Penghargaan Model UN diraih Mahasiswa ITS di Negeri Panzer

Usai sukses mengikuti pertandingan Götinggen Model United Nations di tahun 2017, kembali tahun 2018 ini nama Indonesia berhasil berkibar di dunia internasional. Kali ini tim yang beranggotakan tujuh orang mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, berhasil memperoleh penghargaan Best Position Paper dalam pagelaran yang biasa dilaksanakan tiap tahunnya.Adapun 7 mahasiswa yang menjadi delegasi adalah Agustinus Kurniawan Ady Sulistyo (Teknik Mesin), Zhafir Tri Setiabudi (Teknik Perkapalan), Fadilah Muhammad Abdurrahman (Teknik Kimia), Naufal Afif Prahastho (Teknik Material), Khalda Ardelia Yunus (Teknik Lingkungan), Lolita Agastya (Teknik Biomedik), dan Farah Qoonita Syuhaila (Teknik Fisika).

Beberapa mahasiswa ITS berhasil dinominasikan untuk menerima penghargaan di council mereka masing – masing dan Agustinus Kurniawan Ady Sulistyo (mahasiswa Teknik Mesin) merupakan mahasiswa yang berhasil memenangkan penghargaan Best Position Paper dalam Future Crisis Council: UNSC 2025 dengan Topic: Separatist Movement in Europe .

Göttingen Model United Nations (GöMUN) adalah kompetisi simulasi sidang PBB yang diadakan oleh Model United Nations Society Göttingen e.V. (GoeMUN) di Göttingen, Jerman dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang yang berbeda dan berasal dari berbagai negara. Tahun ini, GöMUN merayakan tahun ke-10 ajang tersebut telah dilaksanakan dan mengusung tema “Apocalypse now? – How to outlive our past” yang mencerminkan bagaimana masyarakat dunia menghadapi kemungkinan krisis global yang akan datang dilihat dari sisi sosial budaya, kemanusiaan, teknologi, lingkungan dan lain – lain.

Best Position Paper merupakan penghargaan yang diberikan bagi delegasi yang berhasil dengan baik memposisikan kebijakan negara mereka terhadap suatu isu dan bagaimana cara menghadapinya, di dalam format dokumen resmi singkat tidak lebih dari 2 halaman.

Berdasarkan penuturan para delegasi yang dilansir GNFI, proses persiapan yang dilakukan sangat kompleks dan memakan banyak waktu dan tenaga. Persiapan dan latihan telah dilakukan semenjak bulan Januari 2018. Adapun persiapan meliputi latihan mingguan, mengikuti perlombaan tingkat nasional, perancangan itinerary selama di Jerman, serta kerjasama sponsorshipdengan pihak – pihak internal seperti birokrasi ITS, KEMENRISTEKDIKTI maupun pihak eksternal kampus.

Penghargaan ini menunjukkan bahwa mahasiswa ITS sanggup dan mampu untuk bersaing di kancah internasional sekaligus membuktikan bahwa generasi muda Indonesia dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat global dengan solusi yang nyata dan efektif.

“Mahasiswa adalah agen perubahan dan kami percaya di tangan mahasiswa perubahan – perubahan dari berbagai bidang tercipta. Kami yakin generasi muda Indonesia dapat terus menuangkan minat dan inovasi mereka untuk dijadikan suatu legacy yang akan menginisiasi pergerakan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here