Mengunjungi Pusat lembaga Penanaman Padi di RRT

Oleh

Joko Pilianto,

Mahasiswa pertanian di Hangzhou, RRT.

Perkembangan bercocok tanam Padi di negara luar, banyak memanfaatkan teknologi salah satunya Budidaya Padi Berbasis Ecological Engineering; menerapkan kaidah-kaidah kesehatan, keamanan, Lingkungan dan keberlanjutan), tempat penanaman padi berlokasi Di Huzhou City, Provinsi Zhejiang, China.

Padi yg di tanam ini bisa menghasilkan 20 Ton per hektar, Padi ini di budidayakan secara organik dan mengedepankan sustainable agriculture di mana bekerja sama antara dinas pertanian setempat dan Zhejiang University.

Hal ini untuk mendukung ketahanan pangan , serta mengembangkan inovasi dan teknologi budidaya Padi di RRT, projek ini memiliki tujuan jangka panjang untuk mengentaskan kelaparan di dunia dan mendukung Program SDGs.

Budidaya padi ini tidak mengunakan bahan2 kimia seperti pupuk kimia dan pestisida kimia, hal tersebut di karenakan pengunaan bahan-bahan kimia tersebut dapat merusak lingkungan dan kesehatan.

Penelitian-penelitian ilmiah yang sudah banyak di publikasikan, berharap budidaya padi secara ecological engineering, bisa ikut serta meningkatkan biodiversity dan mencegah kerusakan tanah dan perubahan iklim.

Budidaya padi ini menggunakan tanaman berbunga di pematang sawah dengan mengundang musuh alami yang bisa mengontrol populasi serangga hama, sehingga secara alamiah, hama dan penyakit tanaman bisa dikendalikan; tanpa menyemprot pestisida kimia, oleh karena itu lebih ekonomis. Serta dapat mengundang lebah untuk membantu polinasi sehingga padi akan menghasilkan bulir-bulir yg produktif.

Kedepannya produksi padi dapat menjadi pertanian sehat dan berkelanjutan untuk kesehatan Dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here