Pererat Toleransi Antar Umat Beragama Indonesia, Gereja Katedral Gelar Buka Puasa Bersama

Gereja Katedral Jakarta bersama Komunitas Kerja Bakti Demi Negeri menggelar acara buka puasa bersama di Aula Gereja Katedral, Jakarta Pusat, pada Jumat (1/6).

Dari pengamatan kabarrantau.com, acara ini tidak mengelompokkan masyarakat berdasarkan latar belakang atau agama tertentu. Suster dan romo dan umat muslim terlihat turut menghadiri acara ini, serta dari Gerakan Kebaikan Indonesia dengan memberikan bantuan buku bacaan untuk Pustaka Bergerak.

Ketua GKI, Nusantyo Setiadi Amin memberikan bantuan buku bacaan untuk Pustaka Bergerak di Gereja Katedral, Jumat (1/6)
Dalam kesempatan tersebut Nusantyo Setiadi Amin sebagai Ketua Gerakan Kebaikan Indonesia memberikan apresiasi serta dukungan pengamalan pancasila dengan menyatukan umat bangsa Indonesia.

Banyak umat muslim dari berbagai kelompok juga hadir seperti Sinta dari Rumah Kajian Alquran, James perwakilan Nadhlatul Ulama dan Majelis Ulama, serta pengusaha Dewi Motik Pramono.

“Acara ini bukan kelompok agama, antarkepercayaan. Justru komunitasnya sangat mendasar, ingin mempererat toleransi”ujar Putri Presiden Indonesia ke-4 KH Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid  dan juga Perwakilan Komunitas Kerja Bakti Demi Negeri di Gereja Katedral, Jumat (1/6).

Keberagaman dan Pancasila terlihat difokuskan dalam acara ini. Di tengah acara, warga memakai baju muslim yang wanita pakai kerudung dan pria pakai baju kokoh, juga video diputarkan dan menarik banyak perhatian para tamu yang hadir.

Video itu menunjukkan sekitar delapan anak diaspora Indonesia yang berada di London, Serbia, Jepang, Amerika Serikat, Swiss, dan Kuala Lumpur dengan lantang menyebutkan Pancasila.

Menariknya, sebagian besar dari mereka sedikit kesulitan menyebutkan Pancasila terutama sila keempat. Permusyawaratan menjadi kata yang sepertinya membuat lidah mereka bekerja keras.

Meski demikian, mereka tetap lantang dan terus menyebutkan hingga sila kelima. Tak lupa, mereka menutupnya dengan merdeka.

Acara menghangat ketika pembawa acara memberi tahu para tamu dapat berkeliling melihat bagian dalam Gereja Katedral. Berkeliling dilakukan satu jam sebelum misa dimulai.

Kepala Paroki Gereja Katedral Jakarta, Romo Hani Rudi Hartoko SJ. memimpin tur dengan menjelaskan detail mulai dari pintu depan, ornamen dalam, air suci, patung, serta bagian mimbar.

Dalam sambutanya Romo Hani Rudi merasa bahagia dengan acara buka puasa dengan masyarakat khususnya umat muslim. Karena beberapa waktu lalu Indonesia tergoncang oleh rentetan bom di Surabaya.”Peristiwa ini menarik karena judul komunitasnya kerja bakti demi negeri. Istilah sudah ada di negeri tapi menjadi luntur karena bom. Kita pun apresiasi dari upaya revitalisasi kerja bakti,” kata Romo Hani di Gereja Katedral Jakarta,

Di Aula utama gereja Katedral dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. Semua orang duduk berbaur sambil menikmati makanan yang disediakan.
Usai berbuka puasa, umat muslim yang hadir tak perlu bingung atau berjalan kaki ke seberang, Masjid Istiqlal untuk salat. Katedral mengubah satu ruang rapatnya yang bernama St. Petrus menjadi seperti musala lengkap dengan sandal jepitnya.Dalam acara tersebut peserta buka puasa dihadiri sekitar 200 orang, namun hingga pada pukul 17.00 WIB peserta terus berdatangan dan diperkirakan mencapai 300 orang sebangsa setanah air.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here