Pentingnya Petani Kopi Daerah Memiliki Indikasi Geografis

Indonesia memiliki Kekayaan sumber daya alam yang melimpah perlu digunakan sebaik-baiknya dan dilestarikan untuk menjaga keseimbangan alam. terlebih dengan banyaknya budidaya kopi di tiap daerah, dan setiap daerah memiliki ciri khas kopi masing-masing, memiliki hak paten atas sumber daya alam tersebut harus dilakukan untuk menghindari klaim dari pihak yang tidak diinginkan. Salah satu caranya adalah dengan memiliki sertifikat Indikasi Geografis (IG) yang dikeluarkan oleh Ditjen Hak Kekayaan Intelektual serta Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

“Pentingnya Petani kopi di Indonesia mendaftarkan produk indikasi geografis akan memberikan nilai tambah dan daya saing serta keuntungan kepada petani dan eksportir.
Dari sisi konsumen, dengan adanya sertifikat produk indikasi geografis yang ditempelkan pada kemasan produk yang bersangkutan, berarti produk tersebut adalah asli.
Artinya, konsumen akan terhindar dari barang palsu jika pada kemasan produk itu terdapat label produk indikasi geografis”Ujar Saky Septiono selaku Kasi pemeriksaan substantik IG Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI saat di wawancarai dalam panel diskusi tentang indikasi geografis.

Dan untuk memberikan nilai tambah bagi petani, perlunya dukungan dari berbagai pihak dari industri hulu dan hilir agar memiliki nilai tambah, dan Badan Ekonomi Kreatif akan membantu memfasilitasi dengan memberikan bantuan pemerintah, “petani kopi harus tergabung dalam MPIG, yang nantinya akan lebih terstruktur dan dalam hal ini pemerintah diwakili Bekraf siap memberikan bantuan ke petani kopi daerah-daerah untuk membantu produktifitas serta nilai jual ke luar kota hingga ke mancanegara”ungkap Ari Juliano Gema sebagai Deputi fasilitasi hak kekayaan intelektual dan regulasi, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf),

Panel Diskusi yang bertema posisi tawar Indikasi geografis kopi dan kiprah masyarakat perlindungan indikasi geografis dalam mekanisme perdagangan kopi di Indonesia yang di hadiri oleh pembicara Saky Septiono selaku Kasi pemeriksaan substantik IG Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI, Ari Juliano Gema sebagai Deputi fasilitasi hak kekayaan intelektual dan regulasi, Bekraf, serta masyarakat petani kopi daerah yang berlangsung di Gedung PIA Kementrian Pertanian,(14/11/2017).

Dalam Panel Diskusi yang bertema posisi tawar Indikasi geografis kopi dan kiprah masyarakat perlindungan indikasi geografis dalam mekanisme perdagangan kopi di Indonesia yang di hadiri oleh pembicara Saky Septiono selaku Kasi pemeriksaan substantik IG Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI, Ari Juliano Gema sebagai Deputi fasilitasi hak kekayaan intelektual dan regulasi, Bekraf, serta masyarakat petani kopi daerah yang berlangsung di Gedung PIA Kementrian Pertanian,(14/11/2017).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here