Partnership Agreement HyET Thin Film Solar Cell dengan PERTAMINA dan LEN HyET Solar BV

Untuk mendukung gerakan go green, dengan mengurangi emisi rumah kaca dan hemat energi, sejak saat itu HyET Thin Film Solar Cell  sebuah perusahaan Belanda  yang berkedudukan di Westervoortsedijk 71K, 6827AV Arnhem, Belanda terus berimprovasi dan meningkatkan kualitas serta bekerjasama dengan negara berkembang.
HyET Thin Film Solar Cell Belanda, HyET adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi photo voltaic (PV) silicon film tipis (“Powerfoil” Thin Film / Flexible Solar cell). Yanh dapat diakses dalam situs perusahaan (https://www.hyetsolar.com/) dan terdaftar di kamar dagang di Arnhem dengan nomor 55287654, melakukan Kerjasama B2B Antara HyET thin  film solar cell dgn Pertamina dan LEN dengan membangun factory 300MW/yr Di Indonesia , CAPEX dengan nilai investasi €250jt.
Proyek B2B kerjasama antara pemerintah Belanda swasta serta BUMN Indonesia. Diharapkan mendapatkan Dukungan Pemerintah dalam hal ini adalah mengenai aturan implementasi dan pemanfaatan Energy terbarukan. Sehingga masyarakat dapat menikmati kelebihan technology ini dengan lebih murah (40%) dibandingkan dgn solar cell biasa Dari Glass, Flexible, Ringan bisa di applikasikan dengan applikasi dan mudah dalam digunakan dengan tempel di atap, genteng, dinding, tangling, tenda, kaca jendela, di Lem di atas mobil dan lain sebagainya.
Selama ini kerjasama antar Negara Belanda dan Indonesia terkendala dengan Birokrasi,
Minat perusahaan belanda untuk masuk invest di Indonesia, membawa technology dan dana, Masih sering mendapat kesulitan Di lapangan, terutama dengan pemerintah lokal. “Sangat dibutuhkan regulasi Yang mempermudah dan menjamin kepastian investment. Sudah banyak kemajuan dalam hal ini masih perlu penguatan, untuk menarik investor, sehingga lebih memilih investasi Di Indonesia daripada Di Vietnam misalnya” ujar Latif Gau

Selaku Country Director, HyET Solar Indonesia

Dalam kerjasama tersebut diwakili oleh Dr. Rombout Swanborn dalam kapasitasnya sebagai CEO HyET sementara dari perwakilan
PERTAMINA, PT. LEN dan HyET bermaksud mengembangkan usaha di bidang teknologi photo voltaic (PV) Flexible solar cell; Membangun production facility (factory) Flexible solar cell di Indonesia dengan kapasitas 300MW/tahun, biaya CAPEX US$250Jt. Dan akan di danai oleh Bank Pembangunan Belanda (FMO) melalui pinjaman lunak jangka Panjang. Lokal content (TKDN bahan baku) product adalah 90% lebih. Mesin mesin produksi 40% akan dibuat di Indonesia, 60% mesin akan di import dari Belanda dan Germany.
Dalam penanda tanganan Partnership agreement oleh Mr. Rombout Swanborn, Chairman/CEO HyET Solar Cell The Netherlands, Mrs. Nicke Widyawati, CEO Pertamina. Karena Ibu Nicke Berhalangan hadir, di gantikan oleh Bpk. Heru Setiawan; Direktur Perencanaan Investasi dan Management Resiko. Zakky Gamal Yasin, CEO PT. LEN
Penanda tanganan kerjasama tersebut berlangsung di Hotel Shangrila Jakarta pada tanggal 10 Maret 2020, Disaksikan oleh Raja dan Ratu Belanda, Menteri Ekonomi dan Kerjasama Luar Negeri Belanda, Menteri Perdagangan RI, Duta Besar Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Belanda, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk RI, 130 Perusahaan Belanda dari berbagai sector dan para undangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here