Paspor Indonesia Makin Digdaya, dan Bahannya Makin Kuat

Dokumen Perjalanan Republik Indonesia elektronik atau paspor elektronik RI telah memperoleh Sertifikat Public Key Directory (PKD) dari International Civil Aviation Organization (ICAO).

“Sertifikat ini diterima langsung oleh Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F. Sompie dalam penyampaian Memorandum of Understanding dengan Secretary General ICAO Fang Liu di Kantor Pusat ICAO Montreal Kanada pada Rabu (25/9) waktu setempat,” ujar Kepala Subbagian Humas Ditjen Imigrasi Sam Fernando, Rabu 25 September 2019 dalam rilis Kemenkumham.

“Rombongan Ditjen Imigrasi juga bertemu dengan Presiden ICAO Mr. Olumuyiwa Bernard Aliu,” tambahnya.
Indonesia menjadi negara ke-69 yang menerima sertifikat PKD menyangkut keamanan dan integritas dokumen perjalanan atau paspor elektronik. Hal ini memberikan keuntungan bagi pemegang paspor elektronik RI. Sehingga data paspornya lebih aman dan tersimpan dengan baik.

Sam Fernando mewakili Direktur Jenderal Imigrasi menyampaikan, bahwa setelah menerima sertifikat PKD, maka data paspor elektonik RI akan bisa diakses oleh 69 negara yang telah terdaftar di ICAO.

Begitu pula sebaliknya Imigrasi Indonesia bisa mengakses data paspor negara anggota ICAO.
Keuntungan lainnya, yaitu pemegang paspor elektronik RI akan mudah melintas dengan mudah dan menjadi lebih dipercaya di negara tujuan. Selanjutnya, derajat dan kewibawaan paspor juga akan meningkat di hadapan negara-negara anggota ICAO.

Paspor Malaysia yang berbahan polycarbonate | New Straits Times
Paspor Malaysia berbahan polycarbonate | new straits times

Pendaftaran untuk memperoleh sertifikat PKD ICAO merupakan kewajiban bagi negara-negara yang telah menerapkan paspor elektronik. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam proses pertukaran data paspor elektronik antar negara anggota.

“Direktorat Jenderal Imigrasi saat ini juga menargetkan penambahan Kantor Imigrasi yang menerbitkan paspor elektronik dari semula 9 menjadi 27 Kantor Imigrasi. Penambahan ini ditargetkan akan berjalan pada akhir tahun 2019,” ungkap Sam Fernando.Di samping itu, Kepala Subbagian Humas Ditjen Imigrasi Sam Fernand Ditjen Imigrasi menambahkan, juga akan melakukan uji coba penerapan paspor elektronik berbahan polikarbonat pada akhir tahun 2019 di 4 Kantor Imigrasi.

“Diharapkan pada tahun 2024 seluruh paspor RI akan menggunakan paspor elektronik berbahan polikarbonat,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here