Pesona Indonesia di Video Klip Penyanyi Mancanegara

Tidak bisa dimungkiri, dalam segi positif, Indonesia di mata orang luar memiliki daya tarik eksotisme yang kuat. Diberkahi alam yang indah, banyak pegiat seni mancanegara menjadikan tempat-tempat di Indonesia jadi sumber inspirasinya. Karya dari seni rupa, film, sampai musik beberapa dibuat dengan latar belakang keindahan Indonesia.

Untuk karya seni rupa, mungkin sudah banyak contohnya sejak zaman baheula. Ambil saja contoh pada masa kolonialisme Belanda. Pada masa tersebut, sejumlah perupa dari Eropa berkarya dengan objek alam dan peristiwa-peristiwa yang muncul di Hindia Belanda – sebutan Indonesia pada saat itu. Salah satunya yang bisa jadi contoh mungkin perupa bernama Nicolaas Pieneman. Pelukis yang terkenal dengan karyanya “Penyerahan Pangeran Diponegoro kepada Jenderal De Kock”.

Lalu bagaimana dengan seni perfilman? Tentu  yang gemar menonton film mungkin sudah punya referensi sendiri karena contohnya sudah ada banyak. Sejak era kolonial, Indonesia sudah sering difilmkan, baik itu alamnya sampai orang-orang yang hidup di dalamnya. Ambil contoh Charlie Chaplin. Pada 1930-an, sang aktor film komedi tersohor itu sowan ke Bali untuk mendokumentasikan liburannya.

Lantas dalam seni musik, bagaimana musisi menonjolkan pesona Indonesia? Dari lirik? Ya, mungkin bisa, tetapi jelas kurang mengena bukan? Perkembangan zaman yang berimbas pada teknologi pun membawa industri musik merambah ke pembuatan video klip, sehingga tak jarang para musisi mengambil latar Indonesia sebagai tempat syuting video klipnya.

Kegiatan mengambil adegan video klip musik di Indonesia sudah ada sedari dulu dan merembet sampai sekarang. Lalu siapa saja yang pernah melakukannya? Berikut uraiannya:

Colin Bass – Denpasar Moon (Jakarta)

Colin Bass
Colin Bass dalam video klip Denpasar Moon. Sumber: Youtube.com/Wild End Studio

Colin Bass dikenal sebagai salah satu personil band asal Inggris, Camel, yang terbentuk pada 1970-an. Pada pertengahan 1990-an, Colin membuat album solo di mana salah satu lagunya yang berjudul Denpasar Moon terkenal di Indonesia dan sejumlah negara Asia yang lain. Pemilk nama lain Sabah Habas Mustapha lalu membuat video klip lagu tersebut di Jakarta dan menyanyikannya dengan irama dangdut. Berhubung lagunya bertemakan “Denpasar” yang notabene ibu kota provinsi Bali, di dalam video klip lagunya pun tidak bisa lepas dari nuansa seni ala Pulau Dewata. Meskipun proses syuting diambil di Jakarta, dalam video klip tersebut diperlihatkan para penari Bali yang mengiringi irama lagu.

Michael Learns to Rock – Someday (Bali)

Michael Learns To Rock
MLTR dalam video klip Someday. Sumber: Youtube.com/Michael Learns To Rock

Grup musik asal Denmark, Michael Learns To Rock alias MLTR, juga mengambil tema Bali di dalam video klipnya. Pada 1995, syuting lagu Someday dilakukan di salah satu pantai di Bali, yaitu Pantai Padang-Padang. Dalam video klipnya tampak keindahan Pantai Padang-Padang dengan pasir pantainya yang putih dan air laut yang bening. “Saya tentu sangat kagum dengan keindahan Bali. Dan salah satu tempat favorit saya di Indonesia adalah Bali. Saat itu sangatlah romantis,” terang pentolan MLTR, Jascha Ricther, pada 2014, tahun di mana video klip Someday dipublikasikan di akun Youtube resmi mereka.

Gil Ofarim – Live Your Dreams (Bandung)

Gil Ofarim
Gil Ofarim. Sumber: Youtube.com

Dengan setelan rambut gondrong dan rambut blonde-nya membuat penyanyi asal Jerman, Gilga Omesh alias Gil Ofarim, menjadi sorotan warga Bandung. Ya, pada akhir tahun 1990-an, pria kelahiran Muenchen syuting video klip lagu Live Your Dreams-nya di ibu kota provinsi Jawa Barat itu. Dalam video klip-nya, tampak Gil berinteraksi dengan warga setempat di beberapa tempat di kota Bandung. Salah satu pesona kota Bandung yang ditampilkan di video klip itu ialah Jalan Braga yang dikenal dengan bangunan tuanya yang eksotis. Oh, ya, model Indonesia, Astrid Tiar, juga diajak tampil dalam video klip tersebut.

Novo Amor – Terraform (Kawah Ijen, Banyuwangi)

Video klip Novo Amor

Buruh belerang di Kawah Ijen. Sumber: Youtube.com/Novo Amor

Mungkin tidak banyak yang mengenal Ali John Meredith-Lacey atau dengan nama panggungnya Novo Amor. Musisi asal Wales itu juga pernah membuat video klip di Indonesia, tepatnya di tempat wisata Kawah Ijen, Banyuwangi, pada 2017. Dalam video klip lagu berjudul Terraform, Novo Amor yang berkolaborasi dengan produser asal Inggris, Ed Tullet, tidak sekadar mengambil panorama sekitar Kawah Ijen saja, tetapi juga menyoroti aktivitas buruh belerang yang bekerja di sana. Novo Amor bahkan menunjuk seorang buruh belerang bernama Bas beserta keluarganya untuk dijadikan bintang video klipnya. Seusai video klip rampung, pada 2018 ia juga membuat situs bernama Ijenassistance.com untuk membantu memberikan uluran tangan pada buruh belerang yang disebutnya salah satu pekerjaan berbahaya di muka bumi.

Novo Amor – Birthplace (Bali)

Syuting video klip Novo Amor

Penyelam asal Inggris, Michael Board, menunjukkan keahlian menahan napas di video klip Novo Amor. Sumber: Youtube.com/Novo Amor

Tidak hanya sekali Novo Amor syuting video klip lagu di Indonesia, tetapi mereka melakukannya dua kali! Pada 2018, mereka syuting dengan cara ekstrim yakni di dalam laut Bali. Dalam video klip tersebut Novo Amor mengambil tema bahaya sampah di lautan. Novo Amor beserta timnya lalu menggandeng seniman dan warga lokal untuk membantu proses syuting. Selain warga lokal, Novo Amor juga menyertakan penyelam asal Inggris, Michael Board, sebagai bintang video klipnya. Selain menonjolkan indahnya kedalaman laut Bali, Novo Amor juga mengkampanyekan gerakan tidak membuang sampah plastik sembarangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here