Pelajar Binus Menjadi Wakil Indonesia Dalam Ajang Developer Apple sedunia, WWDC 2018.

Seorang pelajar muda satu ini mewakili Indonesia di ajang berskala global, yakni dengan mengikuti ajang developer Apple sedunia, Worldwide Developers Conference (WWDC).

Andika Leonardo, mahasiswa Universitas Binus, berhasil menjadi satu-satunya wakil Indonesia di WWDC 2018. Seperti diketahui, acara tersebut merupakan hajatan tahunan akbar para developer Apple seluruh dunia.

Dalam peresmian Apple Developer Academy yang berlokasi di kawasan BSD, Andika mengatakan dirinya berhasil mengikuti ajang tersebut lewat dua proyek buatannya. Ia pun mengaku dirinya berhasil mengalahkan ratusan ribu orang berkat proyeknya tersebut.

“Jadi saya submit sebuah sistem ke Apple. Dari sekitar ratusan ribu orang, yang keterima dari seluruh dunia itu cuma 350 orang. Jadi saya diterima jadi salah satu dari 350 orang itu,” ujarnya.

Kemudian, mahasiswa yang mulai berkuliah di Binus sejak 2016 lalu tersebut juga menjelaskan proyek yang membuatnya bisa terbang ke Amerika Serikat Juni nanti, yakni sistem machine learning.

Anak Binus Wakili Indonesia di Ajang Developer Apple Sedunia

“Saya bikin semacam machine learning, jadi komputer bisa belajar dan mengerti apa yang dipikir oleh manusia, tapi tanpa diprogram oleh orang itu sendiri. Jadi komputer ini bisa berpikir sendiri. Tapi saya buatnya simple,” kata Andika kepada detikcom.

“Jadi, sebenarnya saya submit dua project. Pertama, saya buat semacam pengenalan angka. Misalkan, ada tulisan angka dari satu sampai sembilan. Nah,komputer ini bakal tahu yang ini sembilan yang ini dua, yang ini tiga. Jadi saya coba untuk buat prototipe seperti itu. Itu project yang pertama,” tuturnya.

Anak Binus Wakili Indonesia di Ajang Developer Apple Sedunia

“Untuk project kedua saya buat komputer ini bisa mencari jalan melalui garis dan juga titik-titik yang sudah saya tentukan. Jadi komputer bisa belajar dari apa yang sudah saya latih,” Andika menambahkan.

Mahasiswa jurukan ilmu komputer ini menyebutkan dirinya mendapatkan fasilitas penuh dari Apple tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun selama mengikuti acara yang akan berlangsung lima hari tersebut. WWDC 2018 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 4-8 Juni di San Jose, California.

Keberhasilan Andika mendapatkan satu tempat di kompetisi skala global itu pun direspons positif dari Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Ada satu pesan yang disampaikan oleh Rudiantara kepada pemuda tersebut.

“Nanti pulang lagi ke Indonesia ya. Buat kami bangga,” singkatnya. Maksud dari ungkapan Rudiantara adalah, jika Andika memiliki karir di luar negeri, diharapkan ia bisa pulang ke Indonesia untuk memajukan Tanah Air.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here