Persembahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Singapura di Hari Kartini 2019

Peringatan hari Kartini bukan hanya di rayakan di Indonesia, namun di banyak negara juga dirayakan oleh warga Indonesia yang berdomisili di negara masing-masing, selain Indonesia menempati urutan populasi ke-4 terbesar di dunia, hal ini telah memberikan  kontribusi terhadap surplus peningkatan tenaga kerja di Indonesia. Jumlah tenaga kerja yang besar ini, dikombinasikan dengan kelangkaan dan tidak tersedianya pekerjaan bagi kebanyakan masyarakat Indonesia berpendidikan dasar menjadikan banyak tenaga kerja yang pergi ke luar negeri untuk mengisi lowongan pekerjaan yang tersedia pada sektor domestik. Singapura menjadi salah satu negara penerima Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Diperkirakan PMI yang bekerja di Singapura sekitar 240.000 orang. Ada beberapa organisasi kemasyarakatan yang bekerja sama dengan organisasi lokal Singapura, memberikan fasilitas ruangan untuk pertemuan setiap hari libur, peringatan acara tahunan, pelatihan berbahasa Inggris hingga meningkatkan ketrampilan atau belajar ketrampilan baru untuk meningkatkan status pekerjaan PMI.

Salah satu organisasi kemasyarakatan tersebut adalah PIS (Pekerja Indonesia Singapura). Pada hari Minggu 28 April 2019, PIS menyelenggarakan pertemuan untuk menyambut peringatan Hari Kartini,  bertempat di Gedung PKMS 218E, Changi Road £03-05A, Singapura.

Acara yang di hadiri oleh kurang lebih 500 PMI di Singapura, mengangkat tema tentang “PMI sebagai Kartini masa kini, perlu terus mengangkat harkat dan martabat sebagai pahlawan bangsa”

Acara yang cukup meriah tersebut diramaikan dengan berbagai kesenian tari dari berbagai daerah di Indonesia. Ketua pelaksana Ibu Amey Amanda dari PIS menyampaikan: jangan segan-segan berbaur dan bersatu sebagai anggota masyarakat Indonesia baik PMI, profesional maupun pelaku kawin campur perlu bersinergi dan bersama-sama mempromosikan Indonesia di Singapura.

PlS adalah Salah satu organisasi masyarakat Indonesia di Singapore (pekerja migran Indonesia) didirikan tahun 2004 yang dulu namanya BMI Dan sejak 2014 di ganti menjadi PIS, Menurut Amey, PIS kerap menyelenggarakan Kegiatan mempelopori atau mewadahi aktifitas para pekerja migran Indonesia yang ada di Singapore, diantaranya setiap minggu ada Rebana, mengaji, berjanji, belajar tarian baik traditional ataupun modern, Ada juga bola voley , kerajinan tangan, make up. Dan lainnya.

Sementara dalam peringatan hari kartini sambutan dari KBRI Singapura yang diwakili oleh Ibu Mayang, dari sekretaris Satu KBRI bagian perlindungan kewarganegaraan memberikan usulan akan pentingnya untuk terlibat dengan organisasi masyarakat guna mengetahui update peraturan dan regulasi terbaru yang mana akan memberikan rasa percaya tinggi dan saling peduli sebagai WNI di Singapura.

Selain Bunda RIni sebagai founder dari PIS. Acara ini juga dihadiri oleh anggota masyarakat antara lain Bapak Moh Noor Said dari Indonesian Singapore Friendship Association (ISFA); Bapak Zose Dari Javanese Association Singapore; Bapak Anwar dan Mas Yudhi dari POS TKI ( Layanan Box Ke Indonesia). Dan Komunitas masyarakat Indonesia lainya yang ada di Singapore.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here