Perjalanan Atas KehendakNya- Ramadhan 1439 Hijriah

Oleh

Maharani

 

Berawal dari kondisi suasana Ramadhan, yang teringat adalah dimana bisa menemukan masjid. Di Kota-kota Hongaria sangat sulit menemukan masjid. Teringat di Indonesia yang begitu mudah menemukannya, jangankan masjid, mushola atau langgar ada disetiap sudut jalan atau gang pemukiman penduduk.
Perjalanan kali ini menuju kota Pecs. Pecs adalah kota terbesar kelima di Hongaria, terletak sekitar 200 km arah barat daya berdekatan dengan perbatasan Kroasia. Terletak dilereng pegunungan Mecsek. Kota ini sebagai pusat pemerintahan, ekonomi dan berkedudukannya Keuskupan Katolik Roma.

Dikota ini terdapat banyak tempat wisata diantaranya alun-alun Szecheny adalah alun-alun utama yang terletak dipusat kota , alun-alun-alun Kossuth, masjid Pasha Qasim, Masdjid Jakovali Hassan Pasha, Idrisz Baba-Turbe, Balai Kota, Csonvary Museum, Pecs Art University, Balai Kabupaten, sumur Zsolnay, Gereja Fatebenefratelli, patung Tritunggal dan patung Janos Hunyadi.
Pada tahun 2010, Pecs terpilih sebagai Ibukota Kebudayaan Eropa (UNESCO).

Diantara tempat-tempat tersebut, penulis mencoba menelusuri jejak masjid peninggalan kejayaan Utsmaniyah.

Pertama adalah Masjid Pasha Qasim yang berada di alun-alun Szechenyi, dalam bahasa Hongaria disebut Belvarosi Gyertyaszentelo Boldogasszony-templom yang saat ini menjadi gereja Candlemas Pusat Kota Perawan Maria yang diberkati yaitu sebuah gereja Katolik yang masih berfungsi sampai sekarang sebagai tempat ibadah.

Masjid Pasha Qasim

Pada saat abad 16-17 pada masa penaklukan oleh Turki Utsmaniah selama 150 tahun , masjid ini dibangun oleh Pasha Qashim tahun 1543 hingga 1546 dan berfungsi sebagai Masjid berakhir sampai tahun 1702 saat pasukan Habsburg-Hongaria merebut kota Pecs dari Utsmaniyah, dari arsitektur bangunan ini adalah bangunan bergaya Turki terbesar di Hongaria dan Eropa yang memiliki panjang 29 m, lebar 16 m, tinggi 23 m sehingga menjadi ikon kota Pecs.

Kedua, Masjid Jakovali Hasszan atau Jakovali Hassan Pasha Mosque and Museum terletak di Pecs, Rakoczi ut 2, 7624. Masjid ini sedikit jauh dari pusat kota, diapit dua buah bangunan besar.

Di halaman yang sempit terdapat patung bertuliskan Ibrahim Pecsevi 1574-1650 adalah seorang arsitek dan pencatat sejarah Kerajaan Oszman Tortenetiro dalam judul A “Tarih-i Pecevi” pada abad 16-17. Jakovali Hassan atau Jakovali Hassan Pasha Dzsamija adalah seorang tokoh pada masa Turki Utsmaniah (Raja Sulaiman) membangun masjid ini pada abad 16 pertengahan kedua. Seorang imam dari Kanizsai (kota perbatasan Hongaria-Kroasia) yang memiliki leluhur dikota Pecs. Kakek buyutnya bernama Memi Pasa memiliki pemandian (kolam) didekat lokasi masjid Jakovali Hasszan Pasa.

Masjid Jakovali Hasszan Pasha memiliki style bangunan bergaya Islam Turki, sampai sekarang masjid ini masih dipakai dan difungsikan sebagai tempat ibadah (sholat) bagi masyarakat Islam di kota Pecs yang berjumlah sekitar 3000 orang. Masjid ini juga dikomersilkan seperti Masjid Pasa Qasim (tiket masuk berbayar). Masjid ini sempat mengalami renovasi beberapa kali yaitu pada tahun 1702- 1732, tahun 1956-1975 dan tahun 2010 sesuai tata kota Pecs yang berlaku.

Ketiga, ditemukannya makam Idrisz Baba (Idrisz Baba-Turbeje) yang terletak di Rokus-domb, Nyar u.6. Pecs – 7624 bersebelahan dengan universitas Quinqueecclesiensis. Peninggalam pendudukan Turki Utsmaniyah di Hongaria ini juga didirikan abad 16-17 sebagai penghormatan atas jasa Idrisz Baba yang dianggap orang suci atau seorang sufi yang memiliki banyak pengikut. Dihalaman sekitar makam beliau penuh makam pengikutnya tanpa tanda apapun, hanya rumput dan bunga mawar sepanjang jalan masuk makamnya.

Bangunan makam ini pernah berubah fungsi pada saat berakhirnya kekuasaan Utsmaniyah tersebut, juga terjadi renovasi atau perubahan letak pintu masuk memasuki makam. Orang-orang yang berziarah saja yang melakukan doa maupun sholat ditempat ini, jadi tidak dipakai sebagai tempat ibadah umumnya.

 

Biodata penulis :
Maharani berdomisili di Malang dan saat  ini sedang berkunjung ke Hungary, Maharani juga seorang pelukis dan karyanya ada dalam pameran di Budapest hingga akhir Juli 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here