Imam B Prasodjo Sosiolog,Prof.DR.Dr. Ahmad Djoyosugito,SpOTlK) Mantan Ketua Pengurus Besar IDI, Paguyuban Pengemban dan Penerus Cita Cita Boedi Oetomo (Keluarga Pahlawan) Prof.DR.Dr. Yati Soenarto SpA.

Merupakan kebanggaan tersendiri Karena hadirnya keluarga dokter perintis pergerakan kebangsaan yaitu; KeluargaAlm.Dr.Soetomo,Alm.Dr.M.Soelaiman, Alm Dr.Tjipto Mangunkusumo,Kel.Alm Dr.Angka,Kel.Alm Dr.Wahidin Sudirohusodo,Kel.Alm.Dr.Goemberg,Kel Alm Dr.Radjiman Wideodiningrat yang ikut Bersama sama memberikan dukungan terhadap Petisi dan ada yang hadir saat ini memperingati hari lahirnya Pancasila.

juru Bicara:
Prof.DR.Dr. Daidyono SpPD Prof.DR.Dr. Farid M Aziz SpOG Prof.DR. Dr. Ahmad Djoyosugito Prof DR. Dr. Djoko Wahono
Prof.Dr. Wimpie Pangkahila Prof. DR. Dr. Reggy Lefrand (Manado): dr. Wikan lndarto,SpA Dr.Purwoatmojo
Prof.Dr. Nuzuia Erawati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here