Pelajar Australia Ini Raih Penghargaan Bahasa Indonesia

Lazuli Chittleborough (tengah) bersama Butet Manurung, salah satu juri (kiri) dan Precious Lundberg, peraih penghargaan NAILA lainnya.

Seorang remaja berusia 13 tahun asal Adelaide Australia Selatan bernama Lazuli Chittleborough berhasil memenangkan penghargaan nasional berbahasa Indonesia di Australia. Minat untuk belajar bahasa Indonesia muncul setelah ia pernah tinggal di Medan dan bergaul dengan warga di sana selama tiga tahun.

National Australia Indonesia Language Awards, atau Naila adalah penghargaan tahunan yang diberikan bagi warga Australia yang telah belajar bahasa Indonesia untuk menunjukkan kemampuannya baik lewat pidato atau penampilan seni dan budaya.

Untuk tahun 2016 ini, Lazuli meraih penghargaan di kategori Junior Awardee, setelah menyampaikan ‘pidato’ dengan topik pemahaman soal Indonesia yang berubah.

“Ada dua kata favorit saya dalam bahasa Indonesia adalah berbahaya dan burung, karena suara dari penyebutan kata-kata itu yang bagus,” kata Lazuli kepada Australia Plus.

Lazuli mengungkapkan hubungannya dengan Indonesia sudah ia mulai sejak berusia tiga tahun.”Saya tinggal di Medan, Sumatera Utara selama tiga tahun saat berusia tiga tahun,” ungkap Lazuli. “Senang rasanya bertemu orang lain dan memiliki teman baru. Saya juga pernah ke Bali dan Gili Air.”

Lazuli sudah belajar bahasa Indonesia selama lebih dari tujuh tahun, sejak ia masuk ke sekolah dasar. Selain karena pernah tinggal di Indonesia, ia mengaku kalau bahasa Indonesia termasuk bahasa yang mudah dipelajari.

Menurut siswa kelas 7 di Cornerstone College, Australia Selatan ini, belajar bahasa menjadi penting untuk dapat memahami budaya lain. Ia juga merasa dengan belajar bahasa selain bahasa Inggris, membuatnya menerima apa yang diyakini orang lain.

“Tiga kata dalam bahasa Indonesia yang menjelaskan Indonesia adalah warna-warni, unik, dan perbedaan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here