Pemuda Asal Payakumbuh Juarai Tahfidz Internasional di Inggris

Generasi muda Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. seperti yang terlihat pada 7 Oktober yang lalu seorang pemuda, Irham Amir penerima Manfaat BIPS (Beastudi Indonesia Preparation School) Dompet Dhuafa meraih juara pertama lomba tahfiz antar mahasiswa Internasional di Inggris.

Dari informasi laman GNFI, Irham Amir merupaka pemuda yang berasal dari Payakumbuh, Sumatra Barat dan saat ini sedang menempuh pendididkan master di University of Aberdeen, Inggris. Ia mengambil jurusan International Business dan merupakan peerima beasiswa program 5.000 Doktor Kementerian Agama RI. Dalam kompetisi tersebut ia menjadi juara setelah berhasil menunjukkan kemampuan tahfiz pada cabang 3 juz (juz 1,2, dan 3).

Irham mengaku tidak menyangka bisa menjadi juara karena lomba ini sangat kompetitif. Banyak peserta lain yang datang dari Timur Tengah, Afrika dan Asia yang memiliki kualitas yang sangat baik dari segi hafalan dan tajwid.

“Saya sangat bersyukur karena Allah SWT kasih kesempatan untuk menjuarai lomba ini terkhusus sebagai peserta yang berasal dari Indonesia, semoga prestasi ini dapat mengharumkan nama Indonesia,” ujar Irham.

Irham mengaku tidak menyangka bisa menjadi juara karena lomba ini sangat kompetitif. Banyak peserta lain yang datang dari Timur Tengah, Afrika dan Asia yang memiliki kualitas yang sangat baik dari segi hafalan dan tajwid.

Selain harus bersaing dengan sesama pemuda lain yang berkualitas, tantangan yang dihadapi oleh irham adalah soal proses persiapan dalam mengatur waktu. Sebab Ia hanya memiliki waktu 4 minggu untuk mempersiapkan 3 juz hafalan. Sehingga membutuhkan manajemen waktu yang tepat untuk mengatur jadwal kuliah dan tugas yang padat dengan persiapan lomba. Namun ia berhasil melakukan persiapan tersebut bersamaan dengan ibadah-ibadah dan aktifitas rutin harian.

“Selain muroja’ah satu halaman setelah setiap shalat wajib dan sunnah. Lalu mengulang hafalan di setiap shalatnya, saya juga memanfaatkan waktu untuk melancarkan hafalan ketika jalan kaki dari perpustakaan ke masjid atau praying room kampus, dan waktu bersepeda dari flat ke kampus,” ungkap Irham

Perjuangan Irham ternyata membuahkan hasil dan ia menjadi juara internaisonal. Irham dapat disebut sebagai generasi muda Indonesia yang dapat menjadi teladan bagi geenrasi muda saat ini. Selain memiliki kemampuan yang baik untuk mengejar pendidikan, ia juga mampu meraih prestasi dibidang agama. Irham pun berpesan kepada para generasi muda agar selalu menebarkan kebaikan di manapun berada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here