Petisi Curahan Hati Para Diaspora Indonesia yang Mendamba KG

GKI Milan

Sebuah petisi kembali diluncurkan para Diaspora Indonesia menuntut diberlakukannya kewarganegaraan ganda

Sama seperti petisi-petisi sebelumnya, Petisi Diaspora Indonesia yang menuntut diberlakukannya kewarganegaraan ganda kembali diluncurkan. Kali ini petisi tersebut penggagasnya adalah Arnold Djiwatampu, seorang diplomat dengan spesialisasi telekomunikasi yang tinggal di Jakarta. Petisi dengan tautan: https://www.change.org/p/presiden-republik-indonesia-dpr-dan-presiden-segera-mengesahkan-uu-kewarganegaraan-ganda-ri/u/14945130 itu hingga 19 September 2016 telah diisi oleh lebih dari 6.166 orang. Berikut beberapa aspirasi yang terekam dalam petisi tersebut, baik mereka yang tinggal di Indonesia maupun di luar negeri.

• “Sudah saatnya kewarganegaraan ganda disahkan. Apabila tidak, negara kita akan semakin kehilangan tenaga kerja yang berbakat, handal, dan berwawasan/ pengalaman internasional (brain drain). .. orang-orang Indonesia yang pintar lebih dihargai dan lebih diberikan kesempatan untuk berkarya oleh negara lain dengan upah tinggi…… Dengan kewarganegaraan ganda maka mereka tetap dapat pulang, tinggal, dan berkarya di Indonesia, demi memajukan ibu pertiwi. Win-win solution untuk semua!” Nasionalisme adalah suatu pola pikir dan ketulusan hati untuk berkarya untuk suatu bangsa, terlepas dari paspor apa yg dimiliki.” [WNI di Indonesia]

• “….sudah tinggal 18 tahun di Belanda dan masih memiliki paspor Indonesia. Saya belum bisa menggantinya karena merasa berat melepaskannya. Suami dan anak-anak saya warganegara Belanda, dan menyarankan saya utk mengganti WNI saya karena saat berkunjung ke beberapa negara harus mengurus visa, yang kadang-kadang tak mudah mengurusnya”. [WNI di Belanda]

• “… sudah waktunya memberikan kewarganegaraan ganda, khususnya kepada mereka yang meninggalkan Indonesia karena ketidakstabilan politik di masa lalu, dan kini berharap penuh pada pemerintahan yang sekarang… banyak orang Indonesia yang cinta dan setia pada Indonesia ingin kembali menyumbangkan kepandaiannya kepada negeri ini”. [WNI di Indonesia]

• “Dear Pak Jokowi, Negara yang maju bersumber dari sumber daya manusianya yang bermutu. Banyak warga negara Indonesia di perantauan yang telah banyak menimba ilmu setinggi-tingginya, dengan harapan mereka bisa membangun bangsa…..” [warga AS di California]

• “…living in Australia since 1973, hoping one day still able to travel to home country with no hassle at all and able to invest.” [WNI di Australia]

• “Sudah 18 tahun tinggal di Austria dengan kedua anak WN Austria. ….ingin juga mengambil kewarganegaraan Austria cuma rasanya sayang sekali kalau saya harus melepaskan WNI saya.” [WNI di Austria]

• “…Saya hanya tidak rela jika masyarakat Indonesia dihadapkan pada ‘sophie’s choice’ – memilih Indonesia atau melepaskan kewarganegaraannya. Itu bukanlah pilihan.” [WNI di Rumania]

• “….pasangan hidup saya orang asing, dan tinggal diluar negeri. ….ingin anak- anak saya tidak hanya bisa memberi kontribusi ke negara kebangsaan pasangan saya tapi juga untuk Indonesia. Pasangan saya juga sangat mencitai Indonesia dan kita ingin suatu saat kembali dan membangun daerah dengan keahlian dan jaringan yang kami peroleh dari hidup di luar negri selama bertahun tahun.

Indonesia telah dan akan kehilangan sumber daya manusia yang berharga dengan tidak mengakui kewarganegaraan ganda.” [WNI di Myanmar]

• “…because I dont want to give up my nationality and I want my kids keep holding Indonesian and Danish nationality even when they are over 18.” [WNI di Denmark]

• “ My wife is Indonesian. Our daughter Jessica loves Indonesia just as much as she loves Australia.”

• “It’s about time Indonesia sees the benefits, especially, financially of allowing its citizens to have dual citizenship.” [isteri WNI di Dubai, UEA]

• “….all my families and relatives are still in Indonesia, …. love to visit them often. I’d love to help Indonesia with my knowledge and skill, too…..” [WNI di California, AS]

• “because i want to have my indonesia citizen back” [WNI di Swedia]

• “….Walau merantau di negeri orang. Namun tidak pupus, tetap ingin berkontribusi positif untuk Indonesia yang lebih baik bagi seluruh Rakyat Indonesia.” [WNI di Indonesia]

• “Saya suka Indonesia dan semoga menjadi negara yg lebih baik” [WNI di California, AS]

• “this is only in the benefit of the Indonesian people.” [WNI di Belanda]

• “dukung indonesia sepenuhnya. Aku cinta indonesia.” [WNI di Indonesia]

• “We love Indonesia, and will be part of Indonesia regardless with what nationality. Our journey in life, we always want to be part of Indonesia also for our childrens. Hope this come true soon.” [WNI di Yunani]

• “Saya mendukung petisi yang dibuat oleh Bung Arnold ini, sebab saya juga sedang turut memperjuangkan Dwi Kewarganegaraan melalui Indonesian Diaspora Network” [WNI di Belanda]

• “I am hoping my baby can be two nationality one day, …. Belgien like his father and indonesian like me (his mother)” [WNI di Semarang]

• “Kepada Yth bapak President, .. lebih dari 15 tahun tinggal di Belgia, dan masih berwarga negara Indonesia. …. dua orang anak laki laki… khawatir kalau mereka 18 tahun pasti akan memilih warga negara Belgia….ingin sekali membeli rumah di Indonesia, tapi mengingat kalau terjadi sesuatu dengan saya, anak anak akan kehilangan haknya setelah mereka berumur 18 tahun. Itu membuat saya Kehilangan motivasi untuk membangun di Indonesia…” [WNI di Belgia]

• “…jika saya dan keempat anak-anak saya ingin menengok keluarga di Bali yang orang Indonesia, ….berbelit urusan mengurus izin masuk ke negara kelahiran yang saya sayangi … Gara-gara memegang papor asing, anak dan cucu-cucu juga sulit menengok separuh keluarga mereka yang tinggal di Indonesia.” [WNI di Islandia]

• “Sudah waktunya kita kembali tanpa dianggap sebagai pengkhianat bangsa.” [WNI di Kanada]

• “Saya ada anak yang saya harap bisa tetap menjadi WNI setelah umur 18 thn.” [WNI Singapura, Jerman]

• “When I retire, I wanna buy property & spend my life in Indonesia.” [warga Nevada, AS]

• “still proud and would like to be an Indonesian citizen even though i live in another country.” [WNI di Swedia]

• “ …I’m USA citizen now but was born in Indonesia. I love Indonesia and would love to have my Indonesian Citizenship back.” [warga Portland, AS]

• “…truly Javanese Indonesian who lives in The Netherland. It would be wonderful if this planning will be succeeded. (WNI di Belanda]

• “…planning my retirement in Indonesia to be a lecturer.” [WNI di Australia]

• “WN Filipina banyak yang mendapat hidup yang lebih baik karna bisa memiliki kewarganegaraan ganda. bisa mengais rezeki di negara yang lebih maju, dan berinvestasi di Indonesia. serta mudah mengakses pendidikan di Luar negri.” [WNI di Jakarta]

• “…pelaku kawin campur …. menginginkan anak saya tetap bisa memiliki kewarganegaraan Indonesia tanpa batas waktu atau umur.” [WNI di Indonesia]

• “Bapak Presiden tolong sahkan Undang Undang dwi kewarganegaraan karena saya cinta tanah air dan juga cinta keluarga dan berat untuk memilih salah satu dari kedua pilihan tersebut, karena keduanya adalah darah daging yang melekat di hati sanubari…” [WNI di Belanda]

• “ Anak saya berwarga negara Jerman dan sangat cinta Indonesia dan bangga akan warga negara ibu kandungnya dan sangat ingin punya warga negara Indonesia juga seperti Ibu yang melahirkannya.” [WNI di Jerman]

• “…two sons, hopefully my sons can have 2 citizenship Indonesian and British so they will not be a guest in their mother country because they also have Indonesian blood” [WNI di Inggris]

• “…still want to be indonesian. My big family always want me back to stay in indonesia.” [warga Norwegia]

• Sudah menetap di AS untuk lebih dari 20 tahun. Keinginan untuk pulang dan menetap supaya saya bisa membantu negara lahir saya selalu ada….. tapi sulit mewujudkannya menjadi kenyataan karena saya telah kehilangan warga negara Indonesia saya.” [warga AS di Kalifornia]

• “…13 tahun tinggal Di Belanda dan masih memegang paspor hijau. Di Belanda saya bekerja di perusahaan Amerika-Inggris. .. mendapatkan kendala visa apabila akan tugas ke Inggris atau Amerika. Beberapa orang menyarankan ganti warganegara cuma hati saya belum tergerak.”

• “…Indonesian citizen …. a job in Dublin for more than 7 years ! .. struggling every time going holiday to other countrys …..because of my indonesian passport …” [WNI di Irlandia]

• “Negara-negara maju dengan mobilitas besar pasti memberlakukan dwi kewarganegaraan” [WNI di Yogyakarta]

• “The dual citizenship will bring the benefits for both Indonesia and the Indonesian who need to live abroad for many reasons in their life and eventually want to contribute their knowledge and skills to their beloved country in the future.”[WNI di Bogor]

• “Naturalized U.S. citizen – but Indonesia, the country of my birth, is forever in my heart.” [WN AS asal Indonesia]

• “Indonesian living and working in melbourne Australia for 8 years now, … lack of the Indonesian support on the well being and support facilities for us living abroad, and if not once, many times have been thinking of switching my nationality and apply a citizenship as an Australian.” [WNI di Australia]

• “…a matter of time Indonesia sees the benefits, especially, financially of allowing its citizens to have dual citizenship.” [WNI di Dubai, UAE]

• “…banyak anak bangsa yang belajar atau berada di luar negeri dan ingin kembali ke tanah air namun menjadi sulit karena birokrasi.” [WN AS asal Indonesia]

• “Every child from mixed couple should have the right to be part of both parent’s heritage, culture and nationality. I don’t think is fair if they have to choose between their mother or father.” [WNI di Australia]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here