Pelajar Yogyakarta Masuk Kompetisi Olimpiade Robot di New Delhi

Sejumlah peserta olimpiade robot menguji ketangkasan robot rakitan pada Indonesian Robotic Olympiad (IRO) 2015 di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (19/9). IRO 2015 yang mengangkat tema "Robot Explorers" tersebut merupakan kompetisi LEGO robotik tingkat nasional yang diikuti sekitar 300 peserta dari tingkat SD, SMP, dan SMA.

Enam siswa SD dan SMP asal Yogyakarta mengikuti Olimpiade Robot Internasional yang diselenggarakan di Kota New Delhi, India pada 25-27 November 2016. Keenam siswa yang tergabung dalam tim Astor dan Oreo akan melombakan robot pengelola sampah sesuai tema besar olimpiade tahun ini yakni “Rap The Scrap”.

Dari keterangan yang dikutip Harian Republika, menurut penanggung jawab tim dari Robotics Education Center Yogyakarta Fakih Satria Rahman di Kantor Disdikpora DIY, Rabu (23/11).”Tema kali ini sangat menarik karena menangkap isu dunia global warming. Harapannya dapat memberikan edukasi soal kecintaan mereka terhadap lingkungan,” kata

Keenam siswa yang akan maju dalam kontes robot level Internasional itu di antaranya Alif, Ransi, Lingga dari Tim Astor/elementary, sedangkan dari Tim Orea/Junior yakni Adam, Adrian, dan Rey, mereka berasal dari SD dan SMP unggulan di Yogyakarta yang sebelumnya berhasil menjuarai Olimpiade Robotik Indonesia di Surabaya pada September lalu.

Menurut Fakih salah seorang siswa, dalam perlombaan itu tim dengan kategori elementary (usia 13 tahun ke bawah) akan ditantang membuat robot yang dapat membersihkan sampah di sepanjang jalan menuju sekolah. Sedangkan tim kategori junior (usia 13-15 tahun) diminta menunjukkan kemampuannya membuat robot yang dapat mengumpulkan sampah dan dibawa menuju fasilitas daur ulang.

“Sehingga penilaian akan ditentukan oleh kecepatan dan seberapa banyak limbah atau sampah yang berhasil diambil oleh robot,” kata dia.

Salah satu pelatih tim robotik Yogyakarta Angga Satya mengatakan untuk persiapan hingga finalisasi pembuatan robot berlangsung selama empat bulan. Seluruh proses pembuatan dilakukan sendiri oleh siswa SD dan SMP yang sehari-hari mengikuti kursus robotik di Robotics Education Center Yogyakarta. “Kami targetkan bisa juara satu. Kompetitor berat adalah peserta dari Jepang, Tiongkok, serta tuan rumah India,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Disdikpora DIY Isti Triasih berharap tim robotik yang berhasil terseleksi maju di tingkat internasional itu selain mampu meraih juara juga dapat terus mengembangkan bakatnya.

“Kami juga berharap ke depan robot yang dihasilkan bisa implementatif digunakan untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya berharap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here